Kumparan Logo

Cara Merawat Tali Pusat Bayi

kumparanMOMverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Merawat tali pusat bayi.  (Foto: Thinkstock)
zoom-in-whitePerbesar
Merawat tali pusat bayi. (Foto: Thinkstock)

Tali pusat adalah jaringan pengikat yang menghubungkan plasenta dengan janin dan berfungsi sebagai penyalur nutrisi dari ibu ke janin saat masa kehamilan. Saat bayi lahir, dokter akan menggunting tali pusat bayi.

Tali pusat yang digunting itu biasanya akan puput di hari kelima hingga hari ke-21. Untuk menghindari infeksi yang mungkin terjadi selama tali pusat bayi belum kering, ada beberpa hal yang harus Anda perhatikan seperti yang kumparanMOM (kumparan.com) rangkum berikut ini:

Bersihkan diri

Ilustrasi cuci tangan. (Foto: Thinkstock)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi cuci tangan. (Foto: Thinkstock)

Sebelum membersikan tali pusat, Anda perlu mencuci tangan hingga bersih dengan air mengalir. Hal tersebut penting untuk memastikan jika tangan Anda setidaknya aman dari bakteri yang bisa menginfeksi tali pusat.

Jaga ujung pangkal tali pusat

Jagalah ujung pangkal tali pusat agar tetap bersih. Lindungi dari sentuhan langsung dengan urin bayi.

Longgarkan popok

Perawatan tali pusar bayi. (Foto: Shutterstock)
zoom-in-whitePerbesar
Perawatan tali pusar bayi. (Foto: Shutterstock)

Ketika bayi dibedong atau menggunakan popok, pastikan pemakaiannya longgar. Selain untuk mencegah gesekan dengan tali pusat, hal itu juga berguna agar tali pusat cepat mengering dan mendapat sirkulasi udara cukup.

Jangan gunakan alkohol

Alih-alih mensterilkan, membersihkan tali pusat bayi dengan alkohol justru bisa memperlambat proses pengeringannya. Selain itu, penelitian terbaru juga menemukan jika menghindarkan alkohol bisa memperkecil risiko infeksi pada tali pusat. Termasuk, jangan oleskan krim apapun pada tali pusat.

Kasa steril

Keringkan tali pusat bayi Anda dengan kasa steril. Bukan kapas atau tisue kasar yang justru bisa meninggalkan serat di tali pusat.