Kumparan Logo

Cara Bantu Anak agar Lebih Percaya Diri

kumparanMOMverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi anak percaya diri. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak percaya diri. Foto: Shutter Stock

Percaya diri merupakan salah satu faktor terpenting bagi perkembangan emosi anak. Tak hanya berpengaruh terhadap prestasinya kelak, sikap percaya diri juga berperan dalam kemampuan anak melihat dirinya sendiri, Moms.

Lewat rasa percaya diri, anak mampu bersosialisasi dan menjalin relasi, bisa menilai kelebihan dan kekurangan dalam dirinya, serta mampu memaksimalkan kemampuannya dalam menghadapi tantangan. Oleh karena itu, orang tua berkewajiban membantu si kecil menumbuhkan sikap tersebut. .

Mengutip dari buku "Seri Pendidikan Orang Tua: Membantu Anak Percaya Diri" yang ditulis oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, berikut ini 6 hal yang bisa dilakukan orang tua untuk membantu anak lebih percaya diri:

Ilustrasi anak percaya diri. Foto: Shutterstock

1. Menumbuhkan Motivasi

Anak terlahir dengan motivasi dari dalam dirinya. Orang tua berperan dalam mengembangkan motivasi dalam diri si kecil, alias bukan hanya memupuk motivasi dari luar dirinya.

Maksudnya, ajari anak untuk bisa memotivasi dirinya sendiri bukan karena ada imbalan melainkan karena dia memang ingin melakukannya sendiri. Contohnya, anak ingin tidur tepat waktu karena tidak ingin terlambat sekolah besok pagi.

2. Bijak Memuji Anak

Kebanyakan orang tua memuji anaknya secara berlebihan. Sebaiknya, puji si kecil dengan fokus kepada kepuasan dari dalam dirinya sendiri, melakukannya dengan spontan, memuji usahanya bukan hasilnya, memuji dengan tulus atau tidak ada maksud tertentu, dan memberikan pujian secara spesifik.

Contohnya, berikan pujian ketika ia melakukan kemajuan yang baik seperti "Tulisanmu rapi sekali, Nak!" atau "Ibu senang melihatmu terus mencoba mengerjakan tugas sendiri, padahal susah ya, Nak?".

Ilustrasi ibu memuji anak Foto: Shutterstock

3. Kritik Anak dengan Cara yang Baik

Kritik bukan melulu jadi sesuatu yang buruk dan menyakitkan, selama dilakukan dengan cara yang baik, Moms. Bila ingin memberikan kritikan, sampaikan secara spesifik kesalahannya, bukan menjurus pada pribadinya.

Selain itu dengarkan dan terima perasaan anak, gunakan kata 'seandainya' untuk menunjukkan efek positif di masa mendatang, dan bantu anak memahami tindakannya agar kesalahannya bisa diperbaiki.

Contohnya, katakan pada anak bila ia mainannya berantakan, akan sulit dicari kembali. "Seandainya kamu merapikan mainanmu setiap habis main, gampang mencarinya ketika ingin dipakai lagi".

4. Mendukung Kemampuan Anak

Agar si kecil lebih percaya diri dengan kemampuannya, cobalah untuk memberikan kesempatan pada anak, untuk banyak mencoba kegiatan baru sesuai minat dan menyediakan fasilitas agar anak bisa menyalurkan kemampuannya. Misalnya bila anak suka melukis, belikan saja alat lukis sederhana untuk digunakannya.

Ilustrasi bakat melukis pada anak. Foto: Shutterstock

5. Memberi Pilihan dan Waktu

Memberikan pilihan artinya memberikan kesempatan pada anak untuk mencoba mengatasi masalahnya sendiri. Ya, Moms, tidak melulu langsung Anda bantu saat si kecil menemui masalah. Berikan waktu si kecil untuk berproses, supaya kelak ia tak selalu bergantung dengan Anda.

6. Menjalin Hubungan yang Menyenangkan

Hubungan baik antar orang tua dan anak akan menumbuhkan rasa aman, nyaman, dan menyenangkan baginya. Sehingga rasa percaya diri anak lambat laun akan tumbuh. Misalnya kegiatan anak seperti bermain dan bercanda yang dilakukan bersama secara rutin bisa mempererat hubungan antara Anda dan si kecil, Moms,

Nah selain hal di atas, adakah yang Anda lakukan untuk menumbuhkan rasa percaya diri anak? Bagikan di kolom komentar yuk, Moms!