kumparan
search-gray
Mom8 Agustus 2018 12:39

Cara Mendidik Anak Tanpa Mendikte

Konten Redaksi kumparan
Cara Mendidik Anak Tanpa Mendikte (20790)
Cara Mendidik Anak Tanpa Mendikte (Foto: Freepik)
Anda mungkin pernah mendengar bahwa para psikolog dan pakar pengasuhan menyarankan orang tua sebaiknya jangan banyak mendikte anak. Alasannya, bila kita mengasuh atau mendidik dengan banyak mendikte, justru dapat berdampak negatif pada tumbuh kembang anak.
ADVERTISEMENT
Tapi, bagaimana sebenarnya cara mendidik anak tanpa mendikte seringkali membuat orang tua bingung. Apalagi bila anak sudah lebih besar atau mulai memasuki usia sekolah.
Nah, Jane Porter-Gaskin, seorang guru, pakar pengasuhan anak dan penulis lepas di Fresno, California, AS, memberi 6 tip ini untuk Anda:
1. Temui guru atau wali kelas untuk mendapatkan informasi aktual tentang anak dan membahas pendidikannya. Jadikan guru anak sebagai sumber informasi penting, tetapi hindari sikap mencari 'kambing hitam' atas kegagalan anak dalam kegiatan belajar.
2. Susun rencana atau jadwal kegiatan dari pertemuan dengan guru tersebut. Sebab, guru dapat memberi masukan berupa variasi kegiatan di rumah yang menjadi pilihan agar mendukung kegiatan belajar di sekolah.
Cara Mendidik Anak Tanpa Mendikte (20791)
Ilustrasi Ibu dan anak Mendiskusikan Jadwal Harian (Foto: Thinkstock)
3. Bantu anak mengatur jadwal. Dengan membantu anak mengatur jadwal kegiatannya, proses belajar anak menjadi lebih terarah dan ia pun akan termotivasi memperbaiki diri. Sebaliknya, bila hidup atau keseharian anak tidak teratur anak bisa merasa kehilangan arah.
ADVERTISEMENT
Tapi jangan lupa ajak anak berdiskusi atau membuat jadwal ini bersama ya, Moms. Jangan sampai anak merasa Anda hanya memaksakan jadwal yang Anda inginkan kepadanya.
Cara Mendidik Anak Tanpa Mendikte (20792)
Ilustrasi Anak dan Ibu (Foto: Thinkstock)
4. Bimbing dan awasi anak waktu belajar. Siapa tahu ada materi pelajaran yang sulit ia pahami? Bantuan dan perhatian orang tua selama anak mengerjakan tugas-tugas sekolahnya akan sangat membantu anak 'menemukan' gaya belajar yang tepat.
Anda juga bisa memanfaat teknologi. Misalnya dengan mengajak anak nonton video pendidikan yang terkait dengan materi pelajaran sekolahnya atau mengunduh aplikasi mind map untuk membantu anak merangkum pelajarannya.
5. Selain mejadi tempat bertanya dan berbagi rasa, orang tua sebaiknya tanggap mencari informasi tentang perkembangan anak. Jangan lupa untuk melakukan ecaluasi setelahnya. Dengan melakukan evaluasi, jika upaya yang telah dilakukan kurang berhasil Anda dapat segera mencari alternatif jalan keluar yang lain.
ADVERTISEMENT
6. Tetap konsisten dalam bersikap. Seandainya Anda telah membuat peraturan dalam bentuk penjadwalan kegiatan belajar, maka bersikaplah konsisten dengan aturan tersebut. Tidak hanya anak, Anda pun harus disiplin.
Jangan sekali-sekali bersikap permisif yang tidak pada tempatnya karena akan menyebabkan anak menjadi bingung! Tidak mau kan, usaha yang sudah Anda susun sejak awal jadi berantakan?
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
sosmed-whatsapp-white
sosmed-facebook-white
sosmed-twitter-white
sosmed-line-white