Cerita Ibu: Kesal Punya Pengasuh Anak Bermasalah, Kabur Setelah Terlilit Utang

14 Juli 2022 18:04
·
waktu baca 4 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Cerita Ibu: Kesal Punya Pengasuh Anak Bermasalah, Kabur Setelah Terlilit Utang. Foto: PKpix/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Cerita Ibu: Kesal Punya Pengasuh Anak Bermasalah, Kabur Setelah Terlilit Utang. Foto: PKpix/Shutterstock
ADVERTISEMENT
Bagi ibu bekerja, kehadiran asisten rumah tangga atau pengasuh anak bisa sangat membantu kehidupan sehari-hari. Meski begitu, beberapa ibu mungkin saja menemui drama soal ART atau pengasuh anaknya. Hal ini pula yang dialami oleh Ibu Aziza dan nanny atau pengasuh sang anak.
ADVERTISEMENT
Cerita bermula saat Aziza yang merupakan seorang mompreneur dengan anak berusia 1,5 tahun membutuhkan seseorang untuk menemani dan menjaga anaknya di rumah. Ia pun akhirnya mempekerjakan seorang nanny pada Maret 2021. Mulanya, Aziza tidak menaruh kecurigaan sama sekali karena kerja nanny tersebut bagus, bahkan ia sudah merasa cocok dan sampai menaikkan gajinya. Semua kewajibannya sebagai orang yang mempekerjakan sudah dilakukan.
Setelah lima bulan bekerja, ia mulai merasakan kinerja pengasuh anaknya menurun. Tak jarang, Aziza harus menghadapi perilaku jorok, seperti tidak membersihkan botol susu hingga peralatan makan anaknya dengan benar.
Tak sampai di situ, Aziza dan suaminya pun menjadi emosi saat mengetahui pengasuh anaknya sering berutang. Bahkan, alamat rumahnya dijadikan lokasi penagihan tanpa sepengetahuannya. Emosi yang sudah tak tertahankan membuat mereka ingin memberhentikan nanny tersebut, yang saat itu posisinya sedang pulang kampung. Namun, pengasuh anaknya tidak bisa dihubungi. Karena ternyata, pengasuh anak itu sudah mengganti nomornya sebelum utangnya jatuh tempo. Selain itu, rupanya momen pulang kampung ternyata sudah direncanakan sejak jauh-jauh hari untuk menghindari kejaran utang.
ADVERTISEMENT
Aziza dan suaminya merasa sangat kesal dengan perilaku pengasuh anaknya itu. Ia pun kebingungan bagaimana caranya menghubungi nanny tersebut, karena diyakini sang nanny yang sudah bekerja lebih dari setahun itu tidak akan kembali lagi.
Nah Moms, cerita ibu Aziza yang dibagikan lewat akun Instagram @kumparanMOM mendapat berbagai respons dari followers. Banyak yang memberikan masukan dan ada juga yang berbagi drama dengan ART atau pengasuh anak lainnya.
"Menurut saya kalau sudah terjerat pinjol cari nanny lain bun..lebih baik putus hubungan sama yang begitu," kata pemilik akun @bilonacookies.
"Laporkan saja ke polisi atau kontak kembali penyalur or yayasan yg pernah membawa atau memperkenalkan ART kpd anda, minta KTP nya kalau bisa.. Pelajaran yg bisa di petik dr hal ini pertama kali ketemu, minta KTP nya lalu jangan sekali” mempercayakan pembantu, pengasuh sepenuhnya, krna kita tdk pernah tau, secara dia orng lain, selalu waspada..," tulis pemilik akun @devitadave.
ADVERTISEMENT
"Lapor polisi dengan bukti2 yang ada. Cek KTP pasti ada alamat. Datangi lokasi si nanny tinggal dan minta baik2 kalo tidak ada solusi langsung ke polisi untuk di tindak lanjuti," kata pemilik akun @nurycut3.
Ya Moms, mencari pengasuh anak atau nanny memang bisa susah-susah gampang Ada kriteria-kriteria untuk perlu dipenuhi agar Anda merasa aman dan tenang saat harus menitipkan anak kepada nanny.

