Kumparan Logo

Dampak Negatif yang Mungkin Timbul Jika Anak Alami Kecemasan di Sekolah

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
8
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi anak mengalami kecemasan di sekolah. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak mengalami kecemasan di sekolah. Foto: Shutterstock

Tidak semua anak merasa senang di sekolah. Ya Moms, beberapa anak mungkin merasa cemas sebelum berangkat atau saat sedang berada di sekolah. Kondisi ini bisa disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari hubungan dengan teman dan guru yang kurang baik, hingga adanya masalah pada kesehatan mental si kecil.

Mengutip Verywell Family, kecemasan di sekolah umumnya bermula dari rasa takut dan khawatir, kemudian terjadi secara terus-menerus. Jika tidak segera diatasi, kecemasan tersebut dapat menimbulkan masalah kesehatan mental, seperti gangguan kecemasan umum (anxiety disorder), gangguan atau serangan panik (panic attack atau panic disorder), hingga fobia.

Selain berkembang menjadi masalah kesehatan mental, kecemasan pada anak juga dapat mempengaruhi kinerjanya di sekolah. Beberapa di antaranya yaitu sebagai berikut.

Dampak Kecemasan Anak pada Perkembangannya di Sekolah

Ilustrasi kesulitan anak belajar di sekolah. Foto: Shutter Stock

1. Sulit Berpartisipasi dalam Proses Belajar

Salah satu kegiatan dalam proses belajar di sekolah adalah berdiskusi dengan teman kelompok. Anak dengan kecemasan mungkin akan sulit berpartisipasi dalam kegiatan tersebut karena ia merasa takut. Selain itu, ia mungkin juga merasa gugup saat diminta mengerjakan soal di depan kelas atau mengerjakan ulangan. Si kecil pun akan mengalami hambatan dalam proses belajarnya.

2. Sering Mengeluh Sakit

Rasa cemas yang dialami anak sering kali berpengaruh pada kesehatan fisiknya. Ia mungkin akan sering mengeluh sakit sebelum dan sepulang sekolah. Beberapa penyakit yang sering dikeluhkan anak dengan kecemasan adalah sakit perut dan rasa nyeri di tubuh.

3. Sering Merasa Lelah

Ilustrasi anak sering mengeluh lelah setelah pulang sekolah. Foto: Shutterstock

Selain sering mengeluh sakit, anak mungkin juga akan sering mengeluh lelah. Ya Moms, kekhawatiran dan ketakutan yang dialami anak mungkin akan membuat ia sulit tidur di malam hari, sehingga ia jadi mengantuk saat sekolah. Kondisi ini dapat berpengaruh pada kinerja kognitifnya.

4. Sulit Berkonsentrasi

Terlalu cemas dan takut membuat anak jadi sulit berkonsentrasi. Saat guru menjelaskan, pikiran anak mungkin tidak fokus pada pelajaran tersebut, sehingga ia tidak bisa mengikuti proses belajar dengan baik.

5. Jarang Berbicara

Ilustrasi anak pendiam. Foto: Shutter Stock

Anak yang merasa cemas di sekolah mungkin akan jarang berbicara, baik dengan guru maupun temannya. Ia mungkin akan lebih sering diam dan menyendiri. Ia juga tidak mengajukan pertanyaan pada guru, bahkan mungkin menolak bantuan dari teman saat ia kesulitan. Tak hanya berdampak pada kemampuannya dalam belajar, kondisi ini juga dapat mempengaruhi kemampuan sosial anak.

6. Menolak Sekolah

Pada akhirnya, anak dengan kecemasan mungkin akan menolak untuk pergi ke sekolah jika rasa cemasnya tidak segera diatasi. Ia mungkin juga menolak membicarakan tentang sekolah, guru, atau pun tentang teman-temannya.

kumparan post embed