Bukan Lihat Hantu, Balita Suka Ngomong Sendiri karena Sedang Belajar Hal Baru
ยทwaktu baca 3 menit

Banyak orang tua yang beranggapan bahwa balita punya kemampuan berkomunikasi dengan makhluk gaib atau hantu. Biasanya anggapan itu muncul lantaran balita seringkali terlihat berbicara sendiri dan tampak sangat bahagia, seolah-olah sedang berbicara dengan sosok yang menyenangkan.
Lantas, benarkah itu merupakan tanda bahwa balita sedang berbicara dengan makhluk gaib? Dan apakah kebiasaan itu normal bagi balita?
Yuk simak penjelasannya berikut ini.
Alasan Kenapa Balita Sering Bicara Sendiri
Dikutip dari Today's Parent, psikolog Ester Cole menyebut, kebiasaan anak balita berbicara sendiri adalah hal yang wajar. Bahkan itu merupakan bagian dari proses tumbuh kembangnya, dan hal ini tak berkaitan dengan mistis.
"Anak-anak sedang mengeksplorasi dunianya dan melatih kemampuan bahasanya, sama seperti saat mereka latihan berjalan. Mereka sedang mempelajari hubungan atas sesuatu dan melatih diri mereka sendiri untuk memahami hal baru yang sedang dipelajari," tuturnya.
Hal senada juga dijelaskan oleh psikolog yang juga ahli perkembangan anak dari Rusia, Vygotsky. Menurutnya, anak kerap berbicara sendiri untuk berimajinasi, mengekspresikan emosi dan fantasinya.
Tidak hanya itu, bicara sendiri kerap dilakukan anak dalam rangka membimbing diri sendiri saat bermain atau ketika sedang berada di sekolah. Terkait hal ini, anak-anak yang sering bicara sendiri diketahui memiliki keterampilan bahasa ekpresif yang lebih tinggi.
Vygotsky menemukan peran perkembangan kognitif dalam kegiatan bicara sendiri. Menurut pandangannya, bicara sendiri memungkinkan anak secara sadar mengarahkan proses berpikirnya. Periode ini merupakan transisi dari tahapan bicara sosial awal dan berbicara dalam hati menuju pada kemampuan untuk melakukan kontrol internal terhadap perilaku. Ia juga menilai kebiasaan anak bicara sendiri di awal usia sekolah.
Selain itu berbicara sendiri berperan pada kemampuan regulasi diri, atau kemampuan anak untuk mengontrol perilakunya. Kebiasaan ini biasanya meningkat ketika anak mencoba menyelesaikan tugas atau problem solving yang sulit sendirian, tanpa bantuan orang dewasa. Mungkin anak yang sedang bingung mengatasi masalahnya memang harus mengungkapkan apa yang ada di pikirannya, keras-keras!
Lantas, adakah hal yang harus dilakukan oleh orang tua terkait hal ini? Atau, bagaimana sebaiknya kita, sebagai orang tua, menyikapi anak yang suka bicara sendiri?
Dukung anak dengan memberikannya ruang, Moms. Berikut yang perlu dilakukan orang tua untuk mendukung perkembangan balita yang suka bicara sendiri:
- Melakukan permainan sendiri
- Bermain bersama lain di taman bermain, atau mengundang satu atau dua orang teman main ke rumah
- Bicara sendiri ketika bermain tanpa dikritik atau diejek
- Membaca buku dengan kata-kata yang mengandung rima
- Menunjuk kata pada buku cerita saat membacakannya
- Menceritakan kembali kegiatannya seharian
- Menceritakan urutan sebuah kejadian.
