Kumparan Logo

Dampak Bila Anak Tidak Dekat dengan Ayah

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ayah dan anak bermain. Foto: Yaoinlove/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ayah dan anak bermain. Foto: Yaoinlove/Shutterstock

Mendampingi tumbuh kembang anak setiap hari merupakan tugas semua orang tua. Namun bukan hanya ibu, ayah juga perlu berperan aktif dalam mengasuh anak. Sebab, si kecil juga membutuhkan kehadiran sang ayah agar tumbuh kembangnya optimal.

Mengutip All 4 Kids, keterlibatan ayah dalam mengasuh anak sangat penting karena berkaitan erat dengan kesehatan yang positif pada bayi, seperti peningkatan berat badan pada bayi prematur. Kedekatan antara ayah dan anak juga bermanfaat dalam kualitas emosional, kemampuan akademik, sosial, dan perilaku si kecil yang lebih baik di masa depan.

Lantas, bagaimana jika ayah dan anak tidak dekat ya, Moms?

Apa Dampaknya Bila Anak Tidak Dekat dengan Sang Ayah?

Ilustrasi ayah memarahi anak. Foto: Shutterstock

Perlu dipahami, ketidakhadiran ayah dalam pengasuhan anak dapat menghambat tumbuh kembang si kecil. Menurut penelitian yang dilakukan UNICEF pada tahun 2007, anak-anak yang tidak merasakan pengalaman kedekatan bersama ayah secara positif akan mengalami masalah di masa tumbuh kembangnya. Bahkan, hal ini juga bisa dialami si kecil sejak masih di dalam kandungan selama kehamilan ibu.

Dikutip dari Psychology Today, berikut ini beberapa dampak umum bila anak memiliki hubungan yang buruk dengan sang ayah yang perlu diwaspadai orang tua:

Konsep diri anak menurun

Ketidakhadiran ayah membuat anak merasa ditinggalkan. Hal ini menyebabkan si kecil bergumul dengan emosinya sendiri yang kemudian menimbulkan kebencian. Pada akhirnya, ini akan mempengaruhi konsep dirinya secara emosional, fisik, dan psikologi yang menurun.

Ilustrasi anak stres Foto: Shutterstock

Masalah perilaku

Anak-anak yang kekurangan kasih sayang dari ayahnya memiliki lebih banyak kesulitan dalam bersosialisasi yang menimbulkan masalah perilaku. Penelitian menunjukkan, mereka mungkin menunjukkan kepribadian yang sombong dan mengintimidasi untuk menutupi ketakutan, kecemasan, dan ketidakbahagiaan yang mendasarinya.

Ya Moms, mereka juga berisiko mengalami masalah kesehatan mental seperti kecemasan, depresi, hingga keinginan untuk bunuh diri.

kumparan post embed

Kemampuan akademik buruk

Mereka lebih bermasalah di bidang akademis seperti mendapat nilai rendah dalam tes membaca, matematika, dan kemampuan berpikir. Menurut penelitian, sebanyak 71 persen anak yang tidak merasakan kehadiran ayah cenderung tidak ada kemauan dalam belajar hingga keinginan untuk membolos dari sekolah.

Masalah kesehatan fisik

Tak hanya pada sisi psikologis, hubungan yang buruk antara ayah dan anak juga berpengaruh pada kesehatan fisik si kecil. Beberapa anak di Amerika tercatat mengalami gejala psikosomatis, nyeri akut dan kronis, asma, sering sakit kepala dan perut.