Cara Alami Obati Eksim pada Bayi

30 November 2021 12:50
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Cara Alami Obati Eksim pada Bayi. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Cara Alami Obati Eksim pada Bayi. Foto: Shutterstock
ADVERTISEMENT
Dermatitis atopik atau eksim merupakan peradangan pada kulit yang rentan menyerang anak, terutama yang masih bayi. Kondisi ini biasanya ditandai dengan adanya bercak merah atau bersisik, kulit kering dan disertai sensasi gatal pada salah satu atau beberapa anggota tubuh, seperti wajah, leher, siku, lutut, dan pergelangan kaki si kecil.
ADVERTISEMENT
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dalam laman resminya menjelaskan bahwa hingga kini belum diketahui pasti faktor penyebab eksim. Namun sebagian diketahui terjadi karena perubahan suhu, penggunaan produk perawatan kulit bayi (sabun atau lotion), hingga handuk atau pakaian yang dikenakan si kecil. Pada beberapa kasus, eksim juga diketahui berkaitan dengan faktor keturunan atau riwayat dalam keluarga.
Masalah ini juga dapat terjadi pada kulit bayi akibat alergi. Misalnya, alergi terhadap makanan tertentu (susu sapi, telur ayam, ikan laut, kacang-kacangan, dan lainnya) atau mungkin saja karena alergi terhadap debu, serbuk sari, dan bulu binatang.
Untuk membantu redakan eksim pada bayi, ada beberapa cara alami yang dapat orang tua coba.

Cara Alami Obati Eksim pada Bayi

Cara Alami Obati Eksim pada Bayi. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Cara Alami Obati Eksim pada Bayi. Foto: Shutterstock
Hindari Pencetus Iritasi
ADVERTISEMENT
Bila curiga bayi alami eksim karena iritasi akibat perubahan suhu, penggunaan produk perawatan kulit hingga karena handuk atau pakaian yang dikenakannya, coba atasi dengan mengindari pencetusnya.
Pilih pakaian dari bahan katun untuk bayi, hindari pakaian yang terlalu ketat atau tebal, juga pakaian yang terbuat dari bahan yang bersifat iritan seperi wol atau sintetik).
Bila hendak memandikan bayi, cobalah gunakan sabun dengan pH netral dan mengandung pelembab.
Orang tua mungkin juga perlu mempertimbangkan untuk mengganti detergen yang digunakan untuk mencuci pakaian hingga sprei dan selimut bayi.
Lidah buaya Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Lidah buaya Foto: Pixabay
Lidah Buaya
Lidah buaya telah lama digunakan sebagai pelembab alami yang sangat baik untuk kesehatan kulit. Babygaga melansir, sebuah studi yang dilakukan tahun 2015 membuktikan bahwa lidah buaya sangat membantu dalam pengobatan eksim karena kandungan antioksidannya bisa menyembuhkan luka.
ADVERTISEMENT
Cara penggunaannya? Cukup oleskan sedikit demi sedikit gel lidah buaya ke kulit bayi yang tampak iritasi, pecah-pecah atau meradang.
Minyak Kelapa
Minyak kelapa juga baik untuk melembabkan kulit bayi dan bisa membantu mengatasi eksim pada bayi atau masalah kulit lainnya. Selain itu, minyak kelapa juga dapat meredakan pembengkakan dan kemerahan, serta mencegah pertumbuhan bakteri pada kulit bayi Anda.
Cukup tuang beberapa tetes minyak kelapa ke telapak tangan Anda. Kemudian, oleskan dengan lembut ke kulit bayi yang alami eksim.
Oat
Losion yang mengandung oatmeal koloid kerap dipercaya ampuh atasi mengurangi gejala eksim, seperti gatal dan peradangan. Healthline melansir, ini karena oatmeal koloid memiliki sifat anti-inflamasi dan antioksidan.
Ilustrasi madu Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi madu Foto: Shutterstock
Madu
Madu mengandung sifat antibakteri dan antiinflamasi. Salah satu studi menemukan bahwa penggunaan madu sangat efektif untuk obati luka bakar dan masalah kulit lainnya, seperti eksim.
ADVERTISEMENT
Vitamin B12
Ada beberapa bukti yang menunjukkan bahwa vitamin B12 dapat membantu mengurangi eksim pada bayi maupun balita. Vitamin B12 ini biasanya terkandung makanan, seperti salmon, daging sapi, tuna, sarden, bayam, susu, dan masih banyak lagi.
Selain itu, di pasaran juga dijual salem dengan kandungan vitamin B12 untuk mengatasi masalah kulit bayi. Namun sebaiknya, berkonsultasi lah terlebih dulu dengan dokter anak sebelum menggunakannya pada bayi ya, Moms.
Begitu juga bila eksim tak kunjung mereda selama beberapa hari atau bahkan menetap berminggu-minggu. Lebih baik, bawa si kecil ke dokter agar dapat diperiksa dengan saksama.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020