Cerita Ibu: Lahir dengan Kondisi Tongue Tie, Bayi Saya Kesulitan Menyusu

24 Maret 2022 19:06
·
waktu baca 4 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Cerita Ibu: Lahir dengan Kondisi Tongue Tie, Bayi Saya Kesulitan Menyusu (114997)
zoom-in-whitePerbesar
Tongue tie pada bayi. Foto: Shutterstock
ADVERTISEMENT
Beberapa bayi bisa saja lahir dengan kondisi lidah tongue tie. Pada beberapa kasus, kondisi itu dapat membuat bayi mengalami kesulitan saat menyusu. Pengalaman ini juga yang pernah dirasakan oleh Yana Mahendra.
ADVERTISEMENT
Ya Moms, Yana melahirkan anak pertamanya pada akhir tahun 2019 dengan berat badan lahir rendah (BBLR), yaitu 2 kg. Tak hanya itu, setelah melakukan pemeriksaan, si kecil juga diketahui memiliki tongue tie tipe 3 yang membuat proses menyusunya jadi tidak maksimal.
Karena mengalami kesulitan menyusui bayinya, Yana berkonsultasi ke dokter dan si kecil direkomendasikan tindakan insisi atau pemotongan bagian frenulum lidah tanpa bius. Awalnya ia sempat kaget karena proses insisi sempat mengeluarkan banyak darah dan bayinya menangis histeris. Namun, setelah disusui, darah pun berhenti, dan bayinya perlahan mulai menyusu dengan nyaman.
Setelah mendapat tindakan insisi, Yana mengaku, proses menyusu si kecil lebih baik dan berat badannya bertambah.
Nah Moms, cerita Ibu Yana yang dibagikan lewat akun Instagram @kumparanMOM ini mendapat respons dari followers. Ada juga yang menceritakan pengalaman serupa saat bayinya mengalami tongue tie.
ADVERTISEMENT
"Masya Allah Alhamdulillah Bunda bisa kuat ya menjalankannya dgn sabar❤️ semoga bunda" diluar sana slalu diberikan kesehatan," tulis akun @doni_yana08.
"Luar biasa bunda, alhamdulillah melewati tahap sulit. Semoga bunda dan keluarga sehat selalu❤️," kata pemilik akun @ditanindyak.
"Gak ngebayangin gimana kalo ada di posisi mom ini 😢 pasti gak tega bgt yaa liat mulut anak berdarah darah karena pemotongan tali lidah 😰," tulis akun @riririnda14.
Apakah Anda punya pengalaman serupa dengan Yana? Yuk, pahami lebih dalam, apa itu tongue tie dan apakah semua bayi dengan kondisi tongue tie perlu mendapat tindakan insisi?

Apakah Bayi dengan Kondisi Tongue Tie Perlu Insisi?

Cerita Ibu: Lahir dengan Kondisi Tongue Tie, Bayi Saya Kesulitan Menyusu (114998)
zoom-in-whitePerbesar
Tongue Tie pada bayi. Foto: Shutter Stock
Tongue tie atau ankyloglossia pada bayi adalah sebuah kondisi di mana lidah tidak bisa leluasa bergerak, karena memiliki lipatan tipis (frenulum) yang menghubungkan bagian bawah mulut ke bagian bawah lidah. Bayi dengan tongue tie umumnya kesulitan menggerakkan lidah ke atas dan tidak bisa menjulurkan lidah melewati gigi depan. Tanda lainnya adalah adanya lekukan pada ujung lidah, sehingga membuat lidahnya terlihat seperti berbentuk hati.
ADVERTISEMENT
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Ya Moms, pada beberapa bayi kondisi tongue tie ini bisa menyebabkan si kecil sulit menyusu. Seperti cerita ibu Yana di atas, salah satu cara mengatasi bayi tongue tie agar bisa efektif menyusu adalah dengan melakukan operasi pemotongan tali lidah atau insisi.
Tapi, apakah semua bayi dengan kondisi tongue tie perlu mendapat tindakan insisi?
"Saya biasanya tanya dulu ke pasien, ada masalah menyusui enggak? Biasanya kondisi tongue tie membuat bayi sulit membuat pelekatan yang baik saat menyusu. Kondisi itu bisa membuat puting ibu luka-luka," jelas Dokter Umum sekaligus Konsultan Menyusui, dr. Ira Rizanty IBCLC.
Ya Moms, ternyata tidak semua bayi dengan kondisi tongue tie harus ditangani dengan tindakan insisi. Selama tidak ada masalah menyusu atau makan, tindakan insisi tidak diperlukan.
ADVERTISEMENT
Pada sebagian kasus, dokter memang akan menunggu dan melihat perkembangan kondisi bayi, karena frenulum lidah bisa meregang seiring berjalannya waktu. Namun, bila diperlukan, tindakan bedah yang disebut frenotomy atau insisi bisa dilakukan.
Cerita Ibu: Lahir dengan Kondisi Tongue Tie, Bayi Saya Kesulitan Menyusu (114999)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ibu menyusui. Foto: Shutter Stock
"Biasanya saya kasih tahu ke pasien cara melakukan pelekatan yang benar saat menyusui, juga berbagai posisi yang bisa dicoba. Jika dengan pelekatan dan posisi yang baik bayi bisa menyusu, maka frenotomy tidak diperlukan," jelasnya.
Apabila perlu dilakukan bedah insisi, dokter akan memotong bagian frenulum lidah agar bisa bergerak bebas. Prosedur bedah berlangsung cepat dan bisa dilakukan dengan atau tanpa bius. Bayi bisa langsung disusui segera setelah pembedahan selesai dilakukan.
Setelah melewati bedah insisi, bayi bisa langsung disusui untuk menghentikan perdarahan di lidahnya. Menyusui juga merupakan cara yang paling efektif untuk meningkatkan kemampuan mengisap bayi, Moms.
ADVERTISEMENT
Jadi, bila bayi punya kondisi tongue tie, konsultasikan ke dokter, apakah perlu atau tidak mendapat tindakan insisi. Sebab, seperti kata penjelasan dokter, bila tidak ada masalah menyusu, bayi tidak perlu insisi.
=====
Yuk, baca lebih banyak #CeritaIbu yang inspiratif di Instagram @kumparanmom. Atau ingin ikut berbagi cerita? Bisa, Moms! Kirimkan saja cerita Anda lewat DM Instagram @kumparanmom.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020