Cara Soraya Larasati Atasi Anak GTM di Masa Pandemi

6 Oktober 2020 13:55 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Soraya Larasati. Foto: Munady Widjaja
zoom-in-whitePerbesar
Soraya Larasati. Foto: Munady Widjaja
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Wajar bila ibu merasa lelah atau bahkan kewalahan mengasuh anak di masa pandemi. Ya, hal ini juga dirasakan oleh salah satu selebriti Tanah Air Soraya Larasati. Sebagai ibu bekerja dengan dua anak, Soraya mengaku bahwa di awal pandemi ia berusaha untuk bisa mengatur waktu antara pekerjaan dan mengurus anak-anaknya, Dafa Danendra Amaldi Sulaeman dan Dzaka Rajendra Ismail Amaldi.
ADVERTISEMENT
Tak hanya soal urusan sekolah anak, istri dari Doni Amaldi ini juga berusaha agar kebutuhan nutrisi anak tercukupi di masa pandemi. Namun, dalam situasi ini ia mengaku sempat khawatir dua putranya bosan dengan menu makanan sehat yang disajikannya di rumah.
Apalagi, ia menuturkan bahwa anak keduanya, Dzaka sempat melakukan Gerakan Tutup Mulut (GTM). Sehingga si kecil pun jadi susah makan. Kendati demikian, ibu berusia 34 tahun ini dapat segera mengatasinya.
"Karena biasanya awal-awal kita weekend makan di luar. Tapi balik lagi, semua proses, penyesuaian mereka balik lagi tetap bisa menjalani hari-hari," kata Soraya Larasati dalam Webinar bertema 'Biasakan Anak Terapkan Gizi Seimbang selama di Rumah Saja' bersama Danone yang dihelat belum lama ini.
ADVERTISEMENT
Kira-kira, hal apa yang dilakukan Soraya Larasati untuk atasi anak yang sempat GTM itu, ya?
Virtual gathering bicara gizi 'Gizi Seimbang'. Foto: Dok. Danone

Cara Soraya Larasati Atasi Anak GTM

Sama halnya dengan para ibu lainnya, Soraya pun dituntut untuk kreatif menyajikan menu makanan untuk si kecil agar tak bosan meski di rumah aja. Selain itu, ia juga mengajak anak-anaknya untuk terlibat dalam menyiapkan makanan. Soraya pun menuturkan, ia sering membuatkan menu makanan nabati untuk dua anaknya.
"Ragam makanan nabati yang sangat bervariasi dari jenis kacang-kacangan dan sayuran baik untuk dikenalkan pada anak-anak. Biasanya, saya lengkapi dengan nutrisi untuk anak berbasis soya yang difortifikasi dengan serat, vitamin, dan mineral lainnya karena nutrisinya sudah disesuaikan dengan kebutuhan anak," ungkapnya.
Menurut Soraya, pangan nabati sama pentingnya dengan hewani. Sehingga, ia pun tetap memvariasikan menu makanan tersebut agar anak-anak tak bosan ataupun melakukan GTM. Yang terpenting, masih kata Soraya, kebutuhan nutrisi anak tercukupi.
ADVERTISEMENT