Tips Mencari Pengasuh Anak

Ilustrasi Pengasuh Anak. Foto: szefei/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Pengasuh Anak. Foto: szefei/Shutterstock
Nanny atau pengasuh anak adalah seseorang yang dipekerjakan secara penuh atau paruh waktu oleh suatu keluarga untuk memberikan pengasuhan anak saat orang tua pergi. Secara istilah, nanny bahkan diharapkan dapat memenuhi kebutuhan anak yang lain, seperti kebutuhan sosial, emosional, hingga intelektual.
Memilih nanny yang dapat dipercaya untuk mengurus dan mengasuh anak, terutama bagi orang tua yang punya kesibukan bekerja di luar rumah, terkadang bukan hal yang mudah. Bahkan, banyak kabar kurang baik soal pengasuh anak yang tidak menjalankan tugasnya dengan baik atau bahkan sampai melakukan kekerasan.
ADVERTISEMENT
Maka dari itu, sebagai orang tua dan orang yang membutuhkan jasa, Anda perlu cermat dalam memilih nanny sesuai dengan kebutuhan yang diharapkan. Anda bisa mencarinya lewat yayasan atau penyalur seperti kenalan.
Salah satu pengurus yayasan penyalur ART di daerah Kemang, Jakarta Selatan, menjelaskan, pihak yayasan biasanya menanyakan detail seperti apa kriteria baby sitter, nanny, atau asisten rumah tangga yang diinginkan pengguna jasanya.
Ilustrasi Pengasuh Anak. Foto: ucchie79/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Pengasuh Anak. Foto: ucchie79/Shutterstock
"Pengguna jasa yang punya kriteria. Biasanya mereka pengin pekerja itu yang sabar, jujur, rajin, telaten, sayang sama anak, bisa bekerja lama. Tapi di antara kriteria itu sebenarnya banyak kriteria spesifik yang pengguna jasa perlu tahu," ujarnya kepada kumparanMOM beberapa waktu lalu.
Dari banyak kriteria tersebut, faktor kesabaran rupanya menjadi yang paling diinginkan pengguna jasa dalam memilih asisten untuk di rumah. "Sabar tidak hanya sabar. Sabar juga harus berakal. Jadi dalam arti kalau misalnya si anak enggak mau makan, kan pekerja enggak hanya sabar saja. Tapi (berpikir) bukan hanya bagaimana makanan mereka dimakan sama anak, tapi juga bagaimana menyediakan menu yang sehat," jelasnya.
ADVERTISEMENT
Tentunya, untuk mendapatkan pengasuh anak seperti yang diharapkan, perlu adanya pemeriksaan terhadap latar belakang calon nanny, hingga pelatihan-pelatihan yang disediakan yayasan. Bahkan sebaiknya, yayasan menyediakan sesi konseling oleh psikolog untuk memastikan kondisi calon pekerjanya benar-benar sudah siap untuk bekerja.
"Jadi kalau mereka mempunyai problem dari kampung, itu kalau bisa sudah diselesaikan di sini. Jadi sebelum mereka berangkat kerja sudah ada tahapan konseling, rehabilitasi untuk dirinya sendiri. Misal, kan banyak ya orang dari daerah sebetulnya bekerja seperti ini kan bukan pilihan utama ya. Tapi setidaknya saat mereka pilih pekerjaan seperti ini, mereka sudah stabil," tutupnya.
=====
Yuk, baca lebih banyak #CeritaIbu yang inspiratif di Instagram @kumparanmom. Atau ingin ikut berbagi cerita? Bisa, Moms! Kirimkan saja cerita Anda lewat DM Instagram @kumparanmom.
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020