Kumparan Logo

Cegah Penularan Virus Corona di Sekolah Anak, Ini Arahan dari Kemdikbud

kumparanMOMverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Sekolah. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Sekolah. Foto: Shutter Stock

Upaya pencegahan virus corona oleh semua pihak terus digiatkan, tak terkecuali di sekolah anak.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) pun telah mengeluarkan Surat Edaran Mendikbud Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pencegahan Covid-19 pada Satuan Pendidikan, yang telah ditujukan pada semua pihak yang menaungi bidang pendidikan.

Apa saja isinya? Sebagai berikut, Moms:

Ilustrasi gedung sekolah anak Foto: Shutterstock

1. Sekolah wajib mengoptimalkan peran Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) atau unit layanan kesehatan di perguruan tinggi dengan cara berkoordinasi dengan fasilitas pelayanan kesehatan setempat untuk pencegahan penyebaran Covid-19.

2. Berkomunikasi dengan Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan dan/atau Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi setempat untuk mengetahui apakah Dinas Kesehatan telah memiliki semacam rencana atau persiapan dalam menghadapi Covid-19.

3. Sekolah wajib menyediakan sarana untuk mencuci tangan dengan sabun dan tisu di berbagai lokasi strategis di lingkungan sekolah.

4. Membiasakan siswa, guru, staf sekolah, dan orang-orang yang berada di lingkungan sekolah membiasakan mencuci tangan pakai sabun minimal 20 detik dan berperilaku hidup bersih dan sehat.

5. Pihak sekolah wajib membersihkan ruangan dan lingkungan sekolah secara rutin, terutama fasilitas umum yang sering disentuh tangan, seperti handle pintu, saklar lampu, komputer, keyboard komputer, dan lain sebagainya. Jangan lupa pastikan kondisi petugas dan sarana kebersihan telah memadai.

6. Pihak sekolah harus memperhatikan ketidakhadiran siswa, guru, dan staf sekolah.

7. Permudah izin tidak hadir bagi siswa, guru, dan staf sekolah yang sakit.

8. Tidak memberlakukan sanksi bagi yang tidak masuk karena sakit, serta tidak memberlakukan kebijakan insentif berbasis kehadiran.

9. Berkonsultasi kepada Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, dan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi jika terdapat ketidakhadiran dalam jumlah besar karena sakit yang berkaitan dengan pernapasan.

Cuci tangan di sekolah adalah salah satu pencegahan virus corona. Foto: Shutterstock

10. Koordinasikan pembagian tugas yang ditinggalkan tugas pendidik dan tenaga kependidikan yang absen kepada pendidikan yang mampu/sehat.

11. Berkonsultasi dengan Dinas Pendidikan atau Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi jika level ketidakhadiran dianggap sangat mengganggu proses belajar mengajar untuk mendapatkan pertimbangan apakah kegiatan belajar-mengajar perlu diliburkan sementara.

12. Sekolah atau satuan pendidikan tidak harus mampu mengidentifikasi Covid-19. Namun laporkan dugaan Covid-19 kepada Kementerian Kesehatan setempat untuk dilakukan pengujian, karena mayoritas penyakit pernapasan bukan merupakan Covid-19.

13. Pastikan bahwa makanan yang disediakan satuan pendidikan atau sekolah telah dimasak dengan matang.

14. Hindari berbagi makanan, minuman, dan penggunaan bersamaan alat musik tiup.

15. Hindari kontak fisik langsung seperti bersalaman, cium tangan, berpelukan, dan sebagainya.

16. Menunda kegiatan yang mengumpulkan banyak orang atau kegiatan di luar lingkungan satuan pendidikan atau sekolah seperti berkemah, dan studi wisata.

17. Membatasi tamu dari luar satuan pendidikan.

18. Bagi warga sekolah dan keluarganya yang baru kembali dari negara-negara terjangkit menurut WHO, diminta untuk tidak berada di sekitar satuan pendidikan selama 14 hari sejak kembali ke tanah air.

Petugas sekolah memeriksa suhu tubuh sejumlah siswa menggunakan termometer non kontak saat sosialisasi di Sekolah Tunas Global, Depok. Foto: ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha

Dengan mengetahui isi dari surat edaran ini, kita pun bisa ikut memantau dan mengingatkan staf guru di sekolah anak, bila Anda melihat hal-hal yang berkebalikan dari instruksi di atas. Dan kita sebagai orang tua, jangan pernah lelah untuk untuk terus mengingatkan anak agar hindari berbagi makanan dengan teman, cium tangan, serta terus menerapkan pola hidup sehat.

Sebab, langkah pencegahan itu baru bisa efektif jika ada kerjasama serta kolaborasi oleh semua pihak, Moms.