Kumparan Logo

Cara Lindungi Bayi dari Cuaca Panas

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
9
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Cara Lindungi Bayi dari Cuaca Panas. Foto: Fitra Andrianto/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Cara Lindungi Bayi dari Cuaca Panas. Foto: Fitra Andrianto/kumparan

Dalam beberapa hari terakhir, suhu di sejumlah daerah di Indonesia terasa panas, meski pada sore hari terkadang turun hujan. BMKG pun memperkirakan puncak musim kemarau terjadi pada Agustus 2022 ini. Tak hanya membuat tubuh jadi mudah gerah, cuaca yang terlalu panas bisa menyebabkan berbagai masalah kesehatan, termasuk bagi bayi.

Ya Moms, saat musim kemarau, manusia memerlukan cairan yang banyak agar terhindar dari dehidrasi. Selain itu, di negara tropis seperti Indonesia pun penduduknya rentan mengalami penyakit seperti demam berdarah atau dengue serta malaria saat cuaca lembap.

Terutama bagi Anda yang memiliki bayi, cuaca panas ini bisa saja membuat tubuhnya tidak nyaman. Sebab, bayi apalagi yang baru lahir belum sepenuhnya bisa beradaptasi dengan lingkungannya.

Ilustrasi bayi merangkak di luar rumah Foto: Shutterstock

"Bayi bisa menyerap panas sekitar lima kali lebih cepat daripada orang dewasa. Tapi, kemampuan mereka untuk berkeringat masih berkembang. Mereka pun akan menghasilkan lebih banyak panas yang didapatkan dari keadaan di sekitarnya," ujar Direktur Medis dan Kepala Pengobatan Darurat Seattle Children’s Hospital, Dr. Tony Woodward, dikutip dari Romper.

Tips Melindungi Bayi dari Cuaca Panas

Saat berencana ingin keluar rumah dengan membawa bayi, ada baiknya orang tua memerhatikan jam bepergiannya. Ya Moms, untuk membatasi paparan sinar matahari, sebaiknya hindari perjalanan antara pukul 10.00-16.00. Sebab, pada waktu tersebut, paparan sinar matahari sedang kuat-kuatnya.

Untuk melindungi bayi dari cuaca panas saat harus keluar rumah, Anda bisa melakukan cara-cara berikut ini:

  1. Cari area yang teduh dan tertutup, lalu hindari bayi terkena sinar matahari langsung

  2. Pakaikan pakaian yang ringan dan longgar, lalu sebaiknya yang bisa menutup area lengan dan kaki. Bila perlu, pakaikan topi di kepalanya untuk mencegah kulit terbakar

  3. Jangan membedong bayi untuk menjaga aliran udaranya

  4. Oleskan tabir surya (sunscreen) pada area kulit yang tidak tertutup. Anda bisa memberikan tabir surya dengan minimal SPF 15. Namun untuk bayi di bawah 6 bulan, sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter.

  5. Pastikan bayi tetap terhidrasi dengan minum ASI atau air putih.

Bayi bermain di luar ruangan. Foto: Shutterstock

Sementara bagi Anda yang memutuskan tetap di rumah saja saat cuaca panas, cobalah untuk mengatur suhu ruangan hingga di sekitar 24 derajat celsius atau kurang. Jika tidak memiliki AC, maka bisa menggunakan kipas angin. Dengan catatan, jangan langsung mengarahkan angin ke tubuh bayi. Bila memungkinkan, pakailah fitur kipas bisa bergerak ke kanan dan kiri sehingga udara bisa diatur untuk ke sekeliling ruangan.

Bila harus berkendara dengan mobil di tengah cuaca panas, jangan pernah tinggalkan bayi di dalam mobil tanpa pengawasan. Ya Moms, pada hari-hari saat cuaca biasa pun panas bisa 'menumpuk' cepat di dalam mobil, apalagi ketika cuaca sedang panas-panasnya bisa membahayakan kesehatan.

Suhu Luar Ruangan yang Aman untuk Bayi

Suhu Luar Ruangan yang Aman untuk Bayi. Foto: Shutterstock

Dr. Woodward sendiri menyarankan orang tua untuk mempertimbangkan dengan baik apabila ingin membawa bayi keluar rumah saat cuaca panas. Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), bayi hingga anak-anak masih aman bermain di luar ruangan selama suhunya masih berkisar 32 derajat celsius. Namun, jika suhu lebih panas dari itu, kurang disarankan bagi bayi, balita hingga anak yang lebih besar untuk berada di luar ruangan dalam waktu lama.

Bila ingin menjemur bayi, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) merekomendasikan bayi di bawah 6 bulan bisa dijemur selama 10 menit. Namun ingat ya, bayi 6 bulan sebaiknya tidak boleh langsung terkena sinar matahari, dan lebih baik berjemur di bawah pohon rindang atau menggunakan payung.

Sementara untuk bayi yang sudah berusia lebih dari 6 bulan boleh terkena sinar matahari langsung secara berkala dari hari ke hari, namun sebaiknya tidak lebih dari 20 menit. Akan tetapi, jika bayi sudah terlihat tidak nyaman, segera masuk ke dalam ruangan ya, Moms.