Kumparan Logo

Cara Menjemur Bayi yang Disarankan Dokter

kumparanMOMverified-green

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menjemur Bayi (Foto: Pixabay)
zoom-in-whitePerbesar
Menjemur Bayi (Foto: Pixabay)

Sejak jaman dahulu, matahari digunakan untuk mencegah maupun mengatasi bayi kuning. Masyarakat di berbagai belahan dunia pun lazim menjemur bayi mereka setiap pagi.

Mandi sinar matahari juga dipercaya dapat memberikan rasa hangat, mengencerkan dahak, serta mengaktifkan pembentukan vitamin D dalam tubuh.

Tidak ada yang salah dengan semua kepercayaan ini, Moms.Vitamin D memang sangat penting dalam membantu penyerapan kalsium dan memperkecil risiko kelainan tulang. Namun, matahari pun dapat membawa dampak negatif.

Melalui banyak penelitian diketahui bahwa paparan sinar matahari pada bayi dapat meningkatkan risiko berkembangnya kanker kulit maupun kanker lainnya ketika ia berusia lanjut. Oleh karena itu perlindungan terhadap sinar matahari terutama pada bayi, tidak dapat diabaikan.

Cara Menjemur Bayi yang Tepat (Foto: Unsplash)
zoom-in-whitePerbesar
Cara Menjemur Bayi yang Tepat (Foto: Unsplash)

Sementara itu, belum ada penelitian pada anak yang menentukan seberapa tingkat paparan sinar matahari yang dibutuhkan untuk membentuk vitamin D yang memadai. Pembentukan vitamin D dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti umur, pigmentasi kulit, luas permukaan kulit yang terpapar dan waktu terpapar sinar matahari.

Jadi harus bagaimana? Perlukah menjemur bayi? Bila ya, bagaimana cara melakukannya agar si kecil dapat terhindar dari penyakit atau bahaya?

Matahari Pagi (Foto: Unsplash)
zoom-in-whitePerbesar
Matahari Pagi (Foto: Unsplash)

Dirangkum dari laman resmi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), berikut cara menjemur yang tepat agar bayi memperoleh manfaat:

1. Pilih Waktu yang Tepat

Jemur bayi pada pagi hari sebelum matahari terlalu menyengat. Batasi waktunya tidak lebih dari 15 menit dan hindari paparan sinar matahari langsung.

2. Lindungi Bayi dengan Tabir Surya

Oleskan tabir surya pada permukaan kulit bayi yang tidak tertutup pakaian. Anda dapat memilih tabir surya dengan SPF 15 atau lebih dan memberikannya 15-20 menit sebelum bayi dijemur.

Tapi hindari pemakaian tabir surya pada bayi prematur karena kulit bayi prematur lebih tipis dan dapat mengabsorbsi bahan tabir surya lebih banyak.

Ilustrasi Baju Bayi (Foto: Thinkstock)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Baju Bayi (Foto: Thinkstock)

3. Jangan Jemur dalam Kondisi Telanjang

Tetap pakaikan bayi baju, celana dan topi selama dijemur. Atau bungkus bayi dengan kain lembut yang menyerap keringat. Sebenarnya, paparan matahari pada kedua tangan dan kaki saja sudah cukup.

4. Teliti Riwayat Kesehatan Keluarga

Bila ada riwayat kanker kulit atau melanoma dalam keluarga, sebaiknya diskusikan dulu dengan dokter untuk memastikan paparan sinar matahari yang aman.