Cerita Ibu: Anak Saya Tak Sengaja Telan Serpihan Silet Sampai Harus Opname

7 Juli 2022 18:11
·
waktu baca 4 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Ilustrasi anak menelan benda tajam. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak menelan benda tajam. Foto: Shutter Stock
ADVERTISEMENT
Orang tua perlu memastikan anak bisa beraktivitas dengan nyaman dan juga aman. Meski begitu, terkadang ada saja kejadian yang terjadi di luar keingingan.
ADVERTISEMENT
Hal ini pula yang dialami seorang ibu Ayu beberapa waktu lalu. Ayu menceritakan pengalamannya saat sang anak tidak sengaja menelan serpihan silet ketika bermain sendirian di rumahnya. Di waktu yang sama, Ayu sedang disibukkan menyiapkan makanan untuk keluarganya di dapur.
Mendengar putri kecilnya memanggil, Ayu pun langsung menghampirinya. Betapa kagetnya ia saat menemukan potongan silet berserakan di lantai tempat anaknya bermain. Dengan gesit, Ayu langsung memeriksa seluruh bagian tubuh anaknya dan menemukan beberapa serpihan silet di dalam mulut anaknya dengan ukuran berbeda, kecil dan besar.
Beruntungnya, Ayu berhasil mengambil semua serpihan silet dari mulut sang anak. Namun ternyata, setelah serpihan itu dikumpulkan tidak membentuk satu silet utuh, artinya tidak semua potongan itu ditemukan oleh sang ibu. Akhirnya, Ayu memutuskan untuk membawa anaknya ke rumah sakit.
ADVERTISEMENT
Hasil rontgen menunjukkan adanya serpihan silet yang sudah masuk ke lambung anak Ayu, sehingga dokter mengharuskannya untuk opname agar kondisinya bisa terpantau. Setelah satu hari opname, anak Ayu diperbolehkan pulang dengan harapan si kecil akan mengeluarkan serpihan siletnya saat buang air besar. Syukurnya, 3 hari setelah pulang dari RS sang anak BAB dan benar serpihan silet berhasil ditemukan setelah fesesnya diurai.
Nah Moms, cerita yang dibagikan ibu Ayu lewat akun Instagram @kumparanMOM mendapatkan berbagai respons dari followers. Banyak ibu yang memberikan simpati dan dukungan pada Ayu dan meminta para ibu di luar sana untuk tidak menyalahkannya, sebab, ia sudah cukup sedih dan merasa bersalah atas apa yang menimpa sang buah hati.
ADVERTISEMENT
"Semua yang terjadi pada anak BUKAN SEPENUHNYA SALAH IBU. Tau ga sih sekarang tu ibunya yang paling sedih dan paling merasa bersalah ?? Jadi jangan nyalahin ibu, coba kita bayangin ada di posisi ibu nya," kata pemilik akun @jiwiin.
"Alhamdulillah ga kenapa-napa.. Berat banget jadi ibu, pikiran terpecah, banyak yang harus diselesaikan.. Kadang ada yang missed aja bikin kepikiran. Dan percayalah, seorang ibu pasti udah sangat merasa bersalah ketika anaknya kenapa-napa, jadi jangan asal judge si ibu," tulis pemilik akun @diantymeong.
Ya Moms, peristiwa yang dialami A ini tentu menjadi pengingat bagi kita semua agar lebih berhati-hati dan memperhatikan saat si kecil bermain sendiri di rumah.

Yang Perlu Diperhatikan Bila Anak Bermain Sendiri di Rumah

Ilustrasi anak bermain sendiri di rumah. Foto: MIA Studio/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak bermain sendiri di rumah. Foto: MIA Studio/Shutterstock
Moms, sebenarnyat tidak masalah jika anak ingin bermain sendiri di rumah, atau memang harus main sendiri saat ibu dan ayah sedang melakukan hal lain. Namun, yang perlu diperhatikan adalah memastikan area bermain anak aman dan jauh dari paparan benda tajam yang berbahaya. Apalagi, anak-anak yang masih terlalu kecil tidak paham itu bahaya dan akan selalu tertarik dengan benda asing di depannya.
ADVERTISEMENT
“Penyimpanan alat-alat berbahaya dan benda-benda tajam menjadi sangat penting. Pisahkan benda-benda berbahaya dan jauhkan dari area anak bermain dan jangkauan anak-anak,” jelas Inisiator SafeKids Indonesia, Wahyu Setyawan Minarto, ST., B.Eng., pada kumparanMOM (7/7)
Pria yang akrab disapa Paman Billie itu juga menuturkan, sebaiknya orang tua menggunakan benda tajam di luar penglihatan anak-anak, sebab mereka bisa saja menirunya. Kemudian, jangan lupa untuk menyimpan kembali benda tajam di tempat yang seharusnya dan pastikan tertutup rapat.
Bagaimana jika benda tajam terlanjur melukai anak?
“Kalau lukanya kecil di permukaan, pertama bersihkan dengan air mengalir untuk mensterilkan luka sayatan. Hentikan perdarahan dengan menggunakan povidine iodine (obat merah atau sejenisnya). Jika lukanya besar, hentikan perdarahan dengan menekan area luka menggunakan kain bersih dan segera bawa anak ke dokter,” lanjut Paman Billie.
ADVERTISEMENT
Apabila ibu curiga anak menelan benda tajam atau si kecil sudah menunjukkan gejala tertelan, seperti merasa kesakitan pada mulut, tenggorokan dan perut. Sebaiknya segera bawa anak ke rumah sakit dan sebisa mungkin tenangkan si kecil agar tidak merasa takut.

Risiko Bila Anak Tak Sengaja Menelan Benda Tajam

Ilustrasi anak menelan benda tajam. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak menelan benda tajam. Foto: Shutterstock
Benda tajam sangat berbahaya sehingga keberadaannya perlu dijauhkan dari jangkauan anak-anak. Ya Moms, benda tajam bisa saja melukai tubuh anak hingga membuatnya kesakitan. Tapi, benda tajam yang berukuran kecil juga sangat mungkin tertelan oleh anak saat si kecil bermain.
Dalam kebanyakan kasus, saluran pencernaan akan memproses benda yang tertelan dan akan keluar dari tubuh secara alami melalui feses. Tapi, ada kemungkinan benda tajam tersangkut di dalam tubuh anak sehingga menyebabkan masalah lain yang lebih berbahaya.
ADVERTISEMENT
Mengutip Healthline, benda tajam bisa saja tersangkut di kerongkongan (pipa makanan) dan menimbulkan kesakitan yang hebat pada si kecil. Ini bisa ditandai dengan anak yang kesulitan menelan makanan, meneteskan air liur lebih banyak, hingga sensasi tertusuk di lehernya.
Selain itu, dikutip dari The Royal Children’s Hospital Melbourne, ada kemungkinan benda tajam akan melukai saluran pernapasan atau pencernaan anak. Hal ini bisa menyebabkan anak sesak napas, demam, sakit perut, hingga muntah darah sebagai indikasi adanya luka di dalam tubuh mereka. Sehingga, segera bawa ke dokter bila mendapati menelan benda tajam, seperti yang dilakukan Ayu, Moms.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020