Cara Berbicara pada Anak Tentang Kematian Hewan Peliharaan
·waktu baca 2 menit

Memiliki hewan peliharaan bisa membuat anak-anak lebih bahagia. Hewan peliharaan juga bisa membantu anak mengembangkan empati hingga meningkatkan keterampilan sosial dan fisik anak. Namun, bagaimana bila hewan peliharaan kesayangan anak mati?
Ya Moms, ini adalah situasi sulit yang bisa saja Anda hadapi. Tentu saja bukanlah hal mudah memberitahu kabar duka ini ke si kecil. Tapi bagaimana pun ia harus tahu apa yang terjadi.
Cara Jelaskan ke Anak soal Kematian Hewan Peliharaan
Jujur
Penting untuk jujur kepada anak Anda dan menjawab pertanyaan mereka dengan cara yang sesuai dengan usianya. Anak-anak mungkin mengajukan pertanyaan mengapa hewan peliharaannya mati atau bisa juga ia bertanya apakah kematian hewan peliharannya itu akibat ulahnya.
Biasanya, anak-anak berusia antara 3 hingga 5 tahun tidak memahami bahwa kematian itu adalah hal yang permanen. Anak-anak mulai memahami konsep kematian seiring pertumbuhan mereka.
Namun, pada usia yang lebih muda pun Anda dapat menjelaskan bahwa ketika hewan peliharaan mati, mereka tidak akan kembali. Bersikaplah lugas agar kematian tersebut tak membingungkan anak-anak.
Ungkapkan Perasaan Anda
Salah satu kekhawatiran utama adalah bagaimana orang tua mengelola kesedihan sambil membantu si kecil mengatasi kesedihannya. Joshua Russell, PhD, profesor dan direktur program antrozoologi di Canisius College, mengatakan bahwa hal itu sangat tepat.
“Emosi orang tua penting dan terkadang cukup jelas bagi anak-anak,” katanya dikutip Parents.
Artinya menyembunyikan air mata dari anak-anak bukanlah hal yang tepat. Sebaliknya, orang tua bisa mengungkapkan kesedihan agar anak tidak merasa kehilangan sendiri.
Orang tua juga idealnya memberitahu anak-anak tentang kesedihan. Pakar menyebut, memvalidasi kesedihan adalah salah satu elemen paling penting dalam proses penyembuhan.
Bicarakan tentang Kematian Hewan
Kehilangan hewan peliharaan memang berat. Jadi hal yang wajar apabila anak-anak ingin terus membicarakannya. Jangan takut untuk terus melakukan percakapan ini.
Pam Regan, seorang psikolog sosial dan ahli statistik di California State University Los Angeles, percaya bahwa percakapan terbuka tentang hewan kesayangan akan menawarkan hubungan yang kuat antara orang tua dan anak.
“Membicarakan makhluk ketiga itu membuat Anda berdua semakin dekat. Ini adalah pengalaman bersama; ini adalah cinta bersama," ujarnya.
