Cara Ampuh Menghilangkan Napas Grok-grok pada Bayi Berdasarkan Penyebabnya
ยทwaktu baca 3 menit

Bunyi napas bayi yang terdengar grok-grok sering kali menjadi keluhan orang tua. Tak jarang muncul kekhawatiran si buah hati akan susah bernapas atau bahkan merasa sesak jika terus dibiarkan.
Namun, Anda tak perlu khawatir berlebihan, Moms. Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dalam laman resminya, masalah ini tergolong tidak berbahaya selama tidak diiringi dengan gejala-gejala lain.
IDAI hanya merekomendasikan agar orang tua menjauhkan si kecil dari hal-hal yang dapat memperparah masalah pernapasan ini. Contohnya asap rokok, bulu binatang, debu, dan tungau di dalam rumah.
Selain itu, agar bayi bernapas lebih lega, Anda bisa menerapkan cara ampuh menghilangkan napas grok-grok pada bayi dalam artikel ini, Moms!
Kenapa Napas Bayi Berbunyi Grok-grok?
IDAI menjelaskan bahwa napas yang berbunyi grok-grok disebabkan oleh penumpukan lendir dalam saluran pernapasan bayi. Pada dasarnya, dinding saluran napas setiap manusia menghasilkan cairan lendir yang fungsinya banyak, salah satunya memerangkap zat asing yang terbawa udara agar saluran napas tidak terganggu.
Lendir yang dibawa dari saluran napas akan sampai di tenggorokan. Bila jumlahnya lebih banyak dari biasanya, maka akan merangsang refleks batuk untuk mendorong gumpalan lendir itu keluar.
Selain itu, saat udara atau napas melewati cairan lendir itu, akan timbul suara grok-grok. Suara tersebut juga bisa disebabkan oleh kondisi laryngomalacia.
Dikutip dari laman Healthy Children, laryngomalacia terjadi ketika jaringan di laring (kotak suara) jatuh ke dalam saluran napas saat bayi menghirup udara, sehingga menyebabkan napas berbunyi (stridor).
Cara Ampuh Menghilangkan Napas Grok-Grok pada Bayi
Berikut ini cara ampuh menghilangkan napas grok-grok pada bayi berdasarkan penyebabnya.
1. Penumpukan Lendir
Untuk mengurangi penumpukan lendir, Anda bisa menggunakan alat penghisap lendir khusus bayi atau suction bulb. Menurut Baby Center, sebelum mulai menyedot lendir, orang tua harus memasukkan sedikit larutan air garam (saline) ke hidung bayi untuk mencairkan lendirnya.
Caranya dengan membaringkan anak terlebih dahulu. Kemudian angkat dagunya, lalu teteskan 2-3 tetes larutan garam ke setiap lubang hidung. Setelah itu, gunakan suction bulb sesuai panduan produknya untuk mengeluarkan lendir berlebih dari hidung anak.
2. Laryngomalacia
Menurut laman Cleveland Clinic, laryngomalacia umumnya akan hilang dengan sendirinya dalam waktu 1-2 tahun. Namun, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk membuat si kecil nyaman, yakni:
Berikan makanan lebih sering untuk mengganti kalori dan nutrisinya yang hilang.
Jika si kecil masih mengonsumsi susu formula, tingkatkan kekentalan susu atau makanan lain yang dikonsumsinya agar makanan itu tidak naik kembali ke kerongkongan.
Pastikan anak tidur dengan bagian kepala yang lebih tinggi untuk membantu membuka jalan napasnya.
Kapan Harus Membawa Bayi ke Dokter?
Dalam laman WebMD dijelaskan bahwa apabila bayi mengalami gejala berikut ini, sebaiknya segera bawa ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Laju pernapasan yang terus meningkat, lebih dari 60 napas per menit.
Sianosis yang artinya darah biru karena tidak mendapatkan cukup oksigen dari paru-paru. Kondisi ini ditandai dengan bibir dan lidah biru karena area itulah yang mendapat banyak aliran darah.
Bayi tidak dapat menyusu dengan benar atau menolak menyusu.
Energi bayi menurun drastis sehingga kelihatan lemas.
Demam.
Baca Juga: Waspada Bayi Demam saat Tumbuh Gigi, Bisa Jadi Si Kecil Infeksi!
