Cegah Anak Merasa Insecure, Ini yang Orang Tua Perlu Lakukan!

16 Februari 2024 17:34 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Cegah Anak Merasa Insecure, Ini yang Orang Tua Perlu Lakukan! Foto: FAMILY STOCK/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Cegah Anak Merasa Insecure, Ini yang Orang Tua Perlu Lakukan! Foto: FAMILY STOCK/Shutterstock
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Perasaan minder atau insecure dapat diartikan sebagai perasaan tidak percaya diri atau cemas. Perasaan ini tidak hanya dialami oleh remaja hingga dewasa, tetapi juga pada anak-anak yang lebih kecil.
ADVERTISEMENT
Ya Moms, dikutip dari Psychology Today, insecurity bisa disebabkan oleh beberapa hal, seperti pengalaman traumatis atau akumulasi dari momen-momen kecemasan atau kritik terhadap dirinya. Misalnya, mendapat ejekan atau kritik pada dirinya.
Pada seseorang yang mengalaminya, mereka jadi sering mempertanyakan penampilan atau sifatnya, dan kemudian membandingkan dengan anak-anak lain. Imbas dari pengalaman tersebut bisa menimbulkan rasa ketidakpercayaan diri dan merasa tidak nyaman dengan dirinya sendiri.
Sebagai contoh, ketika di sekolah, anak dibandingkan dengan teman-temannya yang dianggap lebih cantik atau ganteng karena punya rambut lurus dan kulit putih. Padahal standar cantik dan ganteng semacam itu tidaklah tepat. Meski demikian hal itu tetap bisa membuat kepercayaan diri anak turun, dan bukan tidak mungkin menimbulkan pengalaman traumatis.
ADVERTISEMENT
Terkadang tidak mudah juga bagi orang tua menyadari anaknya sedang mengalami perasaan insecure. Lantas, bagaimana orang tua harus bersikap untuk mengurangi dan mencegah perasaan insecure pada anak?

Yang Bisa Orang Tua Lakukan saat Anak Merasa Insecure

Ilustrasi anak cemas. Foto: Shutter Stock
Sebelum itu, pahami mengapa anak-anak pun sudah mulai bisa merasakan insecure, Moms. Menurut Psikolog Anak dan Keluarga Rumah Dandelion, Rizqina Ardiwijaya M. Psi, penyebabnya berikut ini.
"Insecurity terhadap bentuk tubuh tidak hanya dirasakan oleh remaja atau dewasa, tapi anak usia dini juga bisa merasakan insecure. Karena saat ini mereka sedang mengembangkan self awareness, di mana penilaian orang sekitar sudah bisa mereka rasakan," jelas Rizqina kepada kumparanMOM.
Setelah mengetahui apa yang dirasakan si kecil, orang tua harus bijak menyikapinya.
ADVERTISEMENT
Hal pertama yang bisa dilakukan Anda adalah mencari tahu seberapa paham anak tentang standar kecantikan atau kegantengan.
"Berikutnya berikan pemahaman bahwa semua orang cantik ganteng pada versinya masing-masing. Yang rambutnya lurus cantik, yang rambutnya keriting ikal juga cantik. Yang kulitnya sawo matang ganteng, yang kulitnya putih juga ganteng," kata Rizqina.
Dan hal yang tidak kalah penting adalah tetap mengingat dan mengajak anak untuk tetap berperilaku baik dan meningkatkan kemampuannya. Ya, hal ini dilakukan agar anak tidak hanya fokus pada hal-hal seputar fisik saja.
"Orang tua juga bisa mengingatkan bahwa ada orang-orang yang cantik atau ganteng, tapi kecantikan dan kegantengannya ini tidak tertampil karena mereka tidak percaya," tuturnya.
Dan terakhir, Rizqina mengingatkan perlu adanya afirmasi positif setiap hari untuk anak-anak. Jangan lupa untuk memuji anak saat berhasil fokus pada pencapaiannya.
ADVERTISEMENT
"Dan kita harus tetap percaya, you're beautiful just the way you are," tutup Rizqina.