Kumparan Logo

Bolehkah Mengeringkan Rambut Balita dengan Hair Dryer?

kumparanMOMverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Hair Dryer. Foto: dok. Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Hair Dryer. Foto: dok. Unsplash

Membiarkan rambut anak balita yang basah setelah keramas, terkadang membuat orang tua khawatir si kecil akan kedinginan. Sehingga tak jarang, Anda pun menggunakan pengering rambut untuk mengeringkan helai-helai rambutnya yang basah.

Apalagi jika tidak ditata, rambut anak yang mungkin keriting atau ikal bisa mengembang tidak karuan. Namun di sisi lain, Anda mungkin juga khawatir tentang efek samping dari hair dryer. Lantas, amankah sebenarnya anak balita pakai hair dryer?

Penjelasan soal Penggunaan Hair Dryer untuk Anak Balita

Baby Gaga melansir, seberapa gemasnya Anda ingin menata rambut anak yang tebal itu, ternyata para ahli tidak menganjurkan penggunaan hair dryer untuk anak balita di bawah umur empat tahun lho, Moms. Sebab, ia masih memiliki kulit kepala yang sangat sensitif dan tipis dibandingkan orang dewasa.

Langkah paling aman adalah membiarkan rambut si kecil mengering dengan sendirinya tanpa menatanya dengan pengering rambut yang memiliki uap panas. Itu karena rambut balita Anda bisa mengering dalam waktu singkat dan ia cenderung akan mengacak-acak rambutnya lagi.

Namun bila orang tua masih ingin menggunakan hair dryer untuk anak, lebih baik mengatur panas dengan mode rendah atau 'sejuk'. Sambil menjaga jarak aman dari kepala balita Anda.

Syarat Penggunaan Hair dryer pada Anak Balita

Ilustrasi anak balita potong rambut. Foto: Shutter Stock

1. Tekstur Rambut

Sebelum memutuskan untuk menggunakan alat tersebut, ketahui dulu jenis dan tekstur rambut anak Anda. Sebab tiap-tiap anak memiliki sensitivitas kulit kepala yang berbeda. Ada tiga tekstur rambut yang perlu Anda ketahui, yakni halus, sedang, dan tebal.

Bila rambut anak tipikal yang halus, artinya dia rawan kering dan rusak. Sementara bila rambut si kecil bertekstur tebal, Anda bisa menggunakan pengaturan panas yang kecil.

2. Pilih Alat Penata Rambut yang Tepat

Selain pengering rambut, mungkin Anda berencana untuk menata rambut anak dengan menggunakan catokan atau alat pengeriting rambut. Namun tidak semua opsi cocok untuk balita. Pilihlah alat dengan keamanan yang baik, dan yang paling disarankan adalah hair dryer.

Sebab catokan atau alat pengeriting rambut adalah mengandung panas yang tidak direkomendasikan oleh pakar kesehatan untuk digunakan pada balita, karena berisiko menimbulkan luka bakar pada kulit kepala balita Anda. Selain itu, rambut anak jadi mudah rontok bila terpapar panas berlebihan.

3. Pilih Produk Rambut yang Aman untuk Anak

Menyisiri rambut anak. Foto: Thinkstock

Sebelum menata rambut si kecil, pastikan Anda membeli pelindung rambut agar panas alat penata tidak langsung terkena rambut anak Anda. Sebab panas menyebabkan kulit kepala kehilangan kelembapan, dan pengeringan rambut setiap hari atau penataan rambut dengan panas dapat menyebabkan rambut balita Anda menjadi kering dan rapuh.

Agar lebih aman, konsultasikan dengan dokter untuk menentukan produk yang tepat untuk digunakan, untuk mengurangi risiko kerusakan yang disebabkan oleh panas atau reaksi alergi terhadap beberapa produk rambut tertentu, Moms.

kumparan post embed