Kumparan Logo

Cara Darius Sinathrya dan Keluarga Perkenalkan Media Sosial ke Anak Remajanya

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
(Ki-Ka) Aktor Darius Sinathrya, Psikolog keluarga dan remaja Samanta Elsener, Direktur Kemitraan Global untuk Meta di Indonesia Revie Sylviana, dan Kepala Kebijakan Publik untuk Meta di Indonesia Berni Moestafa di acara Instagram Safety Camp. Foto: Dok. Meta
zoom-in-whitePerbesar
(Ki-Ka) Aktor Darius Sinathrya, Psikolog keluarga dan remaja Samanta Elsener, Direktur Kemitraan Global untuk Meta di Indonesia Revie Sylviana, dan Kepala Kebijakan Publik untuk Meta di Indonesia Berni Moestafa di acara Instagram Safety Camp. Foto: Dok. Meta

Era digital saat ini membuat lebih banyak orang akrab dengan kehadiran media sosial, termasuk orang tua dan anak. Beberapa anak hingga remaja sudah memiliki akun Instagram sendiri, baik yang dibuatkan oleh orang tuanya maupun membuat akun sendiri.

Bahkan, rata-rata anak remaja kini telah memiliki dan mengelola sendiri akun media sosial mereka. Kehadiran media sosial sendiri berdampak ke berbagai aspek kehidupan mereka.

Hal ini juga ternyata dirasakan aktor Darius Sinathrya beserta psikolog keluarga dan remaja Samanta Elsener, yang juga merupakan kakak-beradik. Keduanya membagikan pengalaman seputar pola asuh modern hingga penggunaan media sosial pada anak-anak mereka yang sudah memasuki usia remaja.

Dalam acara Instagram Safety Camp, Darius bercerita tentang bagaimana ia dan istri, Donna Agnesia, menerapkan aturan pemakaian gawai dan media sosial kepada tiga anaknya, Lionel Nathan Sinathrya (18), Diego Andres Sinathrya (16), dan Quinesha Sabrina Sinathrya (14).

Darius menuturkan, ia dan istri sebenarnya memberikan kebebasan kepada ketiga anaknya untuk mengakses media sosial. Meski sebenarnya, ia merasa waktu pemberiannya agak terlalu cepat karena masa pandemi COVID-19, di mana anak-anak mereka jadi bisa mengakses berbagai informasi lewat internet dengan lebih cepat.

Instagram Safety Camp yang dihadiri aktor Darius Sinathrya, psikolog anak Samanta Elsener, dan perwakilan Meta di Indonesia. Foto: Nabilla Fatiara/kumparan

"Kewajiban kita untuk protect anak-anak kita. Tapi, di sisi lain, dengan perkembangan teknologi, kita juga enggak pengin anak-anak ketinggalan dari teman-temanya. Jadi aku sama Donna memilih, daripada dibatasi, kita mencoba menanamkan fundamental karakter dan pemikiran, sehingga mereka bisa punya self-filter," kata Darius, Rabu (15/10).

Meski diberi kebebasan, pasangan selebriti ini memastikan mereka tetap bertanggung jawab penuh terhadap pola asuh yang diterapkan, dan berusaha menerapkan komunikasi terbuka. Mereka mengajarkan kepada anak-anaknya untuk bisa jujur bercerita apa pun tanpa harus merasa takut. Sehingga, tidak hanya berperan sebagai orang tua yang harus dihormati, tetapi juga bisa bertukar pikiran.

Berbeda dengan sang kakak, Samanta yang juga seorang psikolog, sejak awal sudah memahami bahaya penggunaan gadget pada anak-anak, khususnya di usia muda. Ia menceritakan, pernah suatu ketika putrinya, Monika, diberikan akses gawai. Samanta menyadari, ketika anaknya diberi gawai dengan durasi lebih dari 15 menit, lama-kelamaan ia menjadi rewel atau cranky.

"Then, yang aku lakukan adalah aku detoks anakku. Jadi, kita semua enggak ada yang pakai gadget di depan anakku. Dan kita umpetinlah. Kami pegang lagi ketika dia tidur. Jadi kami sepakat dengan bapaknya, kalau mau pakai tablet juga nggak boleh di depan anak," cerita Samanta.

Sebagai gantinya, ia selalu melakukan berbagai eksperimen aktivitas-aktivitas dan stimulasi di luar rumah untuk mengurangi kebosanan di rumah saja.

Dan ada satu waktu ketika putrinya, yang kala itu baru berusia 11 tahun, ingin memiliki akun media sosial. Samanta mengaku cukup kaget, karena ternyata teman-teman anaknya telah memiliki akun.

"Kemudian aku berpegang teguh, yuk kita buka terms and conditions-nya. Umur berapa sih bolehnya? Kalau aplikasi Instagram boleh umur 13 tahun. Kamu baca sendiri, jadi bukan Mama yang ngarang. Berarti dia menunggu sekitar dua tahunan. Akhirnya tahun ini dia umur 13, dia punya Instagram," tutur Samanta.

Fitur Akun Remaja dari Meta, Bikin Darius Sinathrya dan Samanta Elsener Lebih Tenang

Instagram Safety Camp yang dihadiri aktor Darius Sinathrya, psikolog anak Samanta Elsener, dan perwakilan Meta di Indonesia. Foto: Nabilla Fatiara/kumparan

Nah Moms, tahu enggak sih, Meta tahun ini meluncurkan fitur Akun Remaja yang pertama kali diluncurkan di Instagram pada awal tahun 2025 di Indonesia. Dan terbaru, fitur ini diperluas hingga ke Facebook dan Messenger.

Akun Remaja dilengkapi dengan perlindungan bawaan untuk membatasi siapa saja yang dapat menghubungi pengguna remaja, mengatur konten yang bisa diakses, hingga menerapkan batas waktu pemakaian harian.

"Dengan adanya fitur terbaru dari Meta, tentunya ini memudahkan. Dan jujur, aku dan Donna masih connect [dengan akun anak-anak], secara langsung kita mirroring, kita login ke akun, berbagai password. Ini device punya kamu but it's not 100 percents yours," ungkap Darius.

Senada, Samanta juga mirroring dengan akun anaknya, sehingga ia dapat langsung mengetahui setiap muncul notifikasi apa pun dari akun putrinya.

"Jadi aku tahu akun temannya, mereka lagi ngobrol biasa. Dan ketika mau lihat apa isi obrolannya, aku selalu bertanya sama dia, 'Boleh enggak kita buka bareng [percakapannya], lagi ngobrolin apa sih'. Terus kalau dia mau posting dia harus tanya sama aku, kemudian aku menyarankan inner circle aja," jelas Samanta.

"Dan sekarang, dengan ada Teen Accounts di Instagram itu sangat membantu. Jadi dia semakin peka, kita gunakan media sosial sebagai ajang koneksi juga. Kita jadi kirim-kiriman reels," imbuh dia.

Dari pengalaman itulah ia menyadari, ketika anak diberi konten-konten positif, mereka pun akan cenderung lebih mendengarkan orang tuanya juga.

Tertarik menerapkan hal yang sama dengan keluarga Darius Sinathrya dan Samanta Elsener, Moms?