Kumparan Logo

Cegah Stunting, Kemenkes Canangkan Program Ibu Hamil Sehari Satu Telur

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi ibu hamil makan telur Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ibu hamil makan telur Foto: Shutterstock

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin ingin meniru salah satu program ‘Getol Milik’ milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam mengatasi stunting di Indonesia. Ya Moms, langkah ini dilakukan untuk mencapai target penurunan angka stunting nasional hingga 14 persen, dari yang saat ini masih 24 persen.

“Jadi, kalau Jabar sukses, nasional juga sukses menurunkan stunting dari 24 persen ke 14 persen. Tim Jabar itu luar biasa. Komitmen mereka untuk menurunkan stunting ini luar biasa. Inovasinya program-programnya luar biasa,” ucap Budi di Gedung Sate dalam acara Jabar Stunting Summit 2022, Rabu (14/12).

Program Getol Milik dicanangkan oleh pemerintah Kabupaten Bandung Barat. Ketua Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Bandung Barat, Sonya Fatmala, mengatakan program tersebut berfokus pada konsumsi telur minimal satu kali sehari bagi ibu hamil. Hal itu diklaim dapat mengantisipasi stunting sejak dini.

“Kalau anak sudah stunting penanganannya akan lebih rumit. Tapi ketika kita mencegah agar tidak terjadi anak yang stunting lagi tentu itu akan lebih baik lagi,” ucap Sonya.

Diklaim 60 Persen Efektif Cegah Stunting

Protein dalam telur, ucap Sonya, sangat efektif sebagai penunjang gizi yang baik bagi ibu hamil. Selain itu, telur juga dapat menambah berat badan bagi anak yang mengalami stunting. Ia mengeklaim, 60 persen ibu hamil dapat tercegah stunting bila mengonsumsi telur.

“Dengan telur ini sudah dilakukan penelitian bahwa telur itu bisa menurunkan angka stunting sebanyak 50-60 persen pada ibu hamil juga pada anak yang stunting,” ucap Sonya.

Sonya mengatakan, pihaknya telah mendistribusikan telur ke 16 kecamatan di Bandung Barat secara berkala dalam 3 bulan. Adapun pihaknya gelontorkan dana 30 Juta ke sejumlah Desa Lokasi Fokus stunting seperti wilayah Cihampelas hingga Batujajar.

“Kita juga melakukan pendampingan kepada keluarga yang mendapatkan telur ini agar telur ini benar-benar dikonsumsi. Saya titip pesan kalau bisa telurnya itu disuapin sama ibu hamilnya,” tuturnya.

Di tempat yang sama, Bupati Bandung Barat, Hengky Kurniawan menambahkan, pemeriksaan USG secara masif kepada ibu-ibu hamil pun dilakukan pihaknya agar mengontrol kondisi kesehatan bayi semasa dalam janin.

“Termasuk upaya kita melakukan USG secara masif 1.500 ibu-ibu hamil untuk memastikan kondisi bayinya sehat itu terus kita lakukan. Termasuk pemberian telur juga secara masif kita lakukan,” ucap Hengky.

Respons Ridwan Kamil terhadap Program 'Getol Milik'

Ilustrasi janin. Foto: Shutter Stock

Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, mengatakan, ada sekitar 880 ribu ibu melahirkan di Jawa Barat tiap tahunnya. Sayangnya, sebagian anak yang dilahirkan mengalami stunting. Oleh karena itu, penting untuk melakukan pencegahan stunting sejak dini dengan pemberian gizi yang baik bagi ibu hamil.

“Mengatasi stunting ini bukan dibayinya, proses pertama itu di ibu hamilnya, dan ibu sebelum menikah. Karena itu bisa dicegah diawal, insyaallah bayinya jauh lebih sehat, ketimbang kita fokus ke bayi yang sudah lahir saja,” ucap Emil, sapaan akrabnya.

Diketahui, terdapat 968 ribu atau 24,5 persen penduduk Jabar mengalami stunting pada tahun 2019. Emil yakin program Getol Milik bisa menurunkan angka stunting. Data terbarunya akan diumumkan pada Januari 2023 oleh pemerintah pusat.

“Kami tidak bisa merilis karena survei angka stunting itu dilakukan oleh pemerintah pusat. Baru beres survei ini Desember. Tapi feeling saya menurun, membaiklah,” ujar Emil.

Atas hal itu, Menkes Budi berencana akan mengaplikasikan program tersebut ke sejumlah wilayah agar angka stunting di Indonesia di masa depan bisa menurun.

“Saya minta izin ke Pak Gub (Ridwan Kamil), ‘ini ide bagusnya boleh ya dicontek, diambil, dibagikan ke daerah-daerah lain supaya bisa diterapkan.’ Kalau semangat seluruh kepala daerah mendekati Jabar insyaalloh target 14 persen secara nasional itu bisa kita capai," ungkapnya.

kumparan post embed