Bukan Calistung, Ini Kemampuan yang Justru Dibutuhkan Anak Usia 4–5 Tahun
·waktu baca 3 menit

Banyak orang tua merasa dilema ketika anak mulai mendekati usia sekolah. Di satu sisi, psikolog mengingatkan agar anak tidak dipaksa belajar terlalu dini. Namun di sisi lain, masih ada sekolah dasar yang mensyaratkan calon siswanya sudah bisa membaca.
Tapi idealnya di usia berapa ya, anak sudah harus bisa membaca? Dan stimulasi apa saja yang sudah harus dikuasai oleh anak usia 4 tahun?
Usia Berapa Anak Harus Bisa Membaca?
Syarat sekolah yang mengharuskan anak bisa calistung terkadang membuat banyak orang tua khawatir saat anak usia 4–5 tahun belum lancar membaca atau menulis. Padahal menurut psikolog pendidikan, di usia ini yang lebih penting justru membangun fondasi belajar anak terlebih dahulu.
“Di usia 4–5 tahun, yang paling penting bukan kemampuan membaca, tetapi fondasi yang mendukung proses belajar anak,” jelas psikolog pendidikan, Gita Aulia Nurani, M.Psi, pada kumparanMOM, Kamis (28/5).
Fondasi yang dimaksud meliputi kemampuan bicara dan memahami bahasa, fokus perhatian, koordinasi tangan, rasa ingin tahu, hingga kemampuan mengikuti instruksi sederhana. Semua kemampuan ini akan membantu anak lebih siap saat mulai belajar akademik nantinya.
Fondasi Belajar Anak Lebih Penting daripada Calistung
Dalam konsep Pyramid of Learning, usia 4–5 tahun masih berada di lapisan dasar atau fondasi perkembangan. Sementara kemampuan akademik seperti membaca dan menulis berada di bagian puncak piramida.
Artinya, kemampuan akademik baru bisa berkembang optimal jika kemampuan dasar anak sudah matang terlebih dahulu, Moms.
“Tanpa fondasi ini, belajar calistung justru bisa lebih sulit dan berisiko membuat anak tertekan,” ujar Gita.
Karena itu, anak usia prasekolah idealnya lebih banyak belajar lewat bermain, bergerak aktif, eksplorasi, dan interaksi sosial. Mengenalkan huruf dan angka tetap boleh dilakukan sejak dini, tetapi sebaiknya dikemas dengan cara bermain dan tanpa tekanan berlebihan, ya, Moms.
Kesiapan Sekolah Bukan Hanya Bisa Membaca
Psikolog pendidikan juga mengingatkan bahwa kesiapan masuk sekolah bukan hanya soal anak sudah bisa membaca. Kesiapan emosi, kemandirian, dan kemampuan berinteraksi, juga sama pentingnya untuk membantu anak beradaptasi di lingkungan sekolah.
Anak yang dipaksa belajar terlalu dini berisiko mengalami stres dan kehilangan minat belajar dalam jangka panjang. Sementara pembelajaran formal umumnya baru lebih siap dilakukan saat anak mendekati usia 6–7 tahun.
“Setiap anak punya waktunya masing-masing. Jadi kalau anak usia 4–5 tahun belum bisa membaca, belum tentu ada yang salah,” tuturnya.
Karena itu, dibanding fokus mengejar calistung, orang tua sebaiknya memastikan fondasi belajar anak sudah berkembang dengan baik. Sebab anak dengan fondasi yang kuat akan lebih siap belajar membaca pada waktunya nanti.
