kumparan
search-gray
Mom26 Juni 2020 12:15

Cara Aman Buang Sampah Pecahan Kaca Rumah Tangga

Konten Redaksi kumparan
Ilustrasi sampah kaca PTR
Ilustrasi sampah kaca. Foto: Shutterstock
Keluarga Anda pasti memproduksi limbah rumah tangga setiap harinya. Mengutip laman Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tahun 2019, sampah di Indonesia yang dihasilkan secara nasional sebesar 175.000 ton per hari, terdiri atas: 50 persen sampah organik, plastik sebesar 15 persen, kertas sebesar 10 persen, dan sisanya terdiri dari logam, karet, kain, kaca, dan lain-lain.
ADVERTISEMENT
Ya Moms, Anda pasti rutin membuang sampah rumah tangga ke petugas setempat. Metode yang biasanya digunakan adalah: buang sampah di tempatnya yang sebelumnya sudah diberi plastik terlebih dahulu. Lalu apabila sampah sudah memenuhi plastik, Anda cukup mengikat bagian atas plastik agar sampah tidak berceceran, kemudian menaruhnya di depan rumah untuk diambil oleh petugas kebersihan.
Ilustrasi sampah kaca
Ilustrasi sampah kaca. Foto: Shutterstock
Tapi, Moms, tahukah Anda bahwa membuang sampah terutama pecahan kaca bisa saja melukai petugas kebersihan?
Oleh sebab itu, Anda harus lebih berhati-hati bila hendak membuat sampah yang sekiranya bisa membahayakan orang lain. Lantas bagaimana cara yang benar membuang sampah pecahan kaca agar tidak melukai orang lain?
Berikut beberapa cara yang bisa Anda lakukan:
Ilustrasi sampah kaca
Ilustrasi sampah kaca. Foto: Shutterstock
  1. Siapkan kertas bekas dan kain tebal. Untuk ukurannya bisa disesuaikan dengan sampah kaca yang dibuang. Bila ingin membungkusnya dengan kain, Anda bisa menggunakan pakaian bekas yang sudah tidak laik pakai dan robek, Moms.
ADVERTISEMENT
  1. Taruh sampah kaca tersebut di atas kertas bekas dan bungkus. Kemudian dilanjutkan dengan membungkusnya dengan kain bekas.
  1. Ambil palu dan pecahkan sampah kaca tersebut menjadi ukuran kecil. Pastikan Anda melakukannya dengan hati-hati, dan sebisa mungkin jauhkan dari anak.
  1. Setelah itu, ambil sampah kaca yang sudah terbungkus kain dan masukan ke dalam kotak kardus. Bila ada bagian kardus yang terbuka, Anda bisa merekatkannya dengan selotip.
  1. Tuliskan peringatan di selembar kertas putih dan usahakan menggunakan spidol berwarna merah, misalnya "Bahaya! Ada Pecahan Kaca".
  1. Terakhir, saat ingin membuangnya di tempat sampah, taruh kotak isi kaca tersebut paling atas.
Mudah kan, Moms? Jadi, tidak ada salahnya ya melakukan hal tersebut untuk menghindari orang lain terluka. Jangan lupa, beri tahu juga informasi ini pada keluarga Anda di rumah.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
sosmed-whatsapp-white
sosmed-facebook-white
sosmed-twitter-white
sosmed-line-white