Kumparan Logo

Cara Beri Tahu Kabar Kehamilan pada Anak

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Anak sulung dan ibu hamil. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Anak sulung dan ibu hamil. Foto: Shutter Stock

Setiap pasangan memiliki keinginan berbeda dalam jumlah anak yang dimiliki. Saat Anda berencana hamil atau menambah anak kedua, ketiga, dan seterusnya, maka yang tidak kalah penting untuk diajak bicara adalah anak yang lebih dulu lahir. Ya Moms, memberi tahu anak bahwa Anda hamil lagi dan ia akan menjadi seorang kakak merupakan momen penting. Meski begitu, orang tua perlu memahami bahwa respons setiap anak mungkin bisa berbeda-beda. Ini termasuk pada kepribadian dan tingkat pengertian anak. Bagi anak yang sudah lebih besar, kemungkinan ia akan cepat menangkap pesan yang disampaikan Anda. Namun, bagi yang masih berusia balita, Anda perlu menjelaskan dengan bahasa yang mudah dimengerti olehnya. Baby Center melansir, ini bisa dimulai dari kapan waktu yang tepat untuk memberi tahunya. Misalnya, pastikan suasana hati anak sedang baik. Kemudian carilah waktu di saat sedang suasana santai dan anak tidak sedang menghadapi stres. Hal ini dilakukan agar anak memiliki waktu untuk memproses informasi yang ia dengar, serta mengajukan pertanyaan bila anak menginginkannya. Anda juga mungkin dapat menunggu sampai setelah trimester pertama untuk menyampaikan kabar bahagia tersebut kepada anak. Sebab, risiko keguguran pada seseorang sudah menurun ketika memasuki usia kehamilan trimester kedua. Atau, tak ada salahnya membuat ia menyadarinya sendiri saat melihat perut ibunya mulai membesar. Beberapa wanita juga bisa mengalami mual, muntah, pegal, atau lelah saat di awal kehamilan. Mengingat usia anak masih kecil, sebisa mungkin hindari menghubungkan gejala yang Anda alami dengan kehamilan. Bilang saja, "Nak, ibu lagi lelah dan sedang tidak enak badan. Ibu istirahat dulu, ya.". Sebab, beberapa anak bisa jadi menyalahkan bayi yang ada di perut ibunya sebagai penyebab tidak enak badan, serta membuat si kecil tidak bisa bermain dengan sang ibu.

Bagaimana Cara Ibu Menyampaikan Kabar Kehamilan kepada Anak?

Setiap ibu memiliki caranya masing-masing. Tetapi, tidak ada salahnya apabila Anda memberikan 'pemanasan' kepada si kecil sebelum menyampaikan kabar kehamilan Anda. Misalnya, Anda bisa mulai membacakan cerita anak-anak tentang saudara kandung. Atau mungkin bisa dihubungkan kepada beberapa teman anak yang memiliki kakak dan adik. Lalu, berkata "Suatu hari nanti kamu juga mungkin punya adik laki-laki atau perempuan, lho!" Beberapa anak juga senang mendengar seperti apa orang tua mereka ketika masih kecil dengan saudara-saudaranya. Anda pun bisa menceritakan bagaimana perasaannya saat pertama kali orang tua membawa pulang adiknya setelah lahir: "Ketika kakek nenek kamu waktu itu membawa pulang adik laki-laki, ibu sempat tidak yakin. Tapi, kemudian ibu senang karena memiliki teman untuk diajak bermain." Ketika sudah terbangun suasana positif dan si kecil mulai memahami tentang makna saudara, tips selanjutnya adalah bicarakan tentang kehamilan Anda dan bagaimana ia harus bersiap untuk menjadi seorang kakak. Pakailah bahasa yang positif dan sederhana. Misalnya, "Nak, di perut ibu sedang tumbuh seorang bayi, lho! Kamu akan menjadi kakak dalam beberapa bulan lagi.". Perlu dipahami juga bahwa anak kemungkinan masih belum sepenuhnya memahami tentang konsep waktu. Sehingga, kata-kata 'bulan, minggu, dan sejenisnya' bisa diubah menjadi: "Adik kamu akan lahir ketika kalender kita sudah berada di halaman terakhir." Ayah dan ibu juga perlu bersiap bila sewaktu-waktu anak bertanya dari mana datangnya bayi. Jadi, Anda harus baca banyak referensi ya, Moms!

Jangan Lupa Perhatikan Reaksi Anak

Khawatir anak akan cemburu atau justru jadi bersemangat, mana yang si kecil ungkapkan saat Anda memberi tahu bahwa ia akan menjadi seorang kakak? Jika bersemangat, Anda bisa menyarankannya untuk memberi anggota keluarga yang lain atau bahkan teman-temannya. Meskipun mungkin sudah beberapa orang mengetahuinya, Anda bisa membantu membuat anak merasa dirinya berperan penting dalam memberi tahu orang-orang bahwa ia akan menjadi seorang kakak. Namun, jika anak terlihat bingung atau kesal, Anda perlu untuk menanyakan perasaannya. "Sepertinya kamu kesal, ya? Coba ceritakan seperti apa perasaanmu saat ini, sayang.". Ungkapkan bahwa tidak apa apabila ia merasa senang sekaligus sedih. Sehingga, ibu perlu memahami perasaan sedih yang mungkin dialami anak, lalu secara perlahan bawalah perasaan gembira dengan mempersiapkan kehadiran adiknya. Punya tips lain untuk memberi tahu anak seputar kabar kehamilan Anda?