Cara agar Pemenuhan Kebutuhan Nutrisi Anak Balita Lebih Optimal

Memastikan tumbuh kembang anak balita berjalan sebagaimana mestinya merupakan hal penting. Sebab, yang Anda berikan pada si kecil akan mempengaruhi hidupnya kelak.
Karenanya, pastikan Anda tengah memberi asupan nutrisi yang tepat. Yang seperti apa? Yaitu dari aneka jenis makanan, Moms. Sebab tidak ada satu sumber makanan yang mengandung semua nutrisi yang dibutuhkan.
Lebih lanjut, agar tumbuh kembang anak semakin maksimal, berikut 5 caranya:
1. Pilih Bahan Makanan Segar dan Baca Label Makanan
Cara pertama adalah dengan memilih bahan makanan segar. Usahakan untuk membeli buah segar dibanding minuman jus, gandum utuh dengan buah dibandingkan dengan produk serealia.
Sementara jika Anda terpaksa harus membeli makanan kemasan, sesekali tak masalah. Maka jangan lupa untuk membaca dengan cermat label yang tertera. Ini dilakukan untuk mengetahui atau menghindari kandungan yang dapat membahayakan, seperti kandungan gula dan minyak yang terhidrogenasi.
"Jangan lupa baca label makanan karena khawatir (terdapat) gula tambahan yang mengganggu kesehatan, jadi dibaca betul. Kalau minuman pilihlah yang tidak mengandung energi buat anak, yang penting anak terhindar dari dehidrasi," jelas Prof. Dr. dr. Saptawati Bardosono, MSc, dalam acara Journalist Masterclass di FKUI, Salemba, Jakarta pada (27/1).
2. Selalu Menyediakan Sayur dan Buah
"Ini masalah di Indonesia, kita tidak mengkonsumsi sayur buah dengan baik. Lebih dari 90 persen orang Indonesia di atas 10 tahun tidak mengkonsumsi sayur buah yang benar dan tercukupi," ungkap professor gizi medik itu.
Ya Moms, agar tumbuh kembang anak lebih optimal, Anda perlu menyediakan sayur dan buah dari jenis yang berbeda. Kemudian sajikan sesuai porsi anak, antara 3 sampai 5 mangkok setiap hari untuk menghindari defisiensi zat besi, vitamin A, iodium hingga vitamin B.
Lalu bagaimana bila anak tidak menyukai buah dan sayur secara langsung? "Orang tua harus pandai mengantisipasi berkreasi (mengolah) buah dan sayur. Perkenalan tidak hanya sekali memang (sampai) 10 kali baru dia terekam rasa sayur dan buah," kata dr Saptawati.
Jadi Anda bisa mengolah aneka sayur dan buah, misalnya dengan cara: digoreng, diolah menjadi sup, hingga dibuat menjadi karakter yang lucu dan menarik. Selain itu ajak anak saat Anda memasaknya ya, Moms!
3. Pastikan Anak Menghabiskan Makanannya
Moms, memenuhi kebutuhan nutrisi anak memang menjadi kewajiban. Namun bukan berarti Anda menghidangkan dalam porsi besar. Justru Anda harus menyesuaikan dengan usia anak balita.
Bagaimana caranya agar si kecil mau menghabiskan makanannya? Anda harus membuatnya menjadi menarik dan dalam suasana yang mendukung, tidak sambil diburu-buru contohnya.
"Makan enak sesuai selera, kalau tidak enak pasti (anak) buang muka. Nah, orang tua harus responsif. Jangan memaksakan kehendak kita tapi keinginan anak yang diikuti kemauannya, pasti mau makan," tambahnya.
4. Jadi Role Model untuk Anak
Cara selanjutnya adalah menjadi role model bagi anak. "Kalau ibunya tidak sarapan karena ingin langsing jangan berharap anaknya mau sarapan," tegas dr Saptawati.
Ya Moms, anak akan memperhatikan dan menirukan apa yang Anda dan ayah konsumsi. Karenanya, bila Anda dan pasangan ingin si kecil lahap saat menyantap buah dan sayur, maka jadilah role model yang baik untuknya.
