Cerita Ibu: Anak Saya Tertular Flu Singapura setelah Kumpul Keluarga

2 Juni 2022 19:00
·
waktu baca 5 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Ilustrasi Anak Kena Flu Singapura atau Penyakit Tangan, Kaki, Mulut (PTKM). Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Anak Kena Flu Singapura atau Penyakit Tangan, Kaki, Mulut (PTKM). Foto: Shutterstock
ADVERTISEMENT
Orang tua mana yang tidak sedih saat melihat sang anak sakit. Hal itu pula yang dirasakan AA, ibu satu orang anak. Ya Moms, AA bercerita bahwa anaknya yang masih berusia 16 bulan tertular flu Singapura setelah kumpul keluarga di acara buka puasa Ramadhan lalu.
ADVERTISEMENT
Saat itu, AA dan keluarga kecilnya datang menghadiri acara buka puasa di sebuah mal. Momen itu berjalan lancar-lancar saja. Anaknya pun ikut bermain dengan saudara-saudaranya.
Tak disangka, keesokan harinya ia menyadari si kecil mengalami demam dan muncul beberapa benjolan di pipi dan kaki, kemudian bintik-bintik merah seperti cacar hingga sariawan di seluruh area mulut. Dokter pun bilang anaknya terkena flu Singapura. AA pun bingung dari mana anaknya tertular.
Ternyata, keponakannya yang berusia 8 bulan kena penyakit yang sama sepekan sebelum acara buka puasa bersama. Apalagi, bayi itu ikut dibawa dalam acara tersebut. Akhirnya, anaknya pun diberi salep kulit dan obat minum oleh dokter, serta disarankan untuk melakukan isolasi sementara.
Setelah dua minggu, perlahan kondisi anak AA mulai membaik. Bintik-bintik merahnya terus memudar dan nafsu makannya mulai kembali seperti biasa. Namun, ceritanya belum sampai di situ, karena AA ternyata ikut tertular flu Singapura meski tidak separah anaknya. Menurut dokter, orang dewasa juga bisa terkena flu Singapura apabila imunitasnya sedang lemah.
ADVERTISEMENT
Nah Moms, cerita Ibu AA yang dibagikan lewat akun Instagram @kumparanMOM mendapat respons dari followers. Ada yang bercerita dengan pengalaman serupa, ada juga anak followers kumparanMOM yang sedang mengalaminya.
"Anakku juga ngalamin, tapi alhamdulilah imunnya kuat, sehingga bintik nya hanya di kaki dan ga banyak, stlh dibawa ke dokter aku isolasikan anaku selama seminggu, alhamdulilah sehat😊," tulis pemilik akun @ibunjun.
"Makanya pas anakku hfmd walopun udh ga demam dan udh ceria (skitar 5hari), ttp blm aku bolehin main, sampe 10hari lebih baru boleh. kasian klo anak2 lain ketularan... jgn mikir anak sndiri udh ga demam nih kayanya udah sembuh, pdhl masih bisa nularin dr droplet atau cairan lesi yg blm kering," cerita ibu dengan akun @zandradwi.
ADVERTISEMENT
"Anakku sekarang kena. Kemaren demam karna tgl merah, tadi pake ke dsa fix flu singapore. Baby umur 13 bulan sama 4 tahun barengan. Minta doanya ya bunda bunda 🥺🤲," tulis pemilik akun @tamyranoviasty.
Nah Moms, yuk, pahami lebih lanjut seputar flu Singapura berikut ini.

