Cerita Ibu: Berjuang Melahirkan Sendiri karena Positif COVID-19

23 Juni 2022 17:03
waktu baca 4 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Berjuang Melahirkan Sendiri karena Positif COVID-19. Foto: jomphong/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Berjuang Melahirkan Sendiri karena Positif COVID-19. Foto: jomphong/Shutterstock
ADVERTISEMENT
Kehadiran suami atau orang tua biasanya jadi bagian penting untuk memberi dukungan ibu saat melahirkan. Namun, hal ini tidak dirasakan oleh ibu berinisial ASH, karena ia ternyata positif COVID-19 setelah dites beberapa saat sebelum proses persalinan.
ADVERTISEMENT
Kehamilan pertama ASH begitu dinikmati meski sempat terjadi masalah kesehatan, yaitu Infeksi Salurah Kemih (ISK). Ia pun sangat menjaga kehamilannya agar bisa tetap sehat hingga melahirkan. Saat kehamilannya memasuki 38 minggu, ASH menjalani tes PCR di puskesmas dan orang tuanya juga datang untuk menemaninya.
Kontrol terakhir dengan dokter kandungan ternyata ditemukan air ketuban mulai keruh, sehingga ia dirujuk untuk dilakukan induksi. Namun, saat tengah menunggu proses administrasi di rumah sakit tempat ia akan bersalin, tiba-tiba ASH ditelepon oleh puskesmas bahwa hasil tes PCR-nya positif COVID-19. Kabar yang begitu mendadak di detik-detik jelang ia masuk ke ruang bersalin.
ASH akhirnya dirujuk ke RSUD yang menyediakan ruang IGD khusus ibu hamil dan setelah melahirkan. Keesokan harinya, ia menjalani operasi caesar hanya sendirian, karena sang suami tidak boleh menemani. Suaminya pun hanya diberi kesempatan sebentar sesaat sebelum masuk ruang operasi dan sesudahnya.
Ilustrasi wanita melakukan isolasi karena positif COVID-19. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi wanita melakukan isolasi karena positif COVID-19. Foto: Shutter Stock
Rasa sakit usai operasi caesar ditambah tidak ada yang membantunya setelah masuk ruang isolasi membuat ASH sesak hingga berkeringat dingin. Kondisinya sempat drop dan merasa proses recoverynya sulit karena ia hanya sendirian. Namun rasa gundahnya teratasi saat mengetahui bayinya lahir dengan sehat dan hasil swabnya negatif.
ADVERTISEMENT
Setelah enam hari menjalai isolasi di RS, ASH akhirnya diperbolehkah pulang meski kondisinya masih positif. Ia diizinkan melanjutkan isolasi di rumah. Sebelum itu, hasil rontgennya keluar dan ternyata ia mengalami bronkitis. Gejala COVID-19 lainnya juga dirasakan ASH saat sudah pulang ke rumah, sehingga ia tidak berani menyusui bayinya secara langsung dan ditambah juga adanya tekanan dari keluarga.
Buat ASH, pengalaman pertama melahirkan ini merupakan kejadian yang di luar ekspektasinya. Tidak hanya berjuang untuk sembuh dari COVID-19, tetapi ia pun juga harus menghadapi tekanan psikis dan mental agar proses penyembuhannya lebih cepat.
Nah Moms, cerita ASH yang dibagikan lewat akun Instagram @kumparanMOM mendapat berbagai respons dari followers. Banyak yang memberikannya semangat untuk menghadapi proses penyembuhan, dan ada juga yang bercerita pengalaman serupa mengalami COVID-19 saat melahirkan.
ADVERTISEMENT
"Luar biasa bundaa馃槩 pastii beraat sekali. Semoga sekarang bunda sudah sehat yaa dan anaknya jd anak yg kuat karena bundanya kuat banget," kata pemilik akun @sawayakana_asa.
"Kamu hebat mom鉂わ笍鉂わ笍鉂わ笍鉂わ笍 semoga semangatmu sampai kepada anakmu sebagai bekal kehidupannya 馃槏," ucap pemilik akun @ocyrhz.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
"Cerita nya sama persis kayak saya. Merasa terpukul sih ngga, cuma sedih aja 2 minggu terpisah sama bayi. Yg bikin semangat adalah suami yg rela bolak balik dari Kota Tangerang ke RS Jaksel biar kl saya butuh apa2 dia selalu siap.. padahal dia nggak bisa ketemu saya馃槩," tulis pemilik akun @red_rosse09.

