Kumparan Logo

Cegah Stunting Sejak Kehamilan, Bagaimana Caranya?

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Cegah Stunting Sejak Kehamilan, Bagaimana Caranya? Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Cegah Stunting Sejak Kehamilan, Bagaimana Caranya? Foto: Shutter Stock

Kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang menjadi penyebab utama stunting pada anak. Hal ini membuat anak mengalami hambatan dalam pertumbuhan dan perkembangannya sejak usia dini, seperti tubuh yang pendek dan kemampuan kognitif yang kurang.

Perlu dipahami, anak juga bisa mengalami stunting jika ada masalah sejak masa kehamilan lho. Oleh karenanya, pencegahan stunting juga sangat penting dilakukan bahkan sejak sebelum ibu hamil.

“Stunting itu bisa dicegah dari 1000 hari kehidupan, artinya dengan pemantauan rutin sejak kehamilan dan rutin ke posyandu setelah kelahiran.,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuasin, Dr. dr. Rini Pratiwi, M.Kes., saat hadir dalam seminar gizi yang diselenggarakan Nestle DANCOW FortiGro pada Selasa (4/7).

Lantas, apa saja yang bisa dilakukan untuk mencegah stunting sejak kehamilan?

Cara Mencegah Stunting Sejak Masa Kehamilan

Ilustrasi anak stunting. Foto: Shutterstock

Masa pra-konsepsi

Moms, pemenuhan gizi sejak masa pra konsepsi merupakan salah satu cara intervensi stunting yang bisa dilakukan sejak dini. Misalnya dengan mulai mengonsumsi makanan yang baik untuk kehamilan dan kesehatan rahim. Perawatan pra-konsepsi dengan dokter kandungan dapat memperbaiki status kesehatan calon ibu dan mengurangi faktor perilaku yang dapat mempengaruhi kesehatan ibu dan janin di masa kehamilan nanti.

Ada beberapa hal yang perlu dilakukan untuk mempersiapkan kehamilan yang sehat seperti:

  • Skrining anemia

  • Tatalaksana penyakit tidak menular (PTM)

  • Monitoring status gizi sebelum kehamilan

  • Melakukan aktivitas fisik ringan sebagai rutinitas

Ilustrasi ibu hamil dan keluarga. Foto: Shutterstock

Masa Kehamilan

  • Memenuhi kebutuhan gizi selama menyusui sesuai dengan saran dokter kandungan

  • Konsumsi tambahan zat gizi makro dan mikro setiap periode kehamilan dan menyusui

  • Pemantauan status gizi dan penambahan berat badan selama kehamilan sesuai indeks massa tubuh

  • Melakukan pemeriksaan kandungan secara teratur agar kehamilan terpantau dengan baik

  • Melakukan perawatan payudara sebagai persiapan untuk menyusui

Masa Menyusui

  • Inisiasi menyusu dini (IMD) dan pemberian ASI eksklusif

  • Konsumsi makanan bergizi seimbang untuk mendukung produksi ASI yang berkualitas

  • Memahami manajemen pemberian makanan pendamping ASI yang sesuai dengan usia anak

Memilih Makanan Selama Kehamilan

Ilustrasi ibu hamil makan makanan sehat. Foto: Shutter Stock

“Yang dibutuhkan ibu hamil itu kecukupan nutrisi untuk ibu dan janin bukan sekadar kenyang. Jadi, memang ada banyak hal yang penting diperhatikan, makanan yang diawetkan, tidak matang, itu perlu dihindari,” lanjut Rini.

Yang perlu dihindari

Sebaiknya ibu hamil dianjurkan bmenghindari makanan yang diawetkan karena biasanya mengandung bahan tambahan makanan yang belum tentu aman untuk ibu dan janin. Kemudian, makanan yang kurang matang juga bisa terkontaminasi kuman dan bakteri yang berbahaya bagi Anda, Moms.

Yang perlu dibatasi

Makanan yang mengandung kafein tinggi seperti kopi dan coklat juga sebaiknya dibatasi konsumsinya karena bisa meningkatkan tekanan darah. Sementara, makanan yang tinggi gas seperti nangka, kol, dan ubi jalar juga bisa menyebabkan ketidaknyamanan perut dan ulu hati ibu hamil. Kendati demikian, makanan tersebut bukan tidak boleh dikonsumsi, melainkan dibatasi jumlahnya agar ibu juga bisa mendapatkan manfaatnya, ya.

kumparan post embed