Cara Bijak Hadapi Mertua yang Sering Melakukan Mom Shaming

Sebagai ibu baru, Anda mungkin saja punya pola asuh yang berbeda dengan mertua Anda. Pola asuh Anda bisa jadi dipandang salah olehnya, sehingga ibu mertua tak jarang berkomentar peda.
Misalnya saja, "ASI kamu sedikit ya, kasihan anaknya nangis terus, kasih susu formula saja," atau "habis lahiran diet, ya, jangan gendut-gendut." Moms, komentar bernada negatif tersebut kini dikenal dengan istilah mom shaming. Bagi ibu baru, mendengar komentar tersebut bisa sangat menyakitkan, bahkan bisa membuat mentalnya jatuh dan tidak percaya diri. Padahal, belum tentu apa yang dikatakan orang lain tersebut benar.
Anda mungkin bingung bila mertua Anda yang melakukan mom shaming ini. Sebab, di satu sisi, Anda perlu merasa menghormatinya, karena ia adalah ibu dari suami Anda.
Lantas, bagaimana cara yang bijak untuk menghadapi mom shaming dari mertua?
Menurut psikolog, Kasandra Putranto, sebisa mungkin, cobalah untuk bersikap tenang bila mertua Anda memberikan komentar tajam terkait pola asuh. Hal itu penting untuk menghindari depresi yang bisa mengganggu kesehatan mental Anda.
"Walaupun demikian sebaiknya tetap tenang dan tetap bisa mengendalikan emosi karena semakin emosional tentu saja akan menjadi semakin tertekan yang akhirnya menurunkan kualitas kesehatan mental seseorang," ujar Kasandra saat dihubungi kumparanMOM (19/2).
Ya Moms, Anda harus memahami bahwa setiap sindiran, kritikan, atau penilaian orang biasanya ditujukan untuk membuat dirinya merasa lebih baik dari Anda. Semisal ibu mertua Anda menyindir cara Anda memberi makan anak, mungkin hal itu adalah 'kode' bahwa ia ingin dilibatkan dalam setiap aspek pengasuhan anak Anda.
"Biasanya ada hubungan dengan pola asuh (mertua) di masa kecil," tambah Kasandra.
Jangan mudah terbawa emosi, Moms, sebab sebagai seorang ibu, Anda adalah orang yang paling mengetahui apa yang terbaik untuk keluarga dan anak Anda. Anggap setiap bentuk kritikan berarti kepedulian dari orang lain agar Anda menjadi lebih baik lagi. Pastikan saja, Anda terus belajar dan mencari informasi akurat dari berbagai sumber terpercaya.
Lebih lanjut, Kasandra menjelaskan bahwa mertua yang cerdas secara intelektual, emosional dan sosial tentu akan mampu menyampaikan komentar dengan tepat tanpa menyakiti. Sementara menantu yang cerdas, mampu menerima komentar dari mertua dengan santai.
"Walaupun demikian saya tidak mendukung apabila mertua melakukan mom shaming terhadap menantunya. Karena menantu sudah cukup berat berkorban untuk suami dan keluarga, untuk mengandung dan melahirkan anak. Tidak sepantasnya dia mendapatkan bully dari mertua atau dari siapa pun," tutupnya.
