Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.96.0
ADVERTISEMENT
Persoalan stunting menjadi musuh banyak negara di dunia. Tak hanya Indonesia, Filipina dan Timor Leste pun kini tengah menghadapi persoalan yang sama. Uniknya, mereka melawan stunting dengan mengadopsi cara yang digunakan Indonesia.
ADVERTISEMENT
Menurut keterangan dari organisasi nirlaba asal Indonesia, 1000 Days Fund, organisasi di Filipina dan Timor-Leste mengadopsi metode pencegahan stunting yang mereka kembangkan. Zuellig Family Foundation (ZFF) di Filipina dan Mercy Corps di Timor-Leste mencontoh inovasi Poster Pintar yang digunakan untuk memberikan informasi mendasar tentang stunting di Indonesia.
Poster Pintar yang dikembangkan oleh 1000 Days Fund ini dibagikan ke rumah warga. Poster pun berperan sebagai alat pendukung bagi para tenaga dan relawan kesehatan (kader) posyandu untuk melakukan edukasi ke masyarakat. Poster ini bertujuan untuk membantu keluarga melakukan deteksi dini kepada anak-anak yang berpotensi terkena stunting.
"Mercy Corps mengadopsi dan mendistribusikan Poster Pintar sejak tahun 2022 ke rumah-rumah warga melalui dukungan tenaga sukarelawan di Timor Leste dan pendanaan United States Department of Agriculture (USDA),” ujar Kay Klumpyan, Health and Nutrition Manager Mercy Corps Timor-Leste.
ADVERTISEMENT
“Inovasi yang dikembangkan oleh 1000 Days Fund ini telah membantu kami menyampaikan informasi terkait stunting kepada para orang tua untuk mengidentifikasi tanda-tanda stunting, kemudian mengambil langkah preventif yang dibutuhkan,” imbuhnya.
Sementara itu, ZFF berencana mengadopsi Poster Pintar sebagai alat pemantauan keluarga dalam program tata kelola gizi provinsi dan menargetkan pendistribusian 300 Poster Pintar ke rumah tangga melalui tenaga kesehatan dan gizi.
“Poster Pintar merupakan alat yang sederhana, tapi memiliki informasi-informasi yang tepat untuk disampaikan ke masyarakat,” ujar perwakilan ZFF.
“Kami pun segera mengumpulkan data-data pendukung untuk menyesuaikan Poster Pintar ini dengan konteks lokal dan informasi yang dibutuhkan oleh masyarakat mengenai pencegahan stunting,” sambung perwakilan tersebut.
Permasalahan stunting yang dihadapi oleh Timor Leste dan Filipina serupa dengan Indonesia, yaitu minimnya literasi dan edukasi kesehatan dan sistem manajemen informasi gizi yang belum memadai.
Selain itu, pola perilaku masyarakat yang belum sesuai dengan standar kesehatan, akses terhadap fasilitas kesehatan dan penyebaran informasi kepada masyarakat juga menjadi tantangan lain dalam edukasi pencegahan stunting.
ADVERTISEMENT
“Kami merancang Poster Pintar agar mudah diadaptasi, efektif, dan efisien sesuai dengan karakter dan keberagaman budaya di Indonesia,” ujar dr. Rindang Asmara, MPH, COO 1000 Days Fund.
“Menggunakan visual yang menarik dan bahasa yang sederhana merupakan kunci untuk meningkatkan pemahaman keluarga akan bahaya stunting. Oleh karena itu, kami mendukung inisiatif Mercy Corps dan ZFF yang menyesuaikan Poster Pintar ini dengan kebutuhan masyarakat Filipina dan Timor Leste,” kata Dokter Rindang.
Di Indonesia, 1000 Days Fund telah mendistribusikan lebih dari 348.000 Poster Pintar ke 28 pulau sejak tahun 2019. Pendistribusian Poster Pintar yang diiringi dengan pembekalan oleh kader posyandu telah mendorong lebih dari 60 persen orang tua di Indonesia untuk mengunjungi ke fasilitas kesehatan, termasuk pemeriksaan kehamilan dan imunisasi anak, mempraktikkan perilaku hidup bersih dan sehat, serta memberikan makanan bergizi, suplemen kesehatan, dan ASI eksklusif.
ADVERTISEMENT