Kumparan Logo

Cara Merawat Kebersihan Gigi dan Mulut Bayi Usia 12-18 Bulan

kumparanMOMverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Bayi  Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Bayi Foto: Shutterstock

Kebersihan gigi dan mulut bayi tak boleh disepelekan. Ya Moms, Anda harus merawatnya sejak giginya belum tumbuh atau bahkan sejak bayi baru lahir. Hal ini penting dilakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, misalnya saja gigi berlubang.

Jika saat belum tumbuh gigi, Anda membersihkan gusi anak menggunakan handuk basah, maka saat giginya tumbuh, perawatannya tentu berbeda, Moms. Saat gigi si kecil tumbuh, maka Anda perlu mengenalkannya pada sikat gigi.

Proses menjaga kesehatan gigi dan mulut anak terus berlanjut hingga anak pandai merawatnya sendiri. Nah, bila si kecil berusia 12-18 bulan, dalam akun Twitter-nya (@fairtyteeth) drg. Dita Firdiana membagikan tipsnya seperti berikut ini:

1. Melakukan pemeriksaan di dokter gigi

Ilustrasi dokter gigi anak. Foto: Shutter Stock

Cara pertama adalah melakukan pemeriksaan oral di dokter gigi. Pemeriksaan harus dilakukan meski tidak ada keluhan sekalipun. Mengenalkan anak pada dokter gigi sejak dini ternyata penting, Moms. Bila tidak atau bila Anda datang ke dokter saat gigi anak sakit justru akan membuat si kecil trauma.

2. Rutin menyikat gigi

Sikat dan pasta gigi untuk anak. Foto: Shutterstock

Di antara usia 12 sampai 18 bulan, biasanya gigi susu anak sudah tumbuh beberapa buah. Di saat itulah, Anda perlu mengajarkannya untuk rutin menggosok gigi.

Ya, Anda dan suami bisa mengajarkan kebiasaan baik ini terutama sebelum tidur di malam hari. Agar lebih menyenangkan, Anda juga bisa memanfaatkan waktu sikat gigi malam bersama-sama. Setelah sikat gigi malam, sebaiknya pastikan anak tidak minum ASI atau susu formula, ya.

"Anak Anda bisa ikut dilibatkan memilih yang dia suka dengan cara dibawa pas beli sikat giginya," saran drg. Dita soal pemilihan sikat gigi anak dalam akun Twitter-nya.

3. Periksa keadaan mulutnya

Ilustrasi gigi bayi. Foto: Shutter Stock

Telitilah dalam memeriksa keadaan mulut anak. Karena, walaupun anak sudah rajin menggosok gigi bukan berarti terbebas dari karies atau gigi berlubang. Apalagi bila si kecil masih sering minum susu di malam hari atau mengemut makanan.

Lalu, bagaimana cara mengecek kondisi mulut anak? Secara teratur coba angkat bibir anak untuk melihat dan memeriksa apakah ada bintik putih atau cokelat yang mencurigakan di giginya. Jika ada indikasi kerusakan gigi segera periksa ke dokter, Moms.

4. Hindari menguji suhu susu di botol dengan mulut

Dot botol bayi Foto: Shutterstock

Jangan pernah menguji suhu susu di botol dengan mulut, berbagi peralatan makan, atau membersihkan dot dengan memasukkannya ke dalam mulut. Pasalnya, gigi berlubang bisa ditularkan, sehingga hal itu berisiko menularkan bakteri penyebab karies.

"Selain itu tentunya dengan menghindari meniup-niup makanan yang hendak disuapi kepada anak atau mengunyahkannya terlebih dahulu," tambah dokter yang praktik di Difa OHC Klinik Gigi, Jakarta Selatan.

Jika Anda bingung akan membawa anak ke dokter gigi mana, dr. Dira menyarankan Anda untuk mencari tahu informasi seputar dokter gigi tersebut di kki(dot)go(dot)id/cekdokter/form. Hal itu dilakukan untuk memastikan petugas kesehatan yang Anda tuju 'asli'.

"Karena gigi susu itu kudu bertahan minimal 6 tahun di dalam mulut. Kalau baru 2 tahun saja giginya gripis, bakal mengganggu kualitas hidup si anak ke depannya," tutupnya.