Kumparan Logo

Cara Menggunakan Minyak Esensial untuk Bayi

kumparanMOMverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Minyak Esensial Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Minyak Esensial Foto: Pixabay

Beberapa tahun terakhir, penggunaan minyak esensial atau essential oil untuk bayi memang tengah menjadi tren. Tujuannya, umumnya agar bayi bisa merasa lebih nyaman.

Perlu dipahami bahwa minyak esensial merupakan minyak pekat nabati dengan aroma khas dan beberapa sifat terapeutik. Mereka diekstraksi dari bagian berbagai tanaman, seperti kulit kayu, daun, bunga, biji, atau buah.

Dilansir Mom Junction, jika digunakan dengan benar, minyak esensial aman dan menawarkan beberapa manfaat bagi bayi. Menurut beberapa penelitian minyak esensial dapat membantu membunuh bakteri, virus dan jamur.

Ilustrasi minyak esensial. Foto: dok. Shutterstock

Meski begitu, penggunaan minyak esensial pada bayi tentu saja mempunyai cara yang berbeda dengan orang dewasa. Hal itu dikarenakan kulit bayi yang masih tipis sangatlah sensitif dan sistem kekebalan tubuhnya belum berkembang secara sempurna. Oleh sebab itu, bayi sangat rentan terhadap beberapa gangguan kesehatan seperti keracunan atau alergi jika pemakaian produk minyak esensial tidak dilakukan dengan tepat.

Sehingga, penggunaan produk minyak esensial untuk bayi di bawah 3 bulan sebenarnya tidak disarankan. Untuk bayi berusia di atas 3 bulan, penggunaan minyak esensial pun harus didasari dengan tujuan yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan si bayi.

Lantas bagaimana cara menggunakan minyak esensial pada bayi? Yuk, simak tips di bawah ini.

Cara Menggunakan Minyak Esensial Pada Bayi

  1. Mencampur minyak

Essential oil dapat memberi efek rileks dan nyaman pada tubuh. Foto: Shutterstock

Untuk mencegah reaksi kulit bayi yang berlebihan pada minyak esensial, akan lebih baik jika Anda mencampurkan minyak esensial dengan carrier oil (minyak pembawa). Beberapa jenis minyak pembawa yang bisa Anda gunakan adalah minyak almond, minyak wijen, minyak jojoba dan minyak kelapa yang sudah terbukti aman untuk kulit bayi. Selain itu, Anda juga bisa mencampurkan esensial oil dengan losion yang biasa digunakan si kecil. Jangan lupa untuk melakukan uji alergi pada kulit bayi sebelum mengaplikasikan minyak ke seluruh tubuhnya.

  1. Semprotan

Selanjutnya, Anda juga bisa menyiapkan semprotan aromaterapi dengan mencampurkan minyak esensial dengan air suling. Kemudian, Anda dapat menyemprotkan minyak esensial encer pada tirai dan karpet di dalam dan di sekitar kamar bayi Anda. Namun, hindari menyemprotkan minyak esensial pada bantal untuk mencegah tertelan secara tidak sengaja.

  1. Pakai diffuser

Ilustrasi aromaterapi. Foto: Shutterstock

Cara terakhir yang bisa Anda lakukan adalah mendifusikan minyak esensial dengan vaporizer atau diffuser yang memungkinkan bayi Anda menghirup aroma minyak esensial. Karena jenis diffuser bervariasi, sebaiknya periksa panduan penggunaan campuran minyak esensial dalam diffuser sebelum digunakan untuk menghindari risiko pernapasan pada anak.

Penulis: Hutri Dirga Harmonis

kumparan post embed