Cara Mendisiplinkan Anak Sesuai Karakternya

3 Januari 2023 17:05
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi keluarga dengan dua anak Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi keluarga dengan dua anak Foto: Shutterstock
Setiap anak memiliki karakter yang berbeda, termasuk dengan saudara kandungnya. Hal itu terkadang menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua, salah satunya dalam hal mendisiplinkan anak. Ya Moms, beberapa anak mungkin bisa didisiplinkan dengan cara yang lebih halus. Namun, cara tersebut mungkin tidak berlaku pada anak lainnya.
Mengutip Verywell Family, mendisiplinkan anak tidak bertujuan untuk membuat mereka menjadi patuh, tetapi agar mereka bisa menentukan sendiri perilaku mana yang sebaiknya dilakukan. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk memperhatikan karakter anak dalam mendisiplinkan mereka. Bagaimana caranya?

Sesuaikan Caranya dengan Temperamen Anak

Ilustrasi keluarga dua anak. Foto: Odua Images/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi keluarga dua anak. Foto: Odua Images/Shutterstock
Salah satu hal yang mempengaruhi kepribadian anak adalah temperamennya. Misalnya, ada yang cenderung introvert dan lebih nyaman sendirian, ada pula yang cenderung suka berinteraksi dengan banyak orang. Tidak ada temperamen yang salah, Moms. Anda hanya perlu fokus pada cara mendisiplinkan anak tanpa mengubah temperamen mereka.
Selain memperhatikan temperamen anak, Anda juga perlu mempertimbangkan temperamen Anda sendiri. Misalnya, jika Anda lebih nyaman di rumah, sedangkan anak lebih suka keluar rumah dan bertemu temannya, Anda tak perlu mencegahnya untuk pergi, Moms. Anda dapat mendisiplinkan si kecil dengan memberitahunya untuk pulang sebelum gelap atau tetap mengerjakan PR setelah bermain.

Disiplinkan Sesuai dengan Tingkat Kedewasaan Anak

Cara mendisiplinkan anak usia prasekolah tentu berbeda dengan anak usia praremaja. Karena mereka umumnya memiliki tingkat kedewasaan yang berbeda. Tak hanya dilihat lewat usia, tingkat kedewasaan juga bisa dilihat dari seberapa anak mampu mengerjakan kewajibannya. Misalnya, jika anak sudah bisa membedakan waktu belajar dan waktu bermain gadget, itu tandanya anak sudah mengerti tanggung jawabnya sebagai anak sekolah.
Jika Anda memiliki anak dengan rentang usia yang jauh, mendisiplinkan mereka mungkin akan lebih menantang, Moms. Pasalnya, Anda perlu menyesuaikan diri dengan usia mereka. Anda juga perlu memberikan pengertian pada anak sulung agar mereka bisa memahami bahwa cara yang Anda lakukan terhadapnya mungkin akan sedikit berbeda terhadap adiknya.

Buat Aturan yang Bisa Diikuti oleh Semua Orang di Rumah

Ilustrasi keluarga dengan dua anak. Foto: Hananeko_Studio/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi keluarga dengan dua anak. Foto: Hananeko_Studio/Shutterstock
Untuk mencegah konflik di rumah, cobalah membuat aturan yang bisa diikuti oleh semua orang di rumah, termasuk untuk anak-anak. Misalnya, semua orang harus bangun sebelum pukul 06.00 dan tidur sebelum pukul 22.00. Dengan membuat aturan yang sama untuk semua orang di rumah, anak akan merasa diperlakukan dengan adil.

Adil Tak Harus Sama

Moms, perlu dipahami bahwa bersikap adil bukan berarti harus sama persis. Misalnya, anak sulung mungkin akan protes saat adiknya mendapat camilan lebih banyak darinya. Sebaliknya, anak bungsu mungkin juga akan iri dengan kakanya yang boleh bermain gadget lebih lama.
Ada beberapa cara yang bisa dilakukan agar tidak terjadi perselisihan antar-anak, seperti tidak membanding-bandingkan anak dan menjelaskan secara terbuka jika cara yang Anda lakukan berbeda pada kakak dan adik. Selain itu, penting juga untuk memvalidasi perasaan anak jika ia merasa cemburu.