Cara Atasi Anak yang Mudah Lupa

Lupa menjadi salah satu sifat yang wajar dialami orang dewasa bahkan seorang anak sekali pun. Lupa sendiri dapat disebabkan oleh beberapa faktor, seperti kesehatan dan kebiasaan-kebiasaan buruk yang dapat memengaruhi kesehatan otak pada anak. Namun, bagaimana jika hal itu sering terjadi pada si kecil? Apa yang dapat dilakukan orang tua untuk mengatasi masalah tersebut?
Ya, ini memang menjadi peran Anda sebagai orang tua untuk membantu si kecil untuk dapat kembali meningkatkan daya ingat mereka. Nah Moms, berikut ini adalah beberapa cara yang dapat dilakukan orang tua untuk membantu mengatasi anaknya yang mudah lupa seperti dilansir laman Sahabat Keluarga - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.
Cara Atasi Anak yang Mudah Lupa
1. Ajari anak mandiri
Sebagai orang tua, jangan terlalu sering membuat anak bergantung dengan orang lain, apalagi jika si kecil sudah bersekolah. Anda pun dapat melatihnya untuk mandiri dengan mengajarinya menyimpan benda-benda pribadinya sendiri seperti menaruh sepatu di rak sepatu, menyimpan tas di atas meja belajar, dan mainan di tempat mainnya.
Jika si kecil sudah dilatih mandiri untuk meletakkan barang-barang keperluannya pada tempatnya, ia akan mudah mengingat letak tersebut pada saat hendak mengambilnya kembali.
2. Beri pertanyaan untuk merangsang ingatan anak
Anak bisa saja lupa dengan kegiatan yang dilakukannya pada suatu hari. Namun, semakin sering Anda mengingatkannya, hal itu dapat membuat si kecil terbiasa diingatkan dan tidak mandiri dalam mengingat sesuatu.
Agar ia belajar mengingat, Anda dapat memberikan beberapa pertanyaan tertentu untuk merangsang ingatan atau memori si kecil. Misalnya saja, 'Kalau jam segini, biasanya kamu melakukan apa, Nak?' (mengingatkan anak untuk pergi mengaji) atau 'Mainan punya adik yang berada di meja itu sudah lama kamu pinjam?' (untuk mengingatkannya segera mengembalikan).
3. Membuat jadwal harian
Bersama si kecil, coba bimbing ia untuk selalu membuat jadwal atau agenda harian yang menyangkut rutinitasnya setiap hari. Di jadwal tersebut bisa dituliskan jenis kegiatan dan waktunya.
Supaya jadwal harian itu mudah dibaca, Anda dapat membuatnya dengan model tabel dan ditulis secara urut sesuai rutinitas yang dilakukan anak dari pagi hingga malam hari. Contohnya, jadwal bangun tidur, salat, mandi pagi, sarapan, berangkat sekolah, pulang sekolah, dan sebagainya.
4. Berikan pujian saat anak bisa mengingat dengan baik
Saat si kecil mengingat dengan baik saat menaruh benda-benda miliknya, misalnya, jangan lupa untuk memujinya. Sebab, pujian tersebut akan memotivasi anak untuk tidak menjadi pelupa. Berikanlah pujian yang wajar dan tidak perlu berlebihan ya, Moms.
Nah, itulah 4 cara yang dapat Anda lakukan kepada si kecil jika ia mudah lupa. Semoga bermanfaat!
