Kumparan Logo

Dampak Buruk bagi Kesehatan Bila Jarang Berhubungan Seks dengan Pasangan

kumparanMOMverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi berhubungan seks.  Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi berhubungan seks. Foto: Shutterstock

Rutin berhubungan seks dengan pasangan punya banyak sekali manfaat, Moms. Misalnya saja dapat meredakan sakit kepala, menurunkan produksi hormon kortisol pemicu stres, meredakan insomnia, menyembuhkan cegukan, hingga bisa menghangatkan hubungan rumah tangga.

"Ada banyak manfaat dalam berhubungan seks dan mengurangi stres jelas salah satunya. Tidak hanya untuk kesenangan fisik ketika orgasme, tetapi juga bisa membuat pasangan merasa terhubung lebih intim," ungkap psikolog dan direktur klinis Private Therapy Clinic di Inggris, Dr. Becky Spelman, seperti dikutip dari Metro.

Ilustrasi pasangan Foto: Shutterstock

Meski begitu, karena beberapa alasan seperti sibuk, jarang bertemu atau memang karena ada masalah, momen bercinta Anda dan suami jadi berkurang atau jarang sekali dilakukan. Nah Moms, kondisi itu selain bisa mengurangi kehangatan hubungan rumah tangga, ternyata juga bisa berdampak pada kesehatan Anda dan pasangan.

Seperti dilansir Metro, berikut dampak buruk bagi kesehatan Anda dan pasangan tidak berhubungan seksual dalam jangka waktu yang panjang.

1. Mengganggu tidur dan daya ingat

Ilustrasi perempuan insomnia Foto: Shutterstock

Saat berhubungan seks, tubuh melepaskan 'hormon bahagia' yang dikenal sebagai dopamin, serotonin, dan oksitosin. Hormon tersebut bisa membuat suasana hati semakin bahagia, membuat tubuh menjadi mengantuk, meningkatkan kemampuan belajar dan keterampilan memori, hingga melancarkan sistem pencernaan.

Sebaliknya, jarang berhubungan seks membuat Anda dan pasangan tidak mendapatkan manfaat dari hormon tersebut, juga bisa menimbulkan gangguan tidur dan daya ingat.

2. Berkurangnya 'kesempatan' untuk menjaga sistem kekebalan tubuh

Sakit Kepala Foto: Shutterstock

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa orgasme dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Ya Moms, rutin berhubungan seks ternyata bisa menjaga imunitas Anda.

"Ada bukti yang mendukung bahwa komponen sistem kekebalan kita diaktifkan oleh gairah seksual dan orgasme," kata dr. Sarah Welsh, Konsultan Ginekologi dan salah satu pendiri merk kondom, HANX.

"Baik melalui hubungan seksual atau masturbasi menyebabkan peningkatan kadar adrenalin dan sel-sel kekebalan lain dalam aliran darah, menunjukkan dampak positif gairah seksual pada sistem kekebalan tubuh," tambahnya.

3. Membuat vagina kering

Ilustrasi vagina kering Foto: Shutterstock

Tidak berhubungan seks selama 3 bulan memang tidak akan mengubah vagina, tapi bila periodenya lebih lama maka tidak menutup kemungkinan akan terjadinya perubahan.

"Seks menyebabkan peningkatan aliran darah ke vagina dan peningkatan pelumasan alami. Berarti periode lama tanpa seks dapat membuat jaringan vagina menjadi sedikit lebih kering dan lebih tipis," jelas dr. Welsh.

Lebih lanjut, dr. Welsh mengatakan hal tersebut jarang dialami oleh perempuan muda yang sehat. Namun umum terjadi pada wanita yang telah melewati masa menopause.

4. Risiko disfungsi ereksi yang lebih tinggi

Ilustrasi penis Foto: Unsplash/ @charlesdeluvio

Menurut Direktur Medis di sebuah perusahaan konsultan kesehatan pria dewasa, Manual, dr. Earim Chaudry, pria yang tidak melakukan hubungan seks secara teratur memiliki peluang lebih besar untuk mengalami disfungsi ereksi. Hal ini terbukti khususnya pada pria lanjut usia. Sementara ejakulasi yang dilakukan secara teratur mampu mengurangi risiko kanker prostat karena dapat mengurangi stres dan meningkatkan metabolisme.

"Ketika seseorang tidak berhubungan seks untuk sementara waktu kemungkinan ada efek samping pada kesehatan mereka," kata dr. Chaudry.

kumparan post embed