Kumparan Logo

Cara Mudah Cek Berat Badan Ideal Anak, Cukup Pakai Rumus Sederhana Ini!

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi menimbang berat badan anak. Foto: aslysun/Shuttterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi menimbang berat badan anak. Foto: aslysun/Shuttterstock

Memantau tumbuh kembang anak tidak hanya dilakukan dengan melihat tinggi badan yang terus bertambah. Berat badan juga menjadi salah satu indikator penting untuk mengetahui apakah kebutuhan gizi si kecil sudah terpenuhi dengan baik.

Nutritionist, Inne Herayani membagikan cara sederhana yang bisa dilakukan orang tua untuk memperkirakan apakah berat badan anak sudah sesuai atau belum. Menurutnya, ada dua pendekatan praktis yang dapat digunakan, yaitu berdasarkan usia dan berdasarkan tinggi badan.

Cara Mudah Cek Berat Badan Ideal Anak

1. Menghitung Berat Badan Berdasarkan Usia

Nutritionist Inne Herayani dalam acara Hari Anak Nasional 2026 Celebration di Nestle Gallery, Karawang Factory, Sabtu (1/8/2026). Foto: Eka Nurjanah/kumparan

Cara pertama adalah menggunakan rumus sederhana berdasarkan usia anak.

Rumus:

Usia (tahun) × 2 + 8

Sebagai contoh, jika anak berusia 9 tahun:

9 × 2 = 18

18 + 8 = 26 kilogram

"Jadi nanti berat badan si kecil minimal dua puluh enam kilo,” ucap Inne dalam acara Hari Anak Nasional 2026 Celebration di Nestlé Gallery, Karawang Factory, Sabtu (1/8).

2. Menghitung Berat Badan Berdasarkan Tinggi Badan

Ilustrasi tinggi badan anak balita. Foto: Shutterstock AI

Selain usia, orang tua juga bisa memperkirakan berat badan menggunakan tinggi badan anak.

Rumus:

Tinggi badan (cm) - 100

Misalnya, jika tinggi badan anak 130 sentimeter:

130 - 100 = 30 kilogram

Artinya, berat badan yang diperkirakan sesuai dengan tinggi badan tersebut adalah sekitar 30 kilogram.

Berat dan Tinggi Badan Perlu Dipantau Secara Berkala

Ilustrasi tinggi badan anak. Foto: interstid/Shutterstock

Meski menggunakan rumus praktis, Inne mengingatkan bahwa berat badan dan tinggi badan anak tetap perlu diukur secara rutin. Idealnya, pengukuran dilakukan setiap tiga bulan sekali untuk melihat apakah pertumbuhan anak berjalan sesuai harapan.

“Mesti dicek ya berat badannya, tinggi badannya secara berkala minimal per tiga bulan harus ada kenaikan,” ujarnya.

Pemantauan berkala penting dilakukan sebagai langkah deteksi dini apabila terjadi perlambatan pertumbuhan atau berat badan anak tidak mengalami kenaikan sebagaimana mestinya. Dengan begitu, orang tua dapat segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila ditemukan tanda-tanda gangguan pertumbuhan.

Ilustrasi berat badan anak Foto: Shutterstock

Perlu diingat, rumus di atas hanya merupakan perkiraan sederhana dan tidak dapat menggantikan penilaian status gizi secara menyeluruh. Untuk mengetahui apakah pertumbuhan anak benar-benar sesuai usianya, orang tua tetap disarankan memantau kurva pertumbuhan dan berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi.

kumparan post embed