Kumparan Logo

Cara Turunkan Berat Badan dengan Sehat Setelah Melahirkan

kumparanMOMverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ibu dan anak. (Foto: Thinkstock)
zoom-in-whitePerbesar
Ibu dan anak. (Foto: Thinkstock)

Kembali ke berat badan ideal setelah melahirkan? Siapa yang tidak ingin? Meski tidak semua, tapi tapi umumnya para ibu baru berharap dapat segera langsing kembali setelah melahirkan.

Tapi sayangnya, banyak yang ingin kembali langsing dengan cepat. Padahal yang seharusnya jadi prioritas Anda adalah kesehatan bayi juga kesehatan Anda sendiri. Kalau berat badan turun dengan cepat tapi tidak sehat, Anda dan bayi juga yang akan merugi.

Jadi, pilih sehat daripada cepat ya, Moms. Berikut kumparanMom (kumparan.com) merangkum caraa menurunkan berat badan setelah melahirkan dengan sehat.

Menyusui

Menyusui (Foto: Thinkstock)
zoom-in-whitePerbesar
Menyusui (Foto: Thinkstock)

ASI adalah nutrisi terbaik baik bagi bayi. Tapi tidak hanya itu, ASI pun banyak membawa manfaat untuk Ibu. Beberapa penelitian mengungkap jika menyusui dapat membantu ibu menurunkan berat badan secara bertahap.

Ketika menyusui, hormon akan dilepaskan ke dalam tubuh yang akan membantu tubuh secara alami mengembalikan bentuk tubuh. Menyusui juga dapat membakar kalori sekitar 200 hingga 500 kalori setiap harinya. Jumlah itu serupa dengan aktivitas berenang atau naik sepeda selama tak kurang dari satu jam.

Atur Kebiasaan Makan

Melewatkan waktu makan (Foto: Pexels)
zoom-in-whitePerbesar
Melewatkan waktu makan (Foto: Pexels)

Pasca melahirkan, kebiasaan makan Anda bisa saja berubah drastis karena mudah lapar. Ini tak lain karena kalori yang dikonsumsinya harus disalurkan lewat ASI kepada bayi. Pada kondisi ini, bisa saja Anda kalap memakan camilan di samping makanan pokok yang cenderung kurang sehat. Alhasil, asupan makanan jadi tak terkontrol dengan tingkat lemak atau gula yang tinggi. Maka, Anda perlu memperhatikan secara benar kebiasaan makan demi kesehatan dan berat badan ideal.

Caranya, jadwalkan makan tiga kali sehari dengan asupan gizi yang komplit. Gunakan buah sebagai camilan sehat dan cukupi kebutuhan air putih bagi tubuh agar tetap segar dan tidak dehidrasi.

Olahraga

Ilustrai Olahraga Pagi (Foto: Dok.Pixabay)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrai Olahraga Pagi (Foto: Dok.Pixabay)

Berkonsultasilah kepada dokter terlebih dahulu tentang porsi olahraga yang sesuai kondisi Anda pascamelahirkan agar aman.

Anda bisa memulai menerapkan olahraga secara bertahap sesuai tingkatan beratnya aktivitas. Mulai dari berjalan selama 10-30 menit sehari, yoga pascamelahirkan dan sebagainya. Anda juga bisa datang ke pusat kebugaran dengan program olahraga khusus jika merasa telah mampu. Jadi sesuaikan aktivitas olahraga sesuai tahap kemampuan anda. Intinya, jangan malas bergerak.

Istirahat Cukup

Ketika lelah, tubuh akan merilis hormon Kortisol serta hormon-hormon stres lainnya yang dapat memacu penambahan berat badan. Pikiran yang kalut dapat memungkinkan menjadikan anda tidak lagi memperhatikan kebutuhan anda.

Seperti makan makanan yang sembarangan dan tidak sehat. Anda pun bisa jadi malas beraktivitas atau olahraga teratur. Tak ayal, berat badan Anda dapat semakin melonjak.

Nah, yang mana yang hendak Anda coba lebih dulu? Atau Anda punya jurus jitu lainnya? Ceritakan di sini agar dapat berguna untuk ibu yang lain, ya.