Kumparan Logo

Cat Tembok Bisa Sebabkan Ibu Hamil Keguguran! Mitos atau Fakta?

kumparanMOMverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Cat Tembok Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Cat Tembok Foto: Shutter Stock

Saat hamil, ada cukup banyak hal yang dapat mempengaruhi kesehatan janin maupun ibu. Tak sedikit juga yang bahkan bisa menyebabkan keguguran. Itulah sebabnya, ibu hamil memang perlu selalu berhati-hati. Berbagai hal yang mungkin sebelumnya biasa dihadapi, saat hamil jadi bisa mendatangkan bahaya.

Salah satunya yang mungkin kerap kita dengar adalah soal cat tembok yang berbahaya bagi ibu hamil. Ya Moms, banyak orang percaya kalau bau cat tembok bisa sebabkan ibu hamil alami keguguran!

Benarkah hal ini? Ternyata, jawabannya, ya dan tidak. Bagaimana maksudnya?

Ada Kandungan Cat yang Berbahaya bagi Ibu Hamil

Ilustrasi ibu hamil Foto: Shutterstock

Anjuran agar ibu hamil menghindari cat tembok umumnya muncul dari kekhawatiran akan kandungan bahan kimia dari cat yang akan mengeluarkan aroma khas setelah dipoleskan pada dinding.

Bahan kimia itu berbahan dasar solven, dan bila dihirup banyak-banyak dapat meningkatkan risiko janin mengalami gangguan pada sistem saraf dan ginjalnya, bayi lahir dengan kelainan, hingga risiko keguguran.

Selain solven, cat (tidak hanya terbatas pada cat tembok) juga mengandung VOCs (volatile organic compounds). Zat inilah yang menyebabkan cat dapat menguap di dalam udara. Dampak langsung yang dapat ibu hamil rasakan akibat zat ini yakni bisa mengalami pusing, mual, iritasi pada mata, dan gangguan pernapasan.

Namun mengutip laman American Pregnancy Association (APA) menuturkan, belum ada studi yang memastikan lebih jauh mengenai risiko bahaya sebab pengukuran bahaya tergantung pada bahan kimia dan pelarut yang terdapat dalam cat, serta jumlah maupun lama paparannya.

Pilih Cat yang Aman untuk Ibu Hamil

Ilustrasi ibu hamil menggunakan cat tembok Foto: Shutter Stock

Terkait bahan kimia di dalam cat, menurut Food and Drug Administration, AS, selama tidak mengandung timbal maka cat tidak berbahaya bagi ibu hamil.

Hal ini juga disinggung oleh APA dalam laman resminya. APA memaparkan, cat yang aman bagi ibu hamil tersebut berjenis cat minyak, dan enamel.

Cat jenis lateks juga relatif aman, selama cat lateks tersebut tidak mengandung etilena glikol ethers dan biocides.

Bingung memastikan apakah cat yang hendak Anda gunakan mengandung bahan berbahaya atau tidak? Lebih baik, sekaligus hindari saja, Moms. Mintalah orang lain untuk melakukan pekerjaan mengecat untuk Anda dan hindari berada di sekitarnya.

Tips Menggunakan Cat saat Hamil

Ilustrasi mengecat dinding. Foto: Foto: Pixabay

Bila betul-betul harus melakukan sendiri pekerjaan mengecat tembok, ada beberapa tips yang dapat dicoba oleh ibu hamil:

Pakai pakaian yang dapat melindungi kulit secara menyeluruh. Misalnya celana panjang, baju lengan lengan panjang plus sarung tangan.

Pastikan ruangan yang ingin dicat memiliki ventilasi baik. Anda bisa membuka jendela lebar-lebar atau menyalakan kipas.

Usahakan untuk istirahat sesering mungkin dan pindahlah ke ruangan terbuka lainnya.

Jauhkan makanan dan minuman ibu hamil dari area yang sedang dicat untuk menghindari tumpahan atau cipratan cat.

Jangan tidur di kamar yang baru dicat hingga bau cat benar-benar hilang atau setidaknya 2 x 24 jam.