Kumparan Logo

Cerita Acha Sinaga yang Sempat Galau soal Pemberian MPASI untuk Bayinya

kumparanMOMverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Acha Sinaga dan anaknya, Lucas. Foto: Instagram/@achasinaga
zoom-in-whitePerbesar
Acha Sinaga dan anaknya, Lucas. Foto: Instagram/@achasinaga

Ada beberapa ibu yang tak sabar untuk memberikan bayinya MPASI atau makanan pendamping ASI. Hal ini karena mereka melihat bayinya itu sudah memiliki ketertarikan dengan makanan yang sedang dimakan ibu atau orang-orang sekitarnya. Padahal, usia si kecil mungkin saja belum menginjak 6 bulan. Perasaan ini pula yang belum lama ini dialami oleh selebriti Acha Sinaga.

Ya, beberapa waktu lalu, Acha sempat menceritakan kegalauannya tentang pemberian MPASI pada bayi laki-lakinya, Lucas Asaf Ambarita. Mulanya, ia bertekad untuk memberikan MPASI pada si kecil saat usianya 6 bulan. Tapi, seiring berjalannya waktu, hati ibu satu anak ini sepertinya goyah. Bagaimana tidak, tiap kali makan bersama Lucas, putranya itu seolah ingin mengambil makanan yang dimakan ibunya. Hingga pada akhirnya, Acha meminta pendapat para ibu di Instagram pribadinya tentang pemberian MPASI.

"Share dong bu-ibu, pengalaman kasih MPASI ke si kecil ketika umur berapa dan waktu itu kasih makanan pertamanya apa? No judge here ya Mom, karena kita semua pasti mau kasih yang terbaik untuk anak kita," tulis Acha Sinaga dalam salah satu unggahannya tersebut.

Cerita Acha Sinaga yang Sempat Galau soal Pemberian MPASI untuk Bayinya. Foto: Instagram/@achasinaga

Tak berselang lama, pemain film 'Get Up Stand Up' ini kembali mencurahkan isi hatinya terkait pemberian MPASI pada bayinya. Akhirnya, ia memutuskan untuk memberikan makanan padat pertama pada Lucas tepat di usia 6 bulan. Itu artinya, Acha akan memberikan MPASI pada 10 September tepat Lucas berusia 6 bulan.

Ia menambahkan, padahal dirinya sudah menyiapkan semua hal tentang MPASI si kecil dan berencana mulai memberikannya di usia 5 bulan. Tapi, hal ini ia urungkan karena ia telah berkonsultasi ke Child Health Nurse --sebuah komunitas yang dapat membantu ibu terkait masalah anak dan keluarga.

"Setelah aku utarakan maksudku sama Child Health Nurse minggu lalu, beliau nanya kenapa buru-buru karena semua nutrisi dan gizi yang si kecil perlukan sebenarnya sudah tercukupi dari ASI," tulisnya lagi.

instagram embed

Lewat unggahannya itu, Acha pun bukan bermaksud untuk menggiring para ibu di luar sana untuk mengikuti keputusannya. Sebab, setiap orang tua tentu punya caranya masing-masing dalam mengurus buah hatinya.

Ia hanya ingin berbagi tentang keputusan pemberian MPASI pada bayinya karena hal ini pun diminta oleh banyak pihak. Ada pun saat ia tengah makan bersama Lucas, ia dan suami mencoba untuk tak makan langsung dihadapan si kecil.

"Oh iya, jadinya sekarang kalau kita makan, kita usahain enggak di depan Lucas. Kecuali kalau terpaksa lagi di luar rumah kayak gini, eh tapi puji Tuhan anaknya malah turu lihat Bapake lahap makan *simbol tertawa*," tutup Acha.

Ilustrasi MPASI Bayi Foto: Shutterstock

Kata Dokter soal Usia Tepat Pemberian MPASI pada Bayi

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) merekomendasikan agar pemberian MPASI pada bayi dapat diberikan ketika ia berusia 6 bulan, Moms. Alasannya, di usia tersebut sistem pencernaan bayi dinilai sudah siap menerima makanan padat. Namun, jika si kecil memiliki indikasi MPASI dini, maka dokter bisa saja menyarankan pemberian MPASI lebih dini.

MPASI dini paling cepat diberikan pada saat bayi berusia 4 bulan. Kendati demikian, Anda tetap harus berkonsultasi ke dokter terkait hal ini ya, Moms. dr. Ayi Dilla Septarini, SpA, Dokter Spesialis Anak menjelaskan bahwa MPASI dini boleh diberikan apabila bayi terus-terusan menyusu tapi tampak seperti tidak kenyang, sering terbangun di malam hari, atau kenaikan berat badannya tidak sesuai dengan grafik pertumbuhan Badan Kesehatan Dunia (WHO).

"MPASI dini boleh diberikan paling cepat 4-6 bulan. Kalau kami prinsipnya daripada diberikan susu kaleng jauh lebih sehat diberikan MPASI. Logikanya, tahu, tempe, ikan, daging lebih sehat dibandingkan susu kaleng. Tapi harusnya ada dua syaratnya, empat bulan, kepalanya sudah tegak, kalau didudukkan sudah tidak manggut atau bayinya tertarik melihat orang makan. Tapi itu harus dengan izin dokter," kata dr. Ayi beberapa waktu lalu.

Jadi, apabila Anda ingin memberikan MPASI lebih dini padahal si kecil belum berusia 6 bulan, maka Anda harus berkonsultasi dengan dokter ya, Moms. Sebab, tiap anak memiliki kesiapan yang berbeda-beda.

kumparan post embed