Cara Efektif Hadapi Anak Tantrum

15 Agustus 2022 12:01
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Ilustrasi ibu dan anak. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ibu dan anak. Foto: Shutter Stock
ADVERTISEMENT
Ada beberapa fase yang umumnya terjadi pada anak, misalnya saja tantrum. Ya Moms, tantrum adalah kondisi di mana si kecil sulit mengontrol emosinya. Sehingga, tak jarang anak tantrum kerap menunjukkan perilaku agresif, seperti menangis, berteriak, hingga memukul.
ADVERTISEMENT
Baby Gaga melansir, penyebab tantrum pada anak bisa bervariasi. Namun, salah satu penyebab yang umum terjadi adalah karena anak tidak bisa memahami emosinya dan sulit mengekspresikan perasaannya.
Ilustrasi anak tantrum. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak tantrum. Foto: Shutterstock
Oleh karena itu, kesabaran orang tua seakan diuji dalam fase ini. Biasanya, bila perilaku ini sulit dikendalikan, Anda bisa terpancing marah dan menimbulkan kesan negatif untuk si kecil.
Meski begitu, sebenarnya fase tantrum ini merupakan waktu yang tepat untuk menciptakan bonding antara orang tua dan anak. Anda pun bisa lebih mengetahui dan memahami perasaan si kecil, Moms. Lalu, cara apa saja yang bisa dilakukan?

Tips Atasi Anak Tantrum Agar Jadi Pengalaman yang Bermakna

1. Bantu anak mengekspresikan perasaannya
Ilustrasi Ibu dan anak. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Ibu dan anak. Foto: Shutter Stock
Salah satu penyebab tantrum pada anak adalah sulit mengekspresikan perasaan yang sedang dialami. Ketika hal ini terjadi, tak jarang si kecil meluapkan perasaannya melalui ledakan emosional. Mengutip Very Well Family, penting untuk orang tua melakukan pendekatan kepada anak, serta membantunya mengekspresikan perasaan yang sedang dialami dengan beberapa cara berikut ini:
ADVERTISEMENT
  • Luangkan waktu untuk berbicara kepada anak. Sebaiknya, lakukan hal ini setelah anak mengalami tantrum.
  • Mintalah si kecil bercerita tentang kegiatan hari itu, dan cobalah tanya hal apa yang membuat dirinya kesal atau emosi.
  • Ajari anak untuk mengontrol emosi dengan cara tarik napas. Hal ini juga bermanfaat untuk mengendalikan perasaan si kecil.
Selain itu, menurut Early Childhood Mental Health Consultation, beberapa cara lain yang bisa digunakan untuk membantu anak menunjukkan perasaan yang dialami, yaitu menggunakan boneka untuk menunjukkan visual perasaan yang dialami anak atau menggambar wajah yang menunjukkan perasaan mereka saat itu.
2. Coba yakinkan anak bahwa mereka berhak untuk mengekspresikan perasaannya
Ilustrasi balita sulit fokus saat diajak komunikasi. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi balita sulit fokus saat diajak komunikasi. Foto: Shutterstock
Adalah hal wajar bila anak balita bingung untuk mengekspresikan apa yang dirasakannya saat itu. Sehingga, salah satu cara yang bisa dilakukan adalah menangis ataupun berteriak. Jika hal ini terjadi pada anak Anda, cobalah untuk yakinkan bahwa sebesar apapun emosi atau rasa kesal yang dialami adalah wajar terjadi.
ADVERTISEMENT
Anda bisa coba untuk mengajak si kecil mengekspresikan emosional itu dengan cara yang lebih positif, salah satunya bercerita sambil memeluk orang tua.
3. Bersikap tenang dan jangan cepat menyerah
Ilustrasi anak dan ibu bercerita. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak dan ibu bercerita. Foto: Shutter Stock
Saat menghadapi anak tantrum, penting bagi orang tua untuk tetap tenang dan tidak cepat menyerah. Ya Moms, fase ini bukanlah hal yang mudah. Sebab, sikap Anda saat menghadapi momen ini dapat mempengaruhi perilaku dan kebiasaan si kecil juga.
Child Mind Institute melansir, ada beberapa hal penting yang perlu Anda ingat saat menghadapi anak tantrum. Yaitu menilai apa yang menyebabkan anak tantrum, menemukan penyebabnya, mengabaikan perilaku negatif si kecil, berpikir positif, dan bersikap tenang.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020