Kumparan Logo

Bolehkah Ibu Hamil Pakai Sabun Wajah Khusus Jerawat?

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi ibu hamil cuci muka. Foto: TORWAISTUDIO/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ibu hamil cuci muka. Foto: TORWAISTUDIO/Shutterstock

Di masa-masa kehamilan, ibu umumnya mengalami banyak perubahan pada tubuh. Tak terkecuali pada kondisi kulitnya. Mengutip Verywell Family, hampir 75 persen ibu hamil mengalami perubahan kondisi kulit. Salah satunya adalah jerawat. Ya Moms, masalah kulit yang satu ini kerap membuat wanita jadi kurang percaya diri.

“Jerawat selama kehamilan sangat umum dan dapat terjadi pada trimester pertama, kedua, dan ketiga. Jika Anda berurusan dengan jerawat kehamilan, perkirakan itu akan meningkat selama trimester ketiga ketika kadar hormon androgen berada pada titik tertinggi,” jelas Neda Mehr, MD, dokter kulit bersertifikat dan direktur medis di Pure Dermatology Cosmetic and Hair Center di Newport Beach, California.

Salah satu cara yang sering dilakukan untuk mengatasi jerawat adalah dengan menggunakan sabun wajah khusus jerawat atau acne wash. Namun, apakah ibu hamil boleh menggunakan produk tersebut?

Ibu Hamil Menggunakan Sabun Wajah untuk Jerawat, Aman Enggak Ya?

Ilustrasi mencuci muka. Foto: Shutterstock

Moms, tak ada salahnya jika Anda ingin menggunakan sabun wajah khusus untuk mengatasi jerawat. Namun, Anda perlu lebih teliti dalam memperhatikan kandungannya.

“Hindari retinol dan asam salisilat selama kehamilan, keduanya merupakan produk pokok untuk kulit berjerawat pada orang yang tidak hamil. Ada bahan-bahan tertentu dalam banyak pembersih jerawat yang benar-benar tidak boleh dan harus dihindari selama kehamilan, terutama pembersih yang lebih umum seperti asam salisilat,” ungkap dr. Mehr.

Ya Moms, retinol atau retinoid merupakan kandungan yang sering ditemukan dalam produk khusus wajah berjerawat. Pada ibu hamil, penggunaannya dapat menimbulkan risiko pada kehamilan, seperti cacat lahir, kelahiran prematur, hingga keguguran.

“Retinol oral (seperti Accutane) diketahui sangat berbahaya bagi pertumbuhan janin. Jadi pastikan untuk tidak mengoleskannya secara topical ke kulit Anda saat hamil,” kata dr. Mehr.

Sementara itu, bahaya penggunaan asam salisilat terhadap ibu hamil sejauh ini memang masih dipertanyakan. Meski begitu, dr. Mehr menyarankan agar ibu hamil sebaiknya menghindarinya.

“Meskipun asam salisilat adalah topical yang sangat baik untuk jerawat saat tidak hamil, penggunannya untuk wanita hamil dipertanyakan dan sebaiknya dihindari,” ujarnya.

Lantas, bahan apa yang aman digunakan ibu hamil untuk mengatasi jerawat?

“Pertimbangkan pembersih yang lebih lembut dengan kadar asam glikolat atau benzoil peroksida rendah. Ini dapat denga aman mengangkat sel kulit mati dan mengurangi bakteri permukaan,” jelas Rachel Nazarian, MD, dokter kulit bersertifikat di Schweiger Dermatology Group di New York.

Ya Moms, kedua bahan tersebut aman digunakan oleh ibu hamil dengan kadar rendah. Namun, dr. Mehr menyarankan agar ibu hamil tidak menggunakan kandungan tersebut secara bersamaan karena dapat membuat kulit jadi kering.

Jadi, boleh-boleh saja jika ingin menggunakan sabun wajah khusus jerawat atau acne wash saat hamil ya, Moms. Namun, jangan lupa perhatikan kandungannya karena tidak semua bahan skincare aman untuk ibu hamil.

kumparan post embed