Bolehkah Ibu Menyusui Lakukan Botox Wajah?
·waktu baca 2 menit

Setiap wanita umumnya menginginkan wajah yang terawat. Setelah punya anak, beberapa wanita kerap meluangkan waktu untuk melakukan perawatan, salah satunya botox wajah.
Mengutip Verywell Family, botox adalah perawatan wajah dengan menyuntikkan zat-zat bernama toksin botulinum untuk menghaluskan garis halus dan kerutan di wajah. Hasil perawatan ini biasanya akan muncul setelah beberapa hari dan bertahan sekitar 3 – 4 bulan.
Pada mulanya, botox sebenarnya berfungsi untuk mengatasi masalah medis, seperti mata juling, migrain kronis, inkontinensia, hingga gangguan kontraksi leher. Seiring perkembangan zaman, zat aktif dalam botox akhirnya dikembangkan untuk digunakan dalam bidang kosmetika.
Apakah Ibu Menyusui Boleh Lakukan Botox Wajah?
Salah satu pertanyaan yang mungkin sering muncul di kalangan wanita adalah apakah ibu menyusui boleh melakukan botox wajah. Sampai saat ini, topik tersebut masih menjadi perdebatan di dunia medis. Ada dokter yang mengizinkan, tapi tak sedikit juga yang melarang.
Menurut Mary P. Lupo, MD., seorang dokter kulit bersertifikat di New Orleans, Amerika Serikat, belum ada penelitian terkait efek samping botox pada bayi dan apakah terserap di dalam ASI.
“Meskipun jumlah botox yang disuntikkan sangat kecil, tidak ada penelitian untuk melihat apakah itu masuk ke dalam ASI dan diserap oleh bayi,” jelasnya.
Sementara itu, menurut Dan Belkin, MD., seorang dokter kulit bersertifikat di New York, Amerika Serikat, beberapa dokter ada yang memperbolehkan ibu menyusui melakukan botox wajah dengan syarat sudah memompa seluruh ASI-nya sebelum proses botox dilakukan. Ada juga yang memberi syarat boleh melakukan botox saat bayi sudah berusia enam bulan. Namun beberapa dokter justru tidak memperbolehkannya sama sekali.
"Beberapa dokter akan memperbolehkannya jika ibu setuju untuk memompa dan membuangnya (ASI) untuk hari itu, dan yang lain akan memperbolehkan setelah bayi berusia di atas enam bulan. Namun, karena data yang terbatas, beberapa dokter tidak memperbolehkan sama sekali,” ujarnya.
Karena kurangnya penelitian, Organisasi Pengawas Makanan dan Obat-obatan Amerika (FDA) memperingatkan ibu hamil dan menyusui untuk membatasi prosedur kecantikan, termasuk botox. Tujuannya untuk menghindari risiko komplikasi yang mungkin bisa terjadi,
Ya Moms, lebih baik mencegah daripada mengobati. Saat hamil atau menyusui, penting bagi Anda untuk mempertimbangkan berbagai hal dari segi efek sampingnya, apakah berpengaruh pada bayi atau tidak. Agar lebih aman, lakukan botox wajah setelah Anda tidak lagi menyusui si kecil.
