Kumparan Logo

Cara Mengukur Kaki Anak untuk Beli Sepatu Online agar Pas dan Nyaman

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi sepatu anak. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi sepatu anak. Foto: Shutter Stock

Ketika membeli sepatu anak secara online, Anda mungkin mengalami kesulitan dalam menentukan ukuran kaki yang sesuai. Namun, tak perlu bingung lagi, Moms. Untuk meminimalisasi ketidakcocokan, Anda bisa mengukur kaki anak terlebih dahulu di rumah.

Proses pengukuran ini bisa dilakukan secara mandiri di rumah menggunakan alat-alat sederhana, seperti penggaris, pulpen, dan kertas. Nantinya, hasil pengukuran tersebut disesuaikan dengan size sepatu yang dijual di e-commerce.

Biasanya, produsen sepatu menggunakan size standar Uni Eropa (EU) yang disimbolkan dalam bentuk angka, seperti 15, 16, 17, dan seterusnya. Size tersebut bisa dikonversi ke dalam satuan cm agar sesuai dengan pengukuran mistar.

Lantas, bagaimana cara mengukur kaki anak untuk beli sepatu online? Simak tipsnya di bawah ini, Moms!

Cara Mengukur Kaki Anak untuk Beli Sepatu Online

Ilustrasi sepatu anak. Foto: Pexels

Sebelum mengukur kaki anak, Anda harus menyiapkan penggaris atau pita ukur, selembar kertas berukuran A4, dan pensil atau pulpen. Setelah peralatannya siap, lakukan pengukuran sesuai langkah-langkah yang dikutip dari laman Clarks berikut:

  1. Letakkan kaki anak di atas selembar kertas A4 polos. Pastikan si kecil berdiri dengan tegak.

  2. Pada kertas A4, tandai garis atau titik di bagian depan jari kaki terpanjang anak. Perlu diingat bahwa jari kaki terpanjang itu tak selalu jempol, ya Moms.

  3. Selanjutnya, tandai bagian belakang atau tumit kaki anak dengan garis atau titik juga.

  4. Lalu, hitung jarak antara bagian depan dan belakang kaki menggunakan penggaris. Itulah panjang kaki anak.

Setelah mengetahui panjang kaki si kecil dalam satuan cm, sesuaikan ukurannya dengan size sepatu yang ingin dibeli. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, kebanyakan sepatu yang dijual di Indonesia memiliki size berstandar Uni Eropa (EU).

Berikut konversi ukuran EU ke dalam satuan cm dikutip dari laman Rustans.

0-12 Bulan

  • 15 EU - 7.9 cm

  • 16 EU - 8.9 cm

  • 17 EU - 9.2 cm

  • 18 EU - 10.2 cm

  • 19 EU - 10.8 cm

12-24 Bulan

  • 20 EU - 11.7 cm

  • 21 EU - 12.7 cm

  • 22 EU - 13 cm

  • 23 EU - 14 cm

2-4 Tahun

  • 24 EU - 14.6 cm

  • 25 EU - 15.2 cm

  • 26 EU - 15.9 cm

  • 27 EU - 16.5 cm

  • 28 EU - 17.1 cm

  • 29 EU - 17.8 cm

  • 30 EU - 18.1 cm

4-8 Tahun

  • 31 EU - 19.1 cm

  • 32 EU - 19.7 cm

  • 33 EU - 20.3 cm

  • 34 EU - 21 cm

8-12 Tahun

  • 35 EU - 21.9 cm

  • 36 EU - 22.2 cm

  • 37 EU - 23.2 cm

  • 38 EU - 24.1 cm

  • 39 EU - 24.8 cm

Ilustrasi sepatu anak. Foto: Pexels

Moms, perlu dipahami bahwa kaki anak kecil berkembang dengan sangat cepat, sehingga perlu diukur secara berkala. Mengutip laman Little Treads, anak berusia 1-3 tahun biasanya mengalami pertumbuhan kaki sepanjang 1,5 mm per bulan.

Sedangkan anak berusia 3-6 tahun mengalami pertumbuhan kaki sekitar 1 mm per bulan. Lalu ketika mencapai usia 6-10, pertumbuhan ukuran kakinya akan kurang dari 1 mm per bulan.

Itu artinya, Anda harus membeli sepatu baru untuk anak dengan jangka waktu sebagai berikut:

  • Di bawah 12 bulan: Beli sepatu setiap 2 bulan.

  • 12 bulan-2,5 tahun: Beli sepatu setiap 3 bulan.

  • 2,5-4 tahun: Beli sepatu setiap 4 bulan.

  • 4-6 tahun: Beli sepatu setiap 6 bulan.

Baca Juga: 4 Rekomendasi Sepatu Anak Laki-Laki untuk Sekolah yang Tahan Lama