Kumparan Logo

Ciri-ciri Bayi Sembelit

kumparanMOMverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi bayi sembelit. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bayi sembelit. Foto: Shutter Stock

Tak hanya orang dewasa, sembelit atau konstipasi juga bisa menyerang bayi. Ya Moms, bila si kecil tidak buang air besar selama sehari saja, beberapa orang tua sudah panik karena takut anaknya sembelit.

Tapi, benarkah tidak buang air besar dalam sehari sudah bisa dikatakan sembelit? Untuk memastikannya, berikut jawaban dokter, Moms.

Ciri-ciri Bayi Sembelit

Ilustrasi bayi perempuan. Foto: Shutter Stock

Dalam akun Instagram resminya, Dokter Spesialis Anak, dr. Kanya Fidzuno Sp.A menuliskan bahwa ada beberapa ciri bayi sembelit yang perlu orang tua waspadai, yaitu:

  • Terjadinya keterlambatan atau kesulitan melakukan defekasi (pooping) selama 2 minggu atau lebih hingga menyebabkan stres pada pasien.

  • Selama 2 minggu feses keras seperti kerikil atau defekasi dengan bentuk feses normal kurang dari 3 kali dalam seminggu.

Jadi, seorang anak dikatakan sembelit jika memenuhi salah satu poin di atas ya, Moms.

"Yang dilihat frekuensi dan konsistensi," kata dokter yang praktik di Rumah Sakit Hermina, Jatinegara, Jakarta ini.

Meski begitu, sebelum 2 minggu, Anda bisa melihat gejala sembelit pada bayi dari beberapa hal ini.

Pertama, bayi buang air besar kurang dari 3 kali dalam seminggu. Selain itu, tinja yang keluar juga keras, kecil dan bulat seperti kerikil, mengalami sakit saat defekasi dan kecepirit.

Kedua adalah perut si kecil kembung dan napsu makannya menurun. "Anak berperilaku khusus seperti menyilangkan kedua kakinya sebagai tanda menahan defekasi," tambah dr Kanya.

Tips Cegah Bayi Sembelit

Ilustrasi pijat bayi. Foto: Shutterstock

Nah Moms, sebagai orang tua, Anda tentu tidak ingin bayi sakit. Oleh karena itu, Anda bisa mencegahnya dengan cara:

  • Tidak memberikan MPASI bayi di usia kurang dari 4 bulan.

  • Pada tahap awal pemberian makanan bayi mulailah dari konsistensi paling encer, kemudian tingkatkan teksturnya menjadi lebih kental.

"Kalau sembelit mundur lagi (jadi) encer (lalu) naik lagi jadi kentel dan begitu seterusnya, lihat respon saluran cerna anak," jelasnya.

dr. Kanya menambahkan, beberapa anak mungkin saja mengalami sembelit karena mengonsumsi pisang, apel, pir, jeruk, pepaya, brokoli, wortel tua. Untuk menyiasatinya, Anda bisa tetap memberikannya hanya saja jangan dalam porsi yang banyak atau terlalu sering.

Selain itu, pastikan Anda memberikan si kecil cukup cairan, diikuti dengan memberikannya makanan berserat seperti sayuran. Anda juga bisa rutin melakukan pijat bayi agar pencernaannya lancar.

"Ingat jangan kencang-kencang nekennya," saran dr. Kanya.

Bila bayi Anda mengalami susah buang air besar, setelah 3 hari tidak buang air besar, coba pijat si kecil, kemudian perbanyak cairan dan serat hijau serta hentikan makanan pemicu sembelit.

Bila hari keempat keadaan bayi belum membaik maka lanjutkan seperti cara hari kelima. Bila hari kelima tetap tidak ada perubahan maka bawa ia ke dokter untuk mendapat penanganan lanjutan.