Cara Mengatasi Keputihan saat Hamil

Keputihan saat hamil adalah hal yang umum terjadi. Keputihan bahkan merupakan salah satu tanda awal kehamilan, dan kondisi ini dapat terus berlanjut hingga trimester kedua dan ketiga.
Healthline melansir, ibu hamil yang mengalaminya tidak perlu khawatir selama keputihan yang dialami saat hamil tidak berbau tajam dan tidak berubah warna.
Hal ini dijelaskan oleh dr. Sheryl Ross, Dokter Kandungan dan Pakar Kesehatan Wanita di Pusat Kesehatan Providence Saint John, California,
Namun jika Anda merasa terganggu dengan keputihan, lebih baik segera ambil langkah-langkah untuk mengatasinya sebelum menjadi semakin parah. Bagaimana contohnya?
Mengatasi Keputihan saat Hamil
Mengatasi keputihan ketika hamil tergantung dengan gejalanya. Jika keputihan akibat sariawan atau infeksi jamur, biasanya diobati dengan obat antijamur, krim atau gel. Apabila bakterial vaginosis, maka diobati dengan pil antibiotik atau dengan krim.
Menurut dr. Sabiha Anjum, Dokter Kandungan dan Ginekolog di Athreya Hospital, Bangalore, India, keputihan karena trikomoniasis bisa juga diobati menggunakan metronidazole atau tinidazole. Namun semua pengobatan ini sesuai anjuran dokter ya Moms, jadi jangan mengobati keputihan sendiri.
Tetapi, Anda bisa mencoba mengobati keputihan sendiri di rumah dengan cara yang alami dan tidak membahayakan janin. Pengobatannya seperti berikut, seperti dikutip dari FirstCry Parenting:
Jaga area genital luar atau vulva bersih dan kering.
Kenakan bantalan tipis atau panty liner untuk menyerap cairan jika keputihan membuat tidak nyaman. Pastikan panty liner yang tidak menggunakan pewangi.
Kenakan pakaian dalam katun yang memungkinkan kulit vagina bernapas.
Ganti pakaian dalam setidaknya 2-3 kali sehari.
Gunakan air mengalir saat membersihkan vagina.
Cuci tangan dengan benar sebelum dan sesudah menyentuh vagina.
Pastikan vagina terlumasi dengan baik sebelum berhubungan seks.
Bersihkan vagina dengan menyeka dari depan ke belakang, terutama setelah berhubungan seks.
Selain itu, berikut adalah hal-hal yang tidak boleh dilakukan saat menangani keputihan selama hamil untuk menghindari infeksi:
Jangan memakai tampon selama kehamilan.
Jangan memakai pakaian dalam yang basah terus menerus karena akan menyebabkan infeksi.
Hindari douching (membilas vagina dari dalam) selama kehamilan untuk menghilangkan keputihan. Douching selama kehamilan dapat mengganggu keseimbangan bakteri baik dan menyebabkan infeksi vagina.
Jangan gunakan tisu atau sabun vagina. Meskipun baunya harum, produk ini dapat mengacaukan pH halus area intim Anda dan meningkatkan kemungkinan infeksi vagina.
Jangan gunakan parfum atau bahkan deodoran vagina selama hamil.
Nah Moms, jelas sudah. Yang paling penting tetap jaga kesehatan vagina Anda dengan membersihkannya secara benar. Jika keputihan sudah sangat mengganggu, lebih baik langsung hubungi dokter.
