Cara Penularan Cacar Monyet pada Anak yang Perlu Orang Tua Waspadai

3 September 2022 13:02
·
waktu baca 2 menit
comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi cacar monyet pada anak. Foto: Natalia Mels/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi cacar monyet pada anak. Foto: Natalia Mels/Shutterstock
Penyakit cacar monyet masih menjadi perbincangan hangat beberapa waktu terakhir ini. Penyakit ini mulanya merupakan penyakit endemik di Afrika Barat dan Tengah. Namun, pada 23 Juli lalu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan cacar monyet sebagai darurat kesehatan internasional. Hal itu disebabkan oleh menyebarnya penyakit cacar monyet di beberapa negara di Benua Amerika dan Benua Eropa.
Nah Moms, tampaknya orang tua perlu waspada, karena cacar monyet juga bisa menyerang anak. Penularannya terbagi dua, yaitu melalui kontak antar manusia dan kontak antara hewan dan manusia. Yuk, pahami penjelasan lengkap berikut ini, Moms.

Cara Penularan Cacar Monyet pada Anak

Ilustrasi cacar monyet pada anak. Foto: pavodam/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi cacar monyet pada anak. Foto: pavodam/Shutterstock
1. Penularan dari Kontak Antar Manusia
Penularan cacar monyet pada orang dewasa dan anak-anak sebenarnya sama saja. Mengutip laman WHO, penularan dari manusia ke manusia dapat terjadi akibat kontak dengan droplet, lesi kulit orang yang terinfeksi, dan benda yang terkontaminasi dengan pasien cacar monyet. Pada orang dewasa, cacar monyet juga dapat menyebar melalui hubungan seksual. Namun, cacar monyet bukan termasuk penyakit menular seksual (PMS).
Penularan melalui droplets atau partikel pernapasan biasanya terjadi pada kontak yang berkelanjutan, misalnya bertemu dengan orang yang terpapar setiap hari. Selain itu, berbagi barang dengan orang yang terpapar cacar monyet juga dapat memicu penularan.
Sementara itu, mengutip laman Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), cacar monyet juga dapat menular ke bayi di dalam kandungan. Hal itu terjadi ketika ibu hamil melakukan kontak fisik dengan orang yang terpapar cacar monyet, sehingga janin bisa tertular melalui plasenta.
2. Penularan dari Kontak Antara Hewan dan Manusia
Ilustrasi cacar monyet pada anak. Foto: Yunus Malik/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi cacar monyet pada anak. Foto: Yunus Malik/Shutterstock
Virus human monkeypox (MPXV) yang menyebabkan cacar monyet termasuk dalam kelompok virus zoonosis, yaitu virus yang dapat menyebar dari hewan ke manusia. Penyakit ini dapat menyebar jika manusia bersentuhan dengan darah, cairan tubuh, atau air liur dari hewan yang terpapar.
Menurut WHO, belum ditemukan hewan apa yang pertama kali menjadi sumber dari penyakit ini. Namun, kemungkinan besar adalah hewan pengerat. Di Afrika misalnya, beberapa hewan yang diwaspadai sebagai sumber penularan cacar monyet yaitu tupai, tikus berkantung, dan berbagai spesies monyet.
Selain melakukan kontak fisik dengan hewan yang terpapar cacar monyet, penularan melalui hewan juga dapat terjadi ketika manusia mengonsumsi produk hewani yang tidak diolah dengan benar. Selain itu, orang yang tinggal di dekat atau di dalam kawasan hutan juga memiliki risiko yang lebih tinggi terpapar cacar monyet.