Kumparan Logo

Dampak Buruk Bila Anak Nonton Film Horor, Orang Tua Wajib Tahu!

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Dampak Buruk Bila Anak Nonton Film Horor, Orang Tua Wajib Tahu!. Foto: Vach cameraman/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Dampak Buruk Bila Anak Nonton Film Horor, Orang Tua Wajib Tahu!. Foto: Vach cameraman/Shutterstock

Moms, berencana untuk mengajak si kecil menonton film horor? Sebaiknya dipikir-pikir dulu, ya! Sebab, bila anak menonton sesuatu yang menakutkan, maka ia berisiko lebih tinggi mengalami kecemasan.

Menonton film merupakan salah satu bentuk hiburan yang bisa dilakukan bersama keluarga. Tetapi, penting bagi orang tua agar bisa memilih tontonan yang tepat sesuai dengan usia anak.

Ya Moms, film horor terkadang bisa menarik perhatian karena Anda tertantang untuk menontonnya. Beberapa penelitian juga menunjukkan orang dewasa yang menonton atau membaca sesuatu bergenre horor, maka ia akan memiliki kondisi psikologis yang lebih baik. Ini bisa dikorelasikan karena film horor bisa mengurangi tekanan psikologis. Sesuatu yang fiksi dan horor juga memungkinkan penontonnya bergulat dengan emosi negatif, sehingga akan membantu mereka membentuk suasana yang lebih aman.

Tetapi, manfaat psikologis belum dipastikan juga berlaku pada anak-anak ya, Moms. Parents melansir, menurut mantan direktur operasi klinis Shelli Dry, OTD, dari sudut pandang perkembangannya, anak-anak yang belajar mengatasi rasa takutnya bisa membangun ketahanan diri dengan sendirinya.

Menonton film horor juga merupakan salah satu cara membuat anak dapat merasakan ketakutan dan menavigasi emosinya. Misalnya, ketika anak menyaksikan bagaimana karakter fiksi menghadapi situasi yang menakutkan, maka mereka pun dapat belajar mengembangkan sikap bertahan hidup.

Di sisi lain, konselor kesehatan mental Catherine Del Toro memperingatkan film horor dapat mengembangkan sifat pemarah pada anak.

Ilustrasi anak laki-laki nonton TV atau film. Foto: Shutterstock

"Meskipun menonton film horor mungkin mengasyikkan bagi orang dewasa, tetapi pada anak-anak dapat menimbulkan kecemasan dan kepanikan yang parah. Hal ini dapat meningkatkan stres dan bahkan menyebabkan depresi," tutur Del Toro kepada USA Today.

"Otak mereka belum sepenuhnya berkembang, sehingga mereka belum bisa memproses sesuatu dengan cara yang sama seperti orang dewasa," lanjutnya.

Karena setiap anak memiliki kondisi yang berbeda-beda, Del Toro mengingatkan penting bagi orang tua untuk mempertimbangkan kepribadian anak sebelum mengajaknya menonton sesuatu. Termasuk bagaimana kira-kira reaksinya saat anak menyaksikan sesuatu yang menakutkan.

"Beberapa anak bisa menonton hal-hal yang menakutkan, dan mereka baik-baik saja. Tetapi beberapa anak lainnya tidak bisa tidur selama sekitar satu minggu. Jadi, bisa bervariasi pada setiap anak," tutur psikoterapis Stephanie Sarkis.

Bagaimana orang tua tahu bahwa film bergenre horor terlalu menakutkan bagi anak?

"Bisa dari meningkatkan mimpi buruk atau night terror, anak sulit tidur, takut pada orang asing, kegelapan, atau saat ia merasa sendiri. Terutama bila anak Anda tidak menunjukkan perilaku ini sebelum menonton film horor," ucap Dr. Dry.

Sementara bila anak menunjukkan gejala kecemasan, kemungkinan besar ia belum siap untuk menonton film horor. Sehingga, mungkin film genre tersebut belum cocok untuk anak seusianya.

Lantas, Apa yang Bisa Orang Tua Lakukan?

Ilustrasi anak menonton FTV 'Azab' di TV Foto: Shutter Stock

Jadi, bolehkah anak menonton film horor? Semua itu kembali lagi pada keputusan masing-masing orang tua. Dr. Dry, misalnya, mengingatkan lagi pada nilai-nilai keluarga yang telah disepakati. Meskipun tidak ada patokan usia mulai kapan anak boleh menonton film horor, Anda perlu mempertimbangkan kesiapan anak-anak.

Bila terlalu dini, contohnya saat anak baru berusia empat atau lima tahun, maka berpotensi menimbulkan kecemasan jangka panjang. Sebab, pada usia di bawah lima tahun, anak-anak belum bisa mencerna sepenuhnya apa yang ia tonton dan bagaimana mengelola rasa takutnya.

Pada anak-anak yang sudah lebih besar, mereka cenderung sudah mulai bisa membedakan mana yang fiksi dan bukan. Perlu disadari juga bahwa apa yang dianggap menakutkan oleh seorang anak, mungkin tidak berlaku pada anak-anak lainnya.

Orang tua juga bisa mempertimbangkan positif dan negatif saat anak diajak menonton film horor. "Apakah menonton film ini akan menimbulkan kerugian? Atau dapat menghibur anak? Jika potensi efek samping negatifnya lebih besar dari manfaatnya, maka mungkin ini [menonton film horor] tidak sepadan," ungkap psikoterapis Chelsey Cole dikutip dari New York Post.

Akan lebih aman apabila ayah dan ibu menonton filmnya terlebih dahulu sebelum mengajak anak-anak. Jika film bergenre horor merupakan sesuatu yang baru bagi anak-anak, maka bisa dimulai pada film yang visualnya tidak terlalu menakutkan. Atau mungkin Anda bisa mencoba mengajaknya menonton di rumah pada siang hari.

Bila Anda tetap ingin mengajak anak menonton film horor, temanilah ia menonton. Di tengah film diputar, jangan segan untuk menanyakan bagaimana perasaannya: apakah ia ketakutan atau tidak. Bila sudah menimbulkan rasa tidak nyaman, maka Anda bisa mengajaknya untuk meninggalkan ruangan.

Namun, bila anak telanjur menonton film horor tanpa didampingi orang dewasa, ahli pun menyarankan untuk memulai percakapan yang jujur dengan anak. Misalnya, apakah ia masih mengingat adegan-adegan menakutkan atau bahkan terbawa sampai ke mimpi. Jawaban anak-anak itulah yang bisa jadi bahan pertimbangan bagi orang tua, apakah film horor merupakan tontonan yang tepat atau tidak.