Kumparan Logo

Cara Tingkatkan Kesehatan Mental pada Anak Praremaja

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Cara Tingkatkan Kesehatan Mental pada Anak Praremaja.Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Cara Tingkatkan Kesehatan Mental pada Anak Praremaja.Foto: Shutter Stock

Saat anak mulai memasuki masa pubertas, akan banyak perubahan yang akan dialaminya dan perlu menjadi perhatian orang tua. Tidak hanya fisik, mental anak pun akan lebih bergejolak. Anda mungkin akan melihat anak bisa mengalami perubahan mood yang sangat cepat, serta memiliki kesadaran lebih tentang kondisi dirinya.

Ya Moms, anak yang sedang beranjak remaja  akan mengalami berbagai perubahan, dan cenderung dapat memengaruhi kondisi emosi serta menyebabkan perubahan perilaku. Maka dari itu, peran orang tua dalam menjaga kesehatan mentalnya yang sedang bergejolak ini sangat dibutuhkan agar tidak menyebabkan perilaku menyimpang.

Nah, seperti apa peran orang tua dalam cara menjaga kesehatan mental anak usia praremaja agar tetap bahagia?

Cara Tingkatkan Kesehatan Mental pada Anak Praremaja

Ilustrasi Anak praremaja. Foto: SewCream/Shutterstock

Memiliki kesehatan mental dan emosional yang baik penting bagi tumbuh kembang dan kesejahteraan anak-anak praremaja. Dilansir Raising Children, dengan cinta dan dukungan yang diberikan orang-orang di sekitarnya bisa memengaruhi langsung pada hal-hal positif bagi kesehatan mentalnya. Maka dari itu, coba lakukan langkah-langkah ini untuk meningkatkan kesehatan mental si kecil:

1. Beri Pujian dan Perhatian Positif

Langkah pertama yang bisa dilakukan adalah memberikan pujian pada anak ketika dia berhasil melalui hal-hal yang menurutnya sulit. Misalnya, ketika anak perempuan baru saja mengalami menstruasi pertamanya, berikan pujian karena telah berhasil melewati haid perdana dengan baik, dan berikan semangat karena sudah selangkah menuju lebih dewasa.

Anda juga perlu menghargai setiap usaha yang dilakukan dan tidak membandingkannya dengan anak-anak yang lain.

2. Tetapkan Aturan dan Batasan

Memiliki aturan dan batasan yang jelas serta adil akan membantu anak merasa aman di tengah kehidupannya yang sedang mengalami berbagai perubahan. Apalagi aktivitasnya semakin banyak, dan ia mulai memahami tentang tubuhnya dan lawan jenis.

Negosiasikan bersama aturan tersebut bersama anak agar tidak melakukan sesuatu yang berpotensi menyimpang, dan jangan lupa ingatkan dia untuk mematuhinya.

3. Gaya Hidup Sehat

Ilustrasi Anak praremaja. Foto: Nattapat Halpin/Shutterstock

Memiliki kebiasaan hidup sehat bisa membantu menjaga kesehatan mental pada anak. Hindari anak begadang dan membuatnya kurang tidur. Ingatkan anak untuk beraktivitas fisik setidaknya satu jam dalam sehari, dan bantu dia untuk bisa memilih makanan sehat untuk mendorong tumbuh dan kembangnya. Anda juga perlu memberikan keseimbangan antara kehidupan sehari-hari, sekolah, dan kegiatan lainnya.

4. Dekat dengan Keluarga

Keluarga menjadi orang-orang terdekat anak yang bisa diandalkan setiap dia memiliki masalah. Mintalah anak untuk terbuka dengan keresahan apa pun yang sedang dialami. Para ayah dan ibu juga perlu meluangkan waktu untuk berbicara tentang apa pun agar anak merasa selalu diperhatikan. Anda juga bisa melakukan kegiatan-kegiatan yang melibatkan keluarga sesering mungkin, seperti memasak atau menonton film bersama.