Gejala Flu Singapura yang Bisa Terjadi pada Anak

Ilustrasi Anak Kena Flu Singapura atau Penyakit Tangan, Kaki, Mulut (PTKM). Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Anak Kena Flu Singapura atau Penyakit Tangan, Kaki, Mulut (PTKM). Foto: Shutterstock
Moms, penyakit flu Singapura bukan berarti berasal dari Singapura, ya. Namun, hanya sebutan saja karena penyakit ini sempat mewabah di Singapura. Sementara nama penyakit yang benar adalah Hand, Foot, Mouth disease (HFMD) atau penyakit tangan kaki mulut (PTKM).
Mengutip dari laman Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), penyakit HFMD atau ‘Flu Singapura’ disebabkan oleh virus dari keluarga Enterovirus, yakni Coxsackievirus tipe A16 dan Enterovirus tipe 71. Virus ini bisa menular dari satu manusia ke manusia lain melalui air liur, lendir hidung, cairan dari luka terbuka, hingga kotoran.
ADVERTISEMENT
Menurut Centers for Disease Control and Prevention Amerika Serikat (CDC), seseorang yang terkena HFMD ini sangat rentan menulari orang lain dalam seminggu pertama mereka sakit. Lalu virus ini dapat menyebar ke orang lain selama berhari-hari. Penyebaran lebih mudah terjadi apabila kontak erat dengan penderita (berbicara, memeluk, mencium), melalui udara (bersin dan batuk), memegang kotoran penderita, dan kontak dengan objek atau permukaan yang terkena virus HFMD.

Gejala Flu Singapura

Flu Singapura atau HFMD mempunyai masa inkubasi sekitar tiga hingga tujuh hari. Artinya, seorang anak yang telah terinfeksi tidak serta merta akan memunculkan gejala, namun harus menunggu waktu inkubasi virus itu sendiri.
Berikut gejala umum yang ditemukan pada anak yang dikutip dari laman IDAI dan Kemenkes.
Ilustrasi Anak Kena Flu Singapura atau Penyakit Tangan, Kaki, Mulut (PTKM). Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Anak Kena Flu Singapura atau Penyakit Tangan, Kaki, Mulut (PTKM). Foto: Shutterstock
1. Demam satu hingga dua hari
ADVERTISEMENT
2. Munculnya bintik-bintik kemerahan di rongga mulut yang kemudian menjadi sariawan
3. Ruam-ruam kulit, muncul benjolan, dan bintik merah pada telapak kaki serta tangan
3. Nafsu makan menurun
4. Kelelahan
5. Nyeri pada tenggorokan
6. Munculnya lesi atau luka seperti sariawan pada lidah, gusi atau bagian mulut lainnya
Meski umumnya gejala penyakit flu Singapura ringan, namun pada beberapa kasus bisa menyebabkan komplikasi berat. Terutama yang disebabkan oleh Enterovirus 71 karena dapat menyebabkan radang selaput otak (meningitis). Komplikasi pun dapat timbul, seperti lepasnya kuku jari tangan dan kaki. Namun, kelainan ini bersifat sementara dan kuku dapat tumbuh kembali.

Penanganan dan Cara Mencegah Tertular Flu Singapura

Sejauh ini, tidak ada perawatan medis atau obat-obatan khusus untuk mengatasi penyakit yang satu ini. Dokter biasanya akan memberikan obat-obatan yang bersifat simptomatik atau sesuai gejala untuk mengatasi keluhan yang dialami si kecil. Misalnya untuk mengatasi demam dan rasa sakit akibat sariawan.
ADVERTISEMENT
Beberapa hal juga bisa dilakukan orang tua untuk mencegah tertular penyakit Flu Singapura, seperti dikutip dari WebMD, antara lain:
1. Rajin cuci tangan dengan sabun, terutama setelah Anda mengganti popok atau menyeka hidung anak. Anak-anak pun perlu menjaga kebersihan tangan mereka.
2. Ajari anak menutup mulut dan hidung saat bersin atau batuk. Siapkan tisu di kantong atau tas mereka.
3. Bersihkan permukaan barang, seperti mainan dan gagang pintu, dengan disinfektan
4. Jangan memeluk atau mencium seseorang yang memiliki gejala HFMD, termasuk berbagi peralatan makan.
5. Jangan bepergian ke luar rumah hingga gejala yang dialami hilang.
=====
Yuk, baca lebih banyak #CeritaIbu yang inspiratif di Instagram @kumparanmom. Atau ingin ikut berbagi cerita? Bisa, Moms! Kirimkan saja cerita Anda lewat DM Instagram @kumparanmom.
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020