Bagaimana Menghadapi Kondisi yang Tak Sesuai Harapan?

Situasi usai persalinan yang tak sesuai rencana memang bisa membuat ibu menjadi sedih. Meski memiliki tekad kuat agar cepat pulih dari operasi caesar dan COVID-19, namun ASH juga sedih karena tidak bisa langsung menyentuh dan menyusui bayi.
Ilustrasi wanita sedih menghadapi kondisi yang tidak diharapkan. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi wanita sedih menghadapi kondisi yang tidak diharapkan. Foto: Shutterstock
Menurut psikolog klinis dewasa dari Rumah Dandelion, Nadya Pramesrani, ada beberapa hal yang perlu dipahami ibu ketika rencana tidak berjalan seperti yang diharapkan. Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mencegah sampai terjadi stres atau depresi adalah memahami untuk menerima hal-hal di luar kendali kita.
ADVERTISEMENT
"Menerima bahwa memang ada hal-hal yang di luar kendali kita. Accepting the unknown. Artinya ketika persiapan pun mempersiapkan hal ini. Breath in, breath out. Fokus pada hal baik yang terjadi. Proses emosi negatifnya, terima bahwa ada hal yang tidak berjalan sesuai rencana. Tapi bukan berarti ini adalah hal buruk," ujar Nadia kepada kumparanMOM beberapa waktu lalu.
Ya Moms, apalagi kondisi ASH yang sedang pemulihan dari sakit fisik akibat operasi caesar dan COVID-19, Nadya menilai tidak akan mudah menjalani prosesnya.
"Tubuh sempat ngedrop dan sesak napas merupakan respons fisik dari anxiety, roots dari anxiety adalah perasaan tidak aman. Dan COVID-19 itu mengambil rasa aman orang banget," kata Nadya.
Ilustrasi pasangan suami istri. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pasangan suami istri. Foto: Shutter Stock
Ia pun mengingatkan pentingnya orang-orang di sekitar ikut membantu pemulihan kondisi fisik maupun psikis seseorang yang merasakan hal serupa seperti ASH. Jika memang butuh bercerita, coba lah untuk mengatakannya pada suami atau anggota keluarga yang dipercaya. Terkadang, memang dibutuhkan waktu untuk bersedih dan butuh disemangati.
ADVERTISEMENT
Namun, Nadya juga meminta para ibu untuk lebih memahami kondisi tubuh dan pikirannya masing-masing. Apabila sudah mulai menunjukkan tanda-tanda baby blues, Anda mungkin membutuhkan ahli dalam mengatasi perasaan tersebut,
"Patokan umumnya adalah melihat bagaimana kualitas tidur ibu. Apakah bisa istirahat? Bagaimana makannya? Apakah masih bisa merasakan lapar dan ada dorongan untuk makan atau tidak? Lihat dari fungsi self care dan regulasi emosinya. Apakah mood swing yang intens sampai mengganggu kemampuan ibu mengurus diri dan anak. Bila jawabannya ya, segera ke profesional," tutup dia.
=====
Yuk, baca lebih banyak #CeritaIbu yang inspiratif di Instagram @kumparanmom. Atau ingin ikut berbagi cerita? Bisa, Moms! Kirimkan saja cerita Anda lewat DM Instagram @kumparanmom.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020