Kumparan Logo

Ciri-ciri Kolik pada Bayi Baru Lahir

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 2 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Bayi baru lahir menangis. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Bayi baru lahir menangis. Foto: Shutterstock

Kolik atau menangis berlebihan merupakan salah satu masalah yang kerap menyerang bayi baru lahir. Ya Moms, kolik terjadi saat bayi menangis terus-menerus tanpa adanya gejala dari kondisi medis tertentu. Oleh sebab itu, kolik sering disebut juga dengan sindrom menangis.

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), kolik pada bayi disebabkan oleh beberapa hal, seperti alergi susu sapi, intoleransi laktosa, hingga refluks gastroesofagus (GER). Kolik bisa dikatakan sebagai masalah pencernaan yang menyerang bayi baru lahir karena sistem pencernaannya belum berjalan dengan maksimal.

Nah Moms, karena kolik hanya memperlihatkan ciri-ciri bayi yang menangis tanpa henti, hal itu pun membuat orang tua sering kali tidak mengenali jika anaknya mengalami kolik. Kondisi tersebut juga membuat banyak orang tua sering kali memberikan penanganan yang tidak tepat. Oleh sebab itu, penting bagi Anda untuk mengetahui ciri-ciri kolik pada bayi baru lahir.

Ciri-ciri Kolik pada Bayi Baru Lahir yang Harus Dipahami Orang Tua

Bayi menangis Foto: Pixabay

Menurut buku berjudul 123 Penyakit dan Gangguan pada Anak karya Dr. Dr. Hanifah Oswari, Sp.A(K) dan dr. Rudianto Sofwan, bayi yang mengalami kolik mempunyai ciri-ciri menangis terus-menerus selama 3 jam dalam sehari, terjadi minimal 3 hari dalam satu minggu, dan akan berlanjut hingga 3 minggu ke depan atau lebih (rule of three).

Bayi yang menangis karena kolik berbeda dengan menangis biasanya, Moms. Si kecil akan menangis dengan suara lebih keras dan nada yang lebih tinggi seperti menjerit.

Bayi yang kolik juga akan menangis sampai wajahnya memerah. Tangisnya yang hebat biasanya akan dimulai pada minggu ke-2 setelah kelahiran hingga mencapai puncaknya pada minggu ke-6 dan menghilang pada usia 4 bulan.

kumparan post embed

Selain itu, bayi juga terlihat berusaha mengangkat kaki dan tangannya ke arah perut yang menandakan perutnya sedang kesakitan. Bila diperhatikan, perut si kecil juga terlihat membuncit tapi saat diraba tetap terasa lunak. Bayi juga cenderung tidak bisa diam dan terlihat gelisah saat mengalami kolik.

Meski begitu, Anda tidak perlu khawatir berlebihan, sebab kolik tidak menyebabkan masalah serius pada bayi. Anda bisa mencoba untuk menenangkan bayi yang sedang menangis dengan menggendong, menepuk-nepuk punggungnya, berikan pijatan lembut pada tubuhnya, atau mandikan bayi dengan air hangat untuk membantu meredakan gejala koliknya.

Penulis: Hutri Dirga Harmonis