kumparan
11 Februari 2020 14:31

Ciri-ciri Hamil dengan Kondisi Janin Tidak Berkembang

PTR, Ilustrasi ibu hamil muslim
Ilustrasi ibu hamil muslim. Foto: Shutter Stock
Salah satu ciri-ciri hamil yang biasanya paling ditunggu-tunggu ibu adalah saat janin mulai terasa bergerak atau menendang. Ya Moms, aktif bergerak di dalam kandungan merupakan tanda janin sehat.
ADVERTISEMENT
Salah satu hal yang memengaruhi kesehatan janin adalah gaya hidup yang Anda terapkan sebelum dan selama kehamilan. Oleh sebab itu, Anda harus memastikan makanan yang Anda konsumsi selama hamil sehat, sehingga bayi di dalam kandungan bisa tumbuh dan berkembang dengan optimal.
"Kehamilan membutuhkan asupan yang cukup berupa kalori, protein, vitamin, dan mineral untuk memenuhi kebutuhan ibu dan bayi," jelas dr. Syifa Alkaf, SpOG saat ditemui di acara Moms Mingle bersama Prenagen dan Kalbe Family di Palembang, Sabtu (8/2).
Prinsip makanan sehat yang dimaksud adalah dengan mengonsumsi asupan gizi seimbang, yang terdiri dari karbohidrat, protein dan lemak.
"Jangan lupa juga untuk mengonsumsi cukup asam folat. Kebutuhan minimal 400 mcg per hari. Berfungsi untuk mencegah cacat tabung syaraf dan kelainan bawaan pada bayi. Asam folat juga penting dikonsumsi saat persiapan kehamilan untuk mempersiapkan sel telur," jelasnya.
Ilustrasi ibu hamil merokok.
Ilustrasi ibu hamil merokok. Foto: Unsplash
Hindari pula merokok dan mengonsumsi alkohol selama kehamilan. Hal itu bisa berdampak pada kesehatan janin, misalnya saja memengaruhi Intrauterine Growth Restriction.
ADVERTISEMENT
Moms, Intrauterine Growth Restriction (IUGR) adalah kondisi di mana bayi tiba-tiba berhenti berkembang. Jika hal ini terjadi, maka Anda bisa mengalami keguguran atau mengalami kondisi yang disebut kematian janin dalam rahim--jika usia kandungan Anda di atas 20 minggu.
Memasuki usia kandungan 3 bulan, biasanya janin yang tidak berkembang sudah bisa dideteksi melalui USG. Selain USG, ada juga beberapa ciri-ciri hamil lainnya yang bisa memprediksi janin tidak berkembang, seperti:
Kadar hCG di Dalam Tubuh Menurun
ilustrasi janin
janin Foto: Shutterstock
Saat hamil tubuh ibu akan memproduksi hormon hCG. Hormon ini akan terus meningkat mulai dari usia kandungan 9 minggu sampai 16 minggu.
Jika hormon ini terus meningkat maka kehamilan Anda bisa dikatakan normal. Tapi jika kadar hormon ini terus menurun, maka Anda perlu waspada.
ADVERTISEMENT
Hal tersebut bisa jadi merupakan tanda janin tidak berkembang. Penurunan kadar hCG bisa dilihat dari pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter.
Berkurangnya Rasa Mual Secara Tiba-tiba
Ilustrasi ibu hamil mual
Ilustrasi ibu hamil mual Foto: Shutterstock
Pada awal trimester pertama, morning sickness atau mual di pagi hari biasanya memang dialami oleh ibu hamil. Namun, jika gejalanya berhenti secara tiba-tiba sebelum trimester pertama berakhir, bisa jadi ini dikarenakan kadar HCG menurun.
Tapi tak perlu cemas dulu. Anda bisa memeriksakan ke dokter untuk mendapatkan jawaban yang tepat. Tidak mengalami morning sickness juga tidak selalu menunjukkan kondisi berbahaya kok.
Tidak Ada Denyut Jantung Bayi
Ilustrasi Dokter Memeriksa Ibu Hamil
Ilustrasi Dokter Memeriksa Ibu Hamil Foto: Thinkstock
Memasuki usia kandungan 9 minggu, detak jantung bayi biasanya mulai terdengar. Hal itu bisa diketahui dari pemeriksaan USG.
ADVERTISEMENT
Jika saat pemeriksaan, dokter tidak bisa mendeteksi detak jantung janin, maka Anda perlu waspada, Moms. Meski demikian, detak jantung yang tidak terdengar juga bisa disebabkan karena posisi bayi di dalam kandungan ataupun letak plasenta yang berubah.
Janin Tidak Bergerak
Ilustrasi Janin Minggu ke-11
Ilustrasi Janin Minggu ke-11. Foto: Shutter Stock
Memasuki trimester kedua atau di usia kehamilan 20 minggu, biasanya ibu sudah bisa merasakan gerakan janin sedikit demi sedikit. Meski gerakannya tidak teratur, tapi setidaknya Anda bisa merasakan pergerakan janin.
Namun, jika di awal trimester kedua bayi tidak menunjukkan pergerakan apa-apa, maka periksakan kondisi tersebut ke dokter. Dikhawatirkan hal itu menjadi tanda janin tidak berkembang.
Ketuban Pecah Sebelum Waktunya
Ibu hamil pecah ketuban atau ingin buang air kecil.
Ibu hamil pecah ketuban. Foto: Shutterstock
Ketuban pecah sebelum waktunya merupakan ciri-ciri hamil yang bisa jadi menujukkan kondisi janin tidak berkembang. Jika hal ini sampai terjadi, segera pergi ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang paling tepat.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan