Kumparan Logo

Cara Asyik Ajarkan Sains pada Anak selama #DiRumahAja

kumparanMOMverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ibu mendampingi anak belajar. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ibu mendampingi anak belajar. Foto: Shutterstock

Aktivitas yang terbatas selama beberapa minggu belajar dari rumah, bisa membuat semangat belajar anak ikut menurun. Tak heran bila ia merasa belajar tak lagi menyenangkan, apalagi mengerjakan tugas ilmu pengetahuan alam atau sains yang membuat anak harus melakukan beberapa praktik.

Namun, dengan keterbatasan informasi dan peralatan, praktik sains pun jadi sulit dilakukan selama di rumah aja. Tapi sebenarnya hal ini ada solusinya, Moms. Sebab, ada beberapa cara sederhana yang bisa Anda lakukan di rumah agar anak gemar belajar sains dan bisa bereksperimen.

Herman Hadiwijaya, pengajar dalam segmen Program Belajar dari Rumah TVRI 'X-Sains', sekaligus pelatih Olimpiade Matematika dan Sains Internasional (IMSO), memberikan tips untuk orang tua agar anak gemar belajar sains di rumah. Apa saja?

Ilustrasi anak belajar sains di rumah. Foto: Shutterstock

1. Banyak Membaca

Seperti yang sudah kita ketahui, membaca adalah gudang ilmu untuk memperoleh ilmu pengetahuan. Oleh sebab itu, pria yang akrab disapa Kak Herman ini menyarankan sebelum mengajarkan anak tentang sains, penting bagi orang tua menanamkan rasa senang dan menghilangkan rasa malas membaca terlebih dulu.

"Salah satu cara untuk menghilangkan rasa malas tersebut, kami biasanya tanamkan ke anak untuk banyak membaca yang dibarengi dengan gambar. Gambar dapat membuat kita makin antusias. Terutama jika gambarnya berwarna-warni," kata Kak Herman kepada kumparanMOM pada Kamis (23/4).

Ilustrasi ibu dan anak memasak kue sebagai eksplorasi sains sederhana di rumah. Foto: Shutterstock

2. Membuat Eksplorasi Sendiri

Bila di kelas, guru yang mendampingi langsung umelakukan praktik dan eksplorasi, kini saat di rumah aja, tugas orang tua untuk lebih kreatif mengajarkan sains pada anak. Kak Herman mengatakan, orang tua bisa memilah dan memilih eksplorasi mana yang tepat untuk anak pada usianya.

"Misalnya bisa mengenalkan siklus air. Bisa dibuatkan sebuah percobaan sederhana dengan bahan dan peralatan yang ada di rumah. Seperti mangkuk, gelas, plastik, air, dan lain sebagainya. Lalu minta anak untuk menganalisis sendiri proses yang terjadi," papar guru yang juga mengajar di Klinik Pendidikan MIPA (KPM) bersama Ridwan Hasan.

Atau bila dirasa sulit, Anda juga bisa mengajak anak untuk membuat kue. Sebab, kue termasuk percobaan perubahan wujud zat. Misalnya apakah itu termasuk perubahan kimia atau fisika. Semua bisa dieksplor sesuai kreativitas Anda, Moms.

Ilustrasi ibu menemani anak belajar. Foto: Shutterstock

3. Membuat Kuis

Setelah bermain sambil belajar, Kak Herman biasanya meminta anak untuk mengevaluasi eksplorasi apa yang sudah dilakukan. Misalnya Anda bisa membuat kuis sederhana tentang tanya jawab siklus air, bagaimana air mengalir, perubahan apa saja yang terjadi, dan lain sebagainya.

"Membuat kuis singkat yang membuat anak-anak semangat," tutupnya.

Nah Moms, mudah bukan untuk mengajarkan sains pada anak selama di rumah aja? Yuk, coba bersama si kecil!

kumparan